Wanita Simpanan CEO

Wanita Simpanan CEO
Ancaman Luke


__ADS_3

🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK🌹


🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123🌹


🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN SEMUA. JANGAN LUPA AJAK YANG LAIN UNTUK BACA INI YA PARA KESAYANGAN EMAK🌹


Rara tidak henti hentinya menggoda Luke yang kini memindahkan Lucas ke kamarnya sendiri.


"Nah kan lihat, aku dulu pernah mengatakan kalau Lucas harus memiliki kamarnya sendiri."


"Bukan seperti itu," ucap Luke.


"Jangan berbohong, kau ingin berduaan denganku bukan? Ayolah Luke, jangan seperti itu. Jujurlah pada dirimu sendiri."


"Astaga, Rara. Aku tidak ingin Lucas terganggu."


Membuat Rara semakin tersenyum. "Kau tahu karena apa? Desahanmu."


Luke seketika memalingkan wajahnya, dia mencoba fokus pada Lucas yang kini sedang berguling ke sana ke mari. Membuat Luke ikut berbaring di sana dan menciumi pipi putranya itu.


Rara sedikit iri, kini dia menggendong Lucas.


"Astaga, mau dibawa kemana?"


"Aku merindukannya karena semalaman tidak bersamanya. Jadi aku akan mengajaknya jalan jalan sebentar, apalagi nanti malam kita akan melakukannya lagi bukan?" goda Rara sambil berdiri membawa Lucas. "Aku akan keluar, mau ikut?"


Luke terdiam, membuat Rara mengira itu penolakan.


"Baiklah, persiapkan dirimu untuk nanti malam oke."


Kemudian Rara hilang dibalik pintu. Sebenarnya, Luke ingin menghabiskan harinya di kamar bersama Lucas dan Rara, mengingat nanti malam Dev akan membawakan berkas kerjaan dan akan membuatnya bergadang karena itu.


Tapi karena Rara memilih bermain di luar, Luke menurut saja. Mungkin saja perempuan itu kini tengah jengah berada di kamar seharian.


"Dimana Rara?"


"Di halamab belakang, Tuan."


Luke segera bergegas menuju ke sana.


Dilihatnya Rara yang sedang menimang Lucas penuh dengan kasih sayang, membuatnya mengeluarkan ponsel dan tidak tahan memotret kebersamaan Rara dan putra mereka.

__ADS_1


Luke benar benar ingin setiap kenangan berharganya diabadikan.


"Nah kan kau menyusul," ucap Rara. "Merindukanku?"


"Aku harus memberitahumu sesuatu."


"Kenapa?" tanya Rara.


Luke duduk di samping Rara, dia mengusap kepala Lucas yang memiliki rambut indah sepertinha kemudian memberinya ciuman di keningnya. 


"Aku harus pergi ke luar kota."


Rara seketika memperlihatkan ekspresi sedihnya. "Berapa lama?"


"Sekitar tiga hari."


"Bolehkah aku dan Lucas ikut?"


"Aku ke sana untuk bekerja, Rara. Tunggu aku ya."


🌹🌹🌹


Rara memberikan Lucas pada pengasuhnya. Dan dia kembali ke kamar, menunggu Luke untuk segera datang dan menghabiskan waktu sebelum pria itu pergi.


Sejak tadi sore, semenjak Dev datang dan memberikan beberapa berkas pada Luke, membuat pria itu banyak diam di perpustakaan untuk mengerjakan pekerjaannya.


Yang mana membuat Rara kesepian di kamar sendiri.


Apalagi ini sudah malam.


Rara berinisiatif menyusul Luke, dia melihat pria itu masih berkutat dengan laptop. Dengan kacamatanya yang bertengger di hidung, membuat Luke terlihat sangat tampan.


"Uh… bagaimana bisa type ku berubah dari seorang Oppa Korea menjadi Pria Barat. Tapi ini menakjubkan."


Mendengar suara Rara, Luke menengok. "Rara, sejak kapan di sana?"


"Apa masih lama?"


"Ya, tidurlah duluan."


"Kalau begitu kerjakan di kamar, temani aku."

__ADS_1


"Suara ketikanku akan mengganggumu."


Rara mengerucutkan bibirnya, dia mendekat dan mengambil laptop Luke dari pangkuan pria itu kemudian menyimpannya di meja.


"Apa yang….," ucapan Luke terhenti tatkala Rara duduk menyamping di pangkuannya.


Tangannya melingkar di leher sang pria. "Apa harus benar benar pergi?"


"Ini tidak akan lama, aku akan segera kembali."


"Aku ingin bersamamu setiap saat," ucap Rara menyandarkan kepalanya di dada bidang Luke.


Pria itu mengusap punggung Rara. "Kalau aku terus bersamamu, bagaimana bisa kau berbelanja lagi, Rara."


Rara sebenarnya memiliki rencana tersendiri, sambil menyandar, dia membuka kancing kemeja Luke perlahan.


Kemudian matanya mengadah.


"Hem?" tanya Luke bingung yang ditatap seperti itu.


Dan ketika Luke merasakan usapan tangan di dadanya, dia menengang. "Rara, masih ada banyak pekerjaan."


"Tapi ini malam sebelum kau pergi," ucap Rara sambil mengecup dagu Luke. "Kalau kau tahan dan tidak mau melanjutkan, aku akan ke kamar."


Rara mulai menggoda dengan mencium bibit Luke berulang kali. Kecupan kecupan kecil dia tinggalkan di sana, kemudian Rara yang belajar dari Luke itu memulai untuk menggerakan bibir.


Luke memejamkan matanya dan ikut terhanyut dalam ciuman. Apalagi saat dada bulat Rara menyentuhnya.


Dan ketika Rara merasakan kejantanan Luke menegang, dia berdiri dari pangkuan Luke.


"Baiklah, selamat bekerja."


Saat itulah Luke terdiam, menatap Rara yang hendak keluar. Namun, sebelum Rara meraih pintu, Luke lebih dulu menguncinya. Kemudian dia mengangkat Rara di punggungnya.


PLAK!


"Aaaakkhh!" Rara terkejut saat Luke menampar pantatnya.


"Kau harus bertanggung jawab. Dan akan kupastikan malam ini akan membuatmu berfikir kembali sebelum menggodaku, Rara."


🌹🌹🌹

__ADS_1


To be Continue


__ADS_2