Wanita Simpanan CEO

Wanita Simpanan CEO
Season 2 : Adegan yang tidak seharusnya


__ADS_3

🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK, EMAK SAYANG BANGET SAMA KALIAN.🌹


🌹IGEH EMAK JUGA DI FOLLOW DI : @REDLILY123.🌹


🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN.🌹


"Sampai jumpa lagi, Clara," ucap Lucas dengan wajah yang sendu. Dia harus pergi dari villa ini, mengikuti kedua orangtuanya yang akan kembali ke daerah kota dan menemui sahabat sang mommy.


Melihat kejadian itu, Rara menutup mulutnya tidak percaya. Bagaimana dia menyaksikan interaksi ananya sambil berkemas ke dalam mobil. "Sangat menyentuh."


"Ayolah, mereka hanya anak anak. Lucas akan segera melupakannya."


"Hei, aku ingat bagaimana dulu kau sangat mencintai Medina," ucap Rara dengan mata memicing.


Yang mana membuat Luke menelan ludahnya kasar, apalagi mendapat tatapan tajam dari sang istri. "Ya, kau benar, Honey. Cinta pertama masa kecil sangatlah bahaya."


"Aku harap Clara adalah wanita yang baik, dan Lucas tidak membuat kesalahan."


"Hei, ayolah, Honey. Lucas kita masih kecil, dia akan aku didik dengan baik," ucap Luke memberikan kecupan di pipi sang istri. "Aku akan mengantarkan anak itu dan membawa Lucas."


Rara mengangguk. "Aku akan berpamitan pada Nenek," ucapnya melangkah memasuki villa lagi.


Mata Rara mengedar, mencari sosok wanita tua yang ternyata sedang mengemasi teh hijau. "Kau sudah selesai, Nek?"


"Tunggu, jangan pergi dulu. Bawa ini bersama dengan kalian," ucap Nenek Himee menyiapkan teh untuk dibawa.


Rara tersenyum melihat itu, dia duduk yang mana membuatnya langsung berhadapan dengan Nenek Himee. "Terima kasih, tolong jaga tempat ini untukku."


"Tentu saja, Nyonya."


"Panggil aku Rara. Dan jangan bicara dengan formal denganku."


"Baiklah, Rara. Hanya jika berdua denganmu."


Rara tersenyum memperlihatkan mata bulan sabit miliknya. "Seseorang yang akan mengawasi tempat ini, dia bawahan suamiku. Aku mungkin tidak akan berkunjung lagi dalam waktu yang lama."


"Apa yang terjadi?"

__ADS_1


"Kau tahu, jika suamiku tidak suka sesuatu yang berhubungan dengan masa lalunya."


Nenek Himee mengangguk paham. "Kalau begitu, ini untuk kalian. Untuk saja aku mengemasinya, khawatir tidak akan bertemu dengan kalian lagi."


Rara tertawa dan menerima bungkusan kain itu. "Terima kasih. Mungkin jika anakku sudah agak dewasa, dia akan aku bawa ke sini lagi."


"Sama sama, semoga kau ke sini sudah membawa anak yang lain, Nyonya."


"Terima kasih."


🌹🌹🌹🌹


Mobil itu meninggalkan pekarangan villa. Yang mana membuat Lucas tetap menatap ke belakang kaca mobil dengan wajah sedih.


"Hentikan, son. Kau akan mendapatkan teman yang baik, yang baru," ucap Luke.


"Tapi Lucas suka dengan Clara."


"Jika kau membuka hatimu pada orang lain, kau akan melihat keindahan pada mereka, Lucas," ucap Rara menasehati.


Dia ingin anaknya juga bermain dengan yang lain, bukan hanya berkutat dengan buku dan mewarisi 100% sifat Luke yang begitu korelis dan realistis.


"Kembali ke Tokyo. Kita akan bertemu dengan teman Mommy."


"Benarkah? Siapa?"


"Namanya Sakura, dia teman kecil, Mommy. Dia juga sudah punya anak, nanti kau bisa bermain dengan anaknya."


Lucas lebih banyak diam di kursi belakang, dia meraih camilan dan menyuapkan itu padanya.


"Apa kita akan ke villa lagi, Mom?"


"Hmmm… entahlah, lihat jadwal nanti. Kita harus kembali ke Swiss."


Lucas merengut. Dan Luke melihatnya. "C'mon, Son. Ada banyak kesenangan, bagaimana kalau kita bermain game berdua?"


"Jangan main game, Dad," bisik Rara.

__ADS_1


"Hanya untuk menaikan mood nya."


"Oh baiklah," ucap Rara lagi.


"Bagaimana?" Tanya Luke pada putranya.


"Terserah, Daddy. Ayo ke toko game."


"Oke." Luke tersenyum, anaknya kini tidak lagi terpaku pada sekian banyak buku yang menumpuk.


Dan saat lampu merah menyala, mobil berhenti sejenak.


"Lucas, mau ini?" Tanya Rara yang sedang memakan chocolate stick.


"No, aku sedang makan keripik, Mommy."


"Oke. Kau mau, Dad?" Tawar Rara pada Luke.


Bukannya mendapatkan jawaban, Luke malah tersenyum. "Kenapa?"


"Ada cokelat di bibirmu."


"Mana?"


"Kemari aku bersihkan," ucap Luke menarik tengkuk Rara dan menempelkan bibirnya, menyapu benda kenyal itu sampai….


"Oh My God My Eyes!" Teriak Lucas shock. "Daddy! Lampunya hijau!"


Luke terkekeh dan melepaskan pangutannya. "Maaf, aku tidak tahan."


Rara berdehem, kemudian perlahan melirik Lucas yang duduknya bergeser sehingga pandangannya pada kursi bagian belakang milik sang Mommy.


"Kenapa kau melakukan itu di depan Lucas?" Desis Rara kesal.


"Tenang, Honey. Akan aku hapus ingatannya nanti."


"Lucas sangat mudah mempelajari, awas saja jika dia melakukannya pada anak perempuan," gumam Rara menggerutu.

__ADS_1


🌹🌹🌹


TBC


__ADS_2