
🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK🌹
🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW : @REDLILY123🌹
🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN🌹
"Jadi…..?" Tanya Rara menggantung. "Bagaimana pertama kita bertemu? Kenapa aku suka pada pria yang lebih tua? Kenapa aku rela mengandung anakmu? Kenapa kau jadi typeku?"
Luke berdehem dan menggangkat pandangannya. "Ayo tidur, ini hampir pagi."
"Luke….," Rengek Rara. "Aku tidur selama berbulan bulan, kau ingin aku tidur lagi?"
"Bukan begitu, ayo istirahat."
"Memandang wajahmu saja sudah merupakan istirahat untukku."
"A--apa?" Tanya Luke yang menegang saat Rara mendekatkan wajahnya.
"Wahh…., Tampannya," gumam Rara menatap manik biru milik Luke.Â
Saat Luke hendak memalingkan wajahnya, Rara merangkup kedua pipi pria itu.
"Apa ini?" Tanya Luke.
"Sebentar, aku ingin meyakinkan diriku dulu kalau keputusanku tidak membuatku menyesal."
"Hah?"
"Oh astaga," ucap Rara melepaskan pelukannya dan menyisir rambutnya dengan tangan kiri. "Kau sudah tua, kenapa tampan?"
"Aku anggap sebagai pujian," ucap Luke sambil membaringkan dirinya mencoba mengakhiri apa yang sedang mereka bicarakan.Â
Namun, Rara ikut berbaring dan menghadap Luke dengan senyuman cerianya.
Luke yang menghadap Rara itu kembali menelan ludahnya kasar.
__ADS_1
"Kau sangat seksi dan tampan."
"Terima kasih."
"Hei, ayolah. Harusnya kau memberikan ciuman jika istrimu mengatakan itu."
Luke terdiam.
Yang membuat Rara kembali tersenyum. "Aku tidak tahu bagaimana rasanya ciuman. Apa dalam 7 tahun terakhir ini kita sering ciuman? Tentu saja kan? Bagaimana kita bisa membuat anak. Ayo lakukan lagi, aku penasaran bagaimana rasanya."
Luke berdehem dan segera menarik Rara ke dalam pelukannya, dia menempelkan kepala Rara di dadanya.
"Ayo istirahat sebentar."
"Apa ini bagian dari melepas kerinduan?"
"Ya, anggap saja begitu."
Rara menghela napas dan balas memeluk Luke. Sampai telapak tangannya memegang perut Luke, membuat Rara terkesima.
🌹🌹🌹🌹
Pagi pagi buta, Dev menemui Kakek Nobles yang tidak lain adalah mantan majikannya sebelum kini dia melayani Luke.
Dev masuk ke dalam mansion besar itu.
"Dimana Tuan Besar?"
"Dia ada di belakang."
Dev menuju ke sana, dia melihat mantan majikannya itu sedang duduk menunggu matahari terbit. Di pagi buta, dia sudah bangun.
"Tuan Nobles," ucap Dev.
"Duduklah, Dev."
__ADS_1
Dev melakukannya.
"Apakah itu benar?"
Dev terdiam menunggu apa yang akan dikatakan pria tua itu.
"Luke memiliki perusahaan induk di Amerika?"
"Iya," ucap Dev pada akhirnya.
"Kenapa dia menyembunyikan hal itu?"
"Dia ingin mandiri dan ingin menghargai anda secara bersamaan."
"Perusahaan miliknya jauh lebih besar, kenapa dia masih mau menurut padaku?"
"Dia menyayangi anda, Tuan. Tolong pahami dia, Tuan Luke hanya ingin hidup sesuai keinginannya, dan dia juga ingin menghormati anda."
Kakek Nobles menarik napas dalam. "Itu tidak akan mengubah apa pun, meskupun Luke berpisah dengan Medina, aku tidak akan pernah menerima wanita hina itu."
"Tuan Luke sangat bahagia dengan keberadaan putranya."
"Wanita itu tidak memiliki derajat apapun di mataku, dia tetap tidak boleh bersama Luke, tidak sampai menikah. Jika bisa, jadilah simpanan selamanya. Sembunyi dari media."
"Tuan."
"Selama aku hidup, aku akan tetap menjaga nama baik keluarga. Ini bukan tentang perusahaan lagi, tapi tentang harga diri keluarga Russel."
"Perusahaan anda bisa didepak kapan saja olehnya. Anda tahu Luke sangat menyayangi anda, dia hanya ingin hidup bersama putranya."
Kakek Nobles tetap menggeleng. "Dia tidak akan pernah mendapatkan restuku. Wanita itu harus tersembunyi, harus tetap jadi simpanan jika Luke tetap ingin memeliharanya."
🌹🌹🌹
n
__ADS_1
TBC