
🌹KASIH EMAK DUKUNGAN YA GAIS. TEKAN LOVE🌹
🌹JANGAN LUPA FOLLOW: @RedLily123.🌹
🌹SELAMAT MEMBACA. I LOVE YOU. 🌹
Luke menatap tidak percaya pada sang istri yang akhirnya kini terlelap, dia mengusap dahinya yang masih mengeluarkan keringat. Rara benar benar membuktikannya, membuat Luke lelah dan tidak bisa berkutik sama sekali.
Bagaimana bisa istrinya itu terus bergerak di saat dirinya hampir kelelahan karena terus keluar berkali-kali? Harga diri Luke benar benar jatuh.
Namun, itu tidak membuatnya kesal. Dia menyelimuti sang istri, memberi kecupan di dahi sebelum dirinya bangun dari tidurnya. Demi Tuhan, Luke benar benar lapar. Bayangkan saja, Rara membuatnya kelelahan sampai jam 2 malam, dan dia baru tidur ketika dirinya pura pura terlelap.
Luke mangambil pakaiannya yang berserakan, kemudian keluar dari kamar itu. Tubuhnya terasa pegal, istrinya benar benar hebat. Luke suka yang seperti ini.
Mengambil bir dari kulkas, dia meminumnya sejenak di sana. Menatap keluar jendela, dimana langit yang masih gelap gulita.
“Aku merindukan Lucas,” gumamnya yang biasanya menjadikan anak sebagai alasan untuk apapun.
Luke kembali meneguk minuman itu.
“Tuan?”
“Astaga, kau membuatku kaget,” ucap Luke menatap kepala pelayan yang bekerja di sini. “Telingamu sensitive ya? Bisa mendengar seseorang bangun.”
“Itulah kenapa saya mendapat predikat sebagai pelayan terbaik di sekolah, Tuan. Ada yang bisa saya bantu?”
“Buatkan aku telur dadar, dengan daging asap. Juga kentang tumbuk.”
“Baik, Tuan.”
Sembari menunggu, Luke memilih untuk menonton televise di ruangan keluarga.
Dia hanya memakai kaos dan juga celana pendek, tanpa dalaman. Mengabaikan hal itu, karena Luke terlalu lelah.
__ADS_1
Menunggu beberapa menit, sampai akhirnya makanan itu tiba.
“Terima kasih.”
“Anda menginginkan yang lain, Tuan?”
“Tidak, kembalilah tidur. Besok kau akan kedatangan Kakekku.”
“Baik, Tuan. Selamat malam.”
“Ya,” jawab Luke singkat, dia tidak tahan untuk menyantap makanan di depannya ini.
Dan di saat Luke sedang asyik menyantap makanan itu, tiba tiba dia merasakan sebuah usapan di bahunya.
“Kenapa kau meninggalkanku, Dad?”
Demi tuhan, Luke merasa merinding.
“Honey, kau sudah bangun.”
Luke menelan ludahnya kasar. “Kau bisa mendapatkan black card milikku.”
“Ya, tapi aku masih menginginkanmu.”
“Demi Tuhan, Honey, kau ini makan apa sekuat itu?” tanya Luke panic saat Rara menjatuhkan tubuhnya di pangkuan sang suami.
🌹🌹🌹🌹🌹
Karena hari ini libur, Lucas mengajak sang kakek Nobles untuk makan siang di rumahnya sembari bermain. Permintaan sang cicit yang tidak bisa ditolak, akhirnya Kakek Nobles dan sang istri akan ke rumah Luke, dengan diantar supir.
Padahal Kakek Nobles masih ingin bermain dan memiliki sang cicit untuk dirinya sendiri dulu.
“Kalau libur, Daddy mu ada di rumah bukan?” tanya Kakek Nobles.
__ADS_1
Lucas mengangguk. “Ya, Daddy ada di rumah bersama Mommy.”
Dan seketika Kakek Nobles memperlihatkan raut wajah yang malas. “Kenapa?” tanya sang istri.
“Biasanya Luke mengurung Rara di kamarnya, jadi aku tidak bisa merasakan masakan buatannya.”
“Luke pasti mengerti, dia akan memberikan Rara izin keluar kamar.”
“Ck ck ck, Lucas, apa yang biasa kau lakukan jika weekend?”
“Hmm… membeli buku, bermain bersama guru les.”
“Bermain apa?” tanya Kakek Nobles.
“Rumus.”
Seketika matanya membulat. “Lalu yang dilakukan Mommy dan Daddymu?”
“Daddy bilang dia bekerja, jadi weekend akan memulihkan tenaga Mommy.”
Membuat matanya kembali menatap sang istri, memberi kalimat tanpa suara yang berucap, “Aku tidak mau cicitku terkontaminasi. Kenapa Luke jadi sebuas itu?”
“Berhenti mengatakan hal hal seperti itu, ada Lucas di sini.”
Dan ketika mereka sampai di tempat tujuan, Kakek Nobles menuntun sang cicit menuju ke dalam. Dia sudah siap jika tidak bertemu dengan Rara.
Namun, diluar dugaannya, ternyata Rara tengah berjalan menuruni tangga.
“Oh, kalian datang? Aku pikir tidak jadi.”
“Rara?” gumam kakek Nobles. “Kau berkeliaran? Apa Luke sedang meeting?”
“Tidak,” jawab Rara menggeleng. “Luke sedang di kamar, di istirahat karena kelelahan.”
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹
TO BE CONTINUE