Wanita Simpanan CEO

Wanita Simpanan CEO
Tidak Terduga


__ADS_3

🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK SEMUANYA.🌹


🌹JANGAN LUPA JUGA FOLLOW IGEH EMAK DI : @REDLILY123.🌹


🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN SEMUA. JANGAN LUPA AJAK YANG LAIN BACA CERITA INI YA.🌹


Rara tersenyum melihat Lucas menangis kuat karena barang yang dipegangnya direbut oleh Rara.


“Tidak boleh, Sayang. Itu kaca. Kemarilah, Mommy peluk oke?” Rara memeluk Lucas sambil membaringkannya di dada.


Sementara dirinya bersantai dengan menikmati matahari pagi yang menghangatkan tubuh. Quality time bersama sang putra membuat Rara mengingat bagaimana dulu ibunya melakukan hal yang sama seperti ini pada adik adik Rara.


Tangisan Lucas mulai menenang. Apalagi Rara mulai bersenandung kecil sambil mengusap rambut kecokelatan milik putranya.


Rara memejamkan matanya saat sedang bersenandung, dia bertanya tanya bagaimana ibu, ayah dan adik adiknya itu bisa meninggalkannya sendirian.


Sampai Rara tidak sadar air matanya menetes, dia merindukan mereka. 


Rara mengambil napasnya dalam, senandung kecil dari mulutnya terhenti. “Lucas Sayang, Mommy sangat menyayangimu.”


CUP.


Rara mencium puncak kepala putranya yang mulai terlelap karena sinar matahari. “Mommy bahagia memiliki pria kuat, Daddy mu sungguh luar biasa. Tanpa dia mungkin Mommy akan mati, Mommy sangat mempercayainya.”


Lucas hanya merespon dengan suara dengkuran halus bayi.


“Mommy merasa ini sebuah ketidakmungkinan, Mommy masih berusia 17 tahun dan memiliki bayi? Oh astaga, tapi percayalah Mommy sangat menyayangimu lebih dari apapun.”


Ketika sedang bersantai, Rara mendengar suara mobil yang berhenti di depan gerbang. Yang mana membuatnya penasaran dan segera bangkit.


“Tolong jemur Lucas di kamarnya,” ucap Rara memberikan bayinya pada pengasuh.

__ADS_1


“Baik, Nyonya.”


Sementara dirinya keluar untuk melihat siapa yang datang.


“Akkhhh… paketttttttt!” teriak Rara girang dan mengambil alih dari Kate. “Terima kasih, Kate. Jika ada lagi tolong bawakan ke kamarku ya.”


“Saya sudah membawakannya, Nyonya.”


“Wah, paket paketku sudah ada di sana?”


“Iya, Nyonya.”


Rara berlari ke kamarnya dan melihat tumpukan kotak di sana. “Ohhh astaga…. Baju bajuku,” ucapnya penuh kebahagiaan.


Rara segera menyusun baju bajunya di walk in closet miliknya. Butuh beberapa jam sampai akhirnya tertata dengan rapi.


Kemudian Rara memotretnya dan mengirimkannya pada Luke.


ME : Kau ingin aku memakai yang mana, Pria tampanku?



🌹🌹🌹🌹


Luke segera mengangkatnya sambil duduk di kursi menghadap ke perkotaan yang masih pagi.


“Hallo, Kakek? Ada apa?”


“Apa kau baru bangun? Kau berada di mana?”


“Aku berada di luar Swiss, aku sedang menemani Medina ke acara penting. Ada apa? Kakek kehabisan uang?”

__ADS_1


“Ada yang ingin Kakek bicarakan denganmu, Luke.”


“Kita sedang berbicara, Kakek.”


Kakek Nobles berdehem di sana, yang mana membuat Luke mengerutkan keningnya. “Kenapa, Kakek? Katakan saja padakku.”


“Kakek….. kakek minta maaf, kau boleh menikahi Rara.”


Saat itu juga Luke menegang. “Apa?”


“Aku tidak akan melarangmu lagi, maafkan Kakek. Kau boleh menceraikan Medina dan menikahi Rara. Jangan jadikan dia simpanan lagi, kasihan Lucas.”


Luke terdiam, ternyata itu juga alasan Kakek Nobles berubah pikiran.


“Jadikan dia penerusmu, dan Kakek ingin menemuinya.”


“Aku… aku….,” ucapan Luke terpotong potong karena dirinya begitu tidak percaya dengan semua ini. “Terima kasih, Kakek.”


“Kakek minta maaf, Luke. Sepertinya untuk beberapa lama, Kakek tidak akan pulang dahulu.”


“Baiklah, Kakek. Nikmati liburanmu.”


“Dan aku butuh nama lengkap Lucas.”


“Untuk apa, Kakek?”


“Kakek juga memiliki ladang anggur di Meksiko, itu harus jadi milik Lucas.”


“Benarkah? Kenapa kakek tidak pernah membicarakannya? Kenapa tidak memberikannya padakku?”


“Itu untuk Lucas. Segera nikahi Rara dan buatkan cicit yang banyak untuk Kakek.”

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹


TO BE CONTINUE


__ADS_2