
🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE🌹
🌹MAAF EMAK LAMA UPDATE, LGI SAKIT GIGI. MANA BISA NGETIK😭🌹
🌹JAGA KESEHATAN YA, EMAK SAYANG KALIAN. SELAMAT MEMBACA🌹
Dev turun dari mobil untuk mencari keberadaan sang majikan. Dia masuk ke dalam rumah kayu itu dan bertanya pada Kate sang pelayan.
"Dimana Tuan Luke?"
"Dia ada di belakang rumah."
Dev langsung melangkah ke sana, sampai dia melihat dari arah belakang ada seseorang yang sedang duduk menghadap pagar pembatas dengan tatapan terpaku pada luasnya hutan di sana.
Gunung terlihat sangat indah, apalagi dia memiliki langit jingga.
Sampai ketika Dev mendekat, dia sadar kalau majikannya sedang menggendong bayi.
Dev kaget bukan main.
"Tuan," ucapnya.
"Duduklah, Dev."
Dev duduk di kursi kayu panjang yang sama dengan majikannya.
"Kau sudah melakukannya?"
"Ya, kalian sudah menikah sah di mata negara," ucap Dev memperihatkan dokumen yang dia bawa.
Membuat Luke menghela napas dalam ketika menunduk melihat bayi yang ada dalam gendongannya.
"Ini belum terlambat, Tuan. Anda bisa pergi. Anda punya perusahaan sendiri."
Membuat Luke tertawa. "Aku tidak bisa melakukannya, Kakekku membesarkanku. Setidaknya sampai dia melihat aku menikahi Medina, itu akan menjadi pengabdian terakhirku padanya."
"Anda tahu, Medina pasti tidak akan berhenti."
"Ada banyak poin dalam perjanjian yang membuatnya tidak bisa bergerak. Hanya beberapa bulan, dan semuanya akan berakhir."
__ADS_1
Kemudian Luke menunduk kembali menatap Lucas. "Ini aneh, aku berharap ibunya tidak dulu membuka mata sampai aku menyelesaikan semuanya."
🌹🌹🌹🌹
Medina melangkah menemui Kakek Nobles untuk mengatakan apa yang akan terjadi. Bukan mengenai rencana Luke dan kebenaran kalau Luke memiliki perusahaan lain di belakangnya, tapi untuk rencana resepsi pernikahan mereka satu minggu lagi.
"Dimana kakek?" Tanya Medina pada pelayan di sana.
"Ada di kamarnya, Nona."
Tanpa berkata lagi, Medina melangkah hendak menemui sang kakek.
"Kakek?"
TOK.
TOK.
TOK.
Dia mengetuk tiga kali.
Tidak ada jawaban.
"Kakek?!"
"Ya, masuklah," ucap Kakek Nobles.
Terlihat Kakek Nobles yang baru saja keluar kamar mandi. "Oh, Medina. Ayo bicara diluar, Kakek belum makan malam."
Medina mengikuti apa kata Luke sesuai rencana mereka. Dia akan mengatakan pada Kakek Nobles kalau mereka hanya akan melakukan resepsi.
"Kakek, aku mau bicara."
"Iya, ayo bicara sambil makan malam."
Medina terpaksa mengikuti keluar.
"Kakek perlu bantuan?"
__ADS_1
"Tidak," jawab Kakek Nobles. "Kau sedikit baik, ada apa?"
"Apa maksud kakek aku baik? Memangnya aku tidak baik?"
"Jika kau ingin melakukan sesuatu, kau selalu bersikap lebih baik."
Sebenarnya Medina malas untuk makan malam di sini, apalagi bersama Kakek Tua Bangka.
Tapi dia harus melakukannya demi mencapai tujuannya. Medina ingin mencapai rantai kekuasaan dengan memegang posisi sebagai istri dari Luke Tobias Russel.
"Apa yang ingin kau bicarakan?"
"Aku dan Luke sepakat saat hari H tiba, kami hanya akan mengadakan resepsi saja."
"Hanya resepsi? Bagaimana dengan upacaranya?"
"Kami menikah dan sah secara negara. Luke tidak ingin tergaggu dan hanya fokus pada tamu saja," ucap Medina.
"Apa Luke merencanakan sesuatu?" Tanya Kakek Nobles memulai untuk memakan hidangan di depannya. "Katakan apa yang dia rencanakan."
"Dia hanya tidak ingin banyak acara di pernikahan, jadi hanya resepsi."
"Lalu dengan upacara keagamaan?"
"Kami akan melakukannya, tapi secara tertutup," ucap Medina berbohong.
"Kakek ingin melihat."
"Tidak, itu sembari perjalanan berdua. Apa kakek ingin mengacau?"
Kakek Nobles terdiam. "Jangan lupa jika kau punya saingan, Rara dan anaknya belum kita temukan."
"Tidak perlu menemukannya, Kakek. Aku yang akan membuat Luke meninggalkannya."
Kakek Nobles terseyum. "Kakek percaya padamu, kau tahu Kakek tidak akan pernah setuju dengannya."
🌹🌹🌹🌹
TBC
__ADS_1