Wanita Simpanan CEO

Wanita Simpanan CEO
Ancaman Lainnya


__ADS_3

🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE SEBELUM BACA YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK🌹


🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123🌹


🌹EMAK  SAYANG KALIAN, SELAMAT MEMBACA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK.🌹


Luke menatap putranya dengan mata biru miliknya. Wajahnya benar benar mirip dengannya, hanya warna kulit saja yang mirip dengan Rara. Putih pucat layaknya wanita Asia.


Sambil menunggu kedatangan seseorag, Luke berjalan ke bawah. Di sana ada Dev yang sedang minum di bar.


Luke sesekali meminta Dev untuk menginap dan membantunya menyelesaikan masalah kehidupannya daripada masalah pekerjaan. Setidaknya Luke punya tempat untuk bercerita.


Pun dengan Dev yang sudah menganggap Luke sebagai anaknya sendiri.


Malam yang hening, hanya ada suara denting gelas beradu dengan isi alkohol.


"Ini akan sulit, mungkin Rara tidak akan menerimanya jika dia bangun nanti. Wanita mana yang mau menjadi simpanan?" Tanya Dev.


Luke mengangguk. "Aku akan menjelaskan semuanya, dia tidak bisa pergi begitu saja, apalagi dengan Lucas."


"Dokternya akan datang besok."


"Dia akan sadar bukan?"


Dev diam, mengingat Rara yang terus memejamkan mata. Dan hidup dengan alat menempel di tubuhnya.


"Aku berdoa setiap malam." Kemudian Dev melanjutkan, "Jangan sampai kau menyesali perbuatanmu."


Luke mengangguk. "Kami hanya akan menikah di atas kertas, aku akan mendesaknya supaya itu lebih singkat."


Dan saat mereka sedang berbicara, terdengar suara mobil masuk pekarangan rumah. Tidak lama kemudian terdengar suara bell pintu, membuat Kate --sang perawat yang menemani Rara-- membukanya.

__ADS_1


Itu adalah Isa.


"Apa kalian mabuk?" Tanya Isa begitu dia masuk.


"Tidak."


"Bagaimana kabar Rara dan Lucas?"


"Lihatlah di lantai dua," jawab Luke.


Isa menyilangkan tangannya di dada. "Katakan padaku kau tidak akan menikahi Medina."


"Aku akan menikahinya."


"What the fuckk! Luke! Kau punya anak, apa kau gila?"


"Pernikahan ini hanya untuk Kakekku, untuk menyelamatkannya, akan aku perihatkan padanya bagaimana Medina."


Isa menatap tidak percaya. "Kakekmu sama gilanya dengan Medina."


"Tapi dia jahat, kau tahu?"


"Bagaimana caraku menghapus memori saat kakekku menggendongku di saat teman temanku memberi cacian? Atau saat Kakekku bangun di malam hari untuk membuatkan aku sandwich?"


"Kau sa--"


"Mari saya antar ke kamar Nona Rara, Nona," ucap Dev melerai pembicaraan.


🌹🌹🌹


Isa menghela napas dalam, dia menggenggam tangan Rara dan berkata, "Kumohon, hiduplah sesuai yang kau inginkan, Rara."

__ADS_1


Isa semakin kasihan atas apa yang akan terjadi. "Maaf aku harus meninggalkanmu, ada sesuatu yang tidak bisa aku hindari."


"Jangan khawatir, Nona. Tuan Luke akan selalu bersama Nona Rara dan anak mereka."


"Dan Rara menjadi simpanan?" Tanya Isa pada Dev yang ada di belakangnya, dia menatap pria paruh baya itu. "Sampai kapan?"


"Aku tidak ikut campur."


"Dan Rara? Kapan dia akan membuka matanya? Aku mulai ragu Luke akan menjaga anaknya, dia bahkan akan menikahi wanita itu."


"Tuan Luke adalah pria yang bertanggung jawab, jangan khawatir. Dia melakukan semuanya dengan banyak pertimbangan."


Isa menghela napas dalam, dia mengusap kening Rara sebelum akhirnya dia beralih menatap Lucas.


Dia benar benar mirip dengan Luke. Memang benar, sebenci apa pun kita pada seseorang, jika orang itu pernah mengulurkan tangan di saat tersulit, akan semakin sulit dilupakan.


Isa tidak menyalahkan Luke, dia mencoba memahami.


Isa turun dan menemui Luke. "Ada berapa pelayan di sini?"


"Hanya satu, nanti bertambah satu lagi, dan satu sopir."


"Wanita tua tadi perawat bukan?"


"Ya."


"Luke, jaga Rara dan Lucas dengan baik, atau aku akan mengatakan pada mereka dimana Rara berada."


Luke menatap Isa tidak percaya. "Aku cukup mual mendengar ancaman."


"Aku bersungguh sungguh, jika kau tidak menjaganya dengan baik, akan aku beritahu semua orang."

__ADS_1


🌹🌹🌹


To be Continue


__ADS_2