Wanita Simpanan CEO

Wanita Simpanan CEO
Menuju


__ADS_3

🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE DAN DUKUNGAN YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK SEMUA.🌹


🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN SEMUANYA.🌹


🌹JANGAN LUPA IGEH EMAK DI VOTE : @REDLILY123.🌹


Kali ini, Luke pulang lebih cepat. Tapi bukan untuk menemui Rara. Melainkan untuk membeli sebuah cincin untuk dirinya melamar Rara nantinya. 


Luke menepi di sebuah toko perhiasan private supaya tidak ada yang mencurigai ataupun mengenal dirinya. Dengan Dev yang mengikuti dengan mobil lain, dia sendiri yang mencari tahu dan menemukan ini adalah tempat perhiasan yang bagus.


“Selamat datang, Tuan Russel. Kami mendengar apa yang anda cari, dan sudah menyiapkannya,” ucap salah satu pegawai yang menyambutnya, yang diyakini Luke bahwa pangkat pelayan itu lebih tinggi daripada yang lainnya.


Dia mengantarkan Luke menuju etalase dimana di atas kaca itu sudah berjajar kotak perhiasan untuk dipamerkan pada Luke.




“Ini adalah yang terbaik, Tuan. Terbuat dari berlian yang langka dan emas murni. Sebelah sini adalah jajaran cincin pernikahan yang memiliki nilai historis, pernah dipakai oleh keluarga kerajaan ya⸻”


“Aku tidak ingin cincin bekas,” ucap Luke sarkas, yang membuat manager tersebut memberi isyarat pada bawahannya untuk menyingkirkan beberapa bagian yang tidak diinginkan Luke.


Mata Luke malah tertuju pada beberapa kalung yang berjajar di sana, membuatnya terpesona apalagi membayangkan bila kalung tersebut berada di leher mulus Rara.



Itu akan sangat menyenangkan.


“Aku tertarik pada kalung itu.”


“Pilihan yang bagus, Tuan. Apa anda ingin menyamakan desainnya dengan cincin yang akan anda pilih?”


“Tidak, untuk cincinnya aku pilih yang ini,” ucap Luke menyentuh salah satunya, dia yakin Rara suka hal hal seperti putrid an pangeran, apalagi fantasinya masih anak berusia 17 tahun.

__ADS_1



Membayangkan dirinya akan menikah dengan Rara, diantara bunga mawar merah, apalagi bayangan akan Rara yang memakai gaun membuat pikiran Luke tidak karuan. Dia ingin masa itu segera tiba dan menyambutnya dengan hangat.


Perjalanan kembali ke Guarda membuat Luke tidak bisa berhenti tersenyum, dia benar benar ingin semuanya segera terlewati.


Saat berada di perjalanan, seseorang menghubunginya. Itu adalah Kakek Nobles.


“Hallo, Kakek?”


“Jangan bercanda, kakek akan menikah beberapa hari lagi. Datang ke sini dan bawa Rara serta Lucas.”


“Akan aku lakukan, tapi tolong tutup mulut Kakek mengenai masa lalu Rara. Aku sendiri yang akan mengatakannya.”


“Oke, Kakek paham.”


“Aku juga akan melamarnya di sana, tolong jangan berbuat kekacauaan.”


“Oke, oke kakek paham. Kakek tidak akan melakukannya tenanglah.”


🌹🌹🌹🌹


Sambil mengendarai mobil, dia menelpon pengacaranya yang berada di Swiss untuk membereskan perceraiannya di sana.


“Hallo, Nyonya?”


“Hallo, kapan aku dan Luke resmi bercerai?”


“Hanya tinggal tahapan terakhir, Nyonya. Anda dan Tuan Luke akan berpisah.”


“Kapan?!” tanya Medina tidak sabaran, dia benar benar ingin terlepas dari Luke dan memulai semua dengan Robert.


Bahkan Medina sudah memberitahu Robert tentang tabungannya yang sudah menumpuk agar Robert mengisinya lebih banyak. Pria itu menjanjikan tabungan bersama dengan dirinya yang akan mengisi sisanya agar tabungan itu semakin membengkak.

__ADS_1


“Kapan?!” tanya Medina lagi.


“Dua minggu lagi, saya jamin itu yang tercepat, Nyonya.”


“Oke, aku akan menunggumu. Dan segera kirimkan surat perceraiannya padaku jika itu tiba.”


“Baik, Nyonya.”


Medina segera mematikan telpon, dia memarkirkan mobilnya di depan sebuah gedung hotel. Kakinya berlari kecil menuju kamar VVIP miliknya, dia tidak sabar bertemu dengan Robert.


“Hai, Sayang,” sapa Medina begitu membuka pintu.


“Hai. Darimana saja dirimu?”


“Aku punya sesuatu untukmu,” ucap Medina melangkah mendekat dan memberikan surat keterangan kalau dirinya hamil.


“Apa ini?”


“Bukalah.”


Robert masih memasang senyuman manis sebelum membuka surat itu. Kemudian senyumnya perlahan memudar ketika membacanya.


“Kau hamil?”


“Iya, anak kita. Astaga, apa kau senang? Kau senang bukan?”


Robert terkekeh. “Aku tahu kau tidak akan berguna.”


“Apa maksudmu?”


“Cih, membuatku muak.”


🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


TO BE CONTINUE


__ADS_2