Wanita Simpanan CEO

Wanita Simpanan CEO
Season 2 : Wonder Woman


__ADS_3

🌹JANGAN LUPA KASIH LOVE YA SEMUANYA.🌹


🌹IGEH JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹


🌹SELAMAT MEMBACA, SAYANG KALIAN SEMUA.🌹


Dilansir dari berita harian Jepang, Medina sang mantan model professional itu mengakhiri hidupnya sendiri dengan cara meminum racun. Ibu satu anak itu juga nekat memberi campuran susu dengan racun untuk anaknya, namun anak perempuan berusia 2 tahun itu selamat dan mendapat perawatan rumah sakit.


Polisi menjelaskan penyebab korban nekat membunuh dirinya sendiri lantaran depresi. Seperti yang kita ketahui, setelah model prifesional itu bercerai dengan sang pengusaha sukses Luke Tobias Russel, sejumlah perusahaan membatalkan kontrak kerja dengannya karena citranya yang buruk. Medina memiliki anak yang bukan dari suaminya, yang menandakan kalau dia berselingkuh, hal itu yang menjadi pemicu perusahaan permodelam mundur hingga akhirnya Medina depresi.


Medina sendiri berada di salah satu villa miliknya di Jepang untuk menenangkan diri selama dua tahun terakhir ini. Namun siapa sangka jika model eksotis itu kini telah mengakhiri hidupnya.


Meninggalkan anak perempuannya yang kini dalam perawatan intensif di rumah sakit. Selain memulihkan kesehatan, petugas medis juga akan menangani kejiwaannya demi menyelamatkan masa depan bocah berusia 2 tahun lebih tahun tersebut.


Rara yang mendengar itu menghembuskan napasnya kasar, dia merasa kasihan dengan nasib Medina. Tidak dipungkiri bahwa Rara memang tidak menyukainya dan masih membencinya, tapi meninggalkan anak yang bahkan usianya di bawah lima tahun? Rara merasa dirinya mengambil bagian dalam perpecahan mereka. Dia menjadi gelisah, sedikit sesak di dadanya.


Medina mungkin jahat telah menyiksanya secara fisik dan batin selama 7 tahun, tapi hukuman ditanggung oleh seorang anak sungguh keterlaluan.


Luke menyadari kegelisahan sang istri, dia beranjak dari tidurnya setelah mencium pipi Lucas yang sedang terlelap. Kini mereka sudah berada di hotel, dan seharusnya Rara istirahat, bukannya berdiri dengan segala macam kegelisahaan di otaknya.


“Hon, ada apa?” tanya Luke, dia menarik Rara agar duduk di pangkuannya.


Tangan Luke merampas ponsel Rara dan membaca apa yang sedang dibaca sang istri. “Medina?”


“Aku merasa bersalah, Dad.”


“Untuk apa?”


“Jika saja saat itu aku melawanmu dan tidak hamil mungkin dia tidak akan mati dan meninggalkan anaknya seorang diri.”


“Hei, hei, hei,” ucap Luke tidak terima, dia mematikan layar ponsel dan menarik Rara untuk bersandar di dadany. “Bukan seperti itu cara kerjanya. Jika saat itu tidak terjadi, maka Lucas tidak ada. Dan jika Lucas tidak ada, anak tersebut juga tidak ada.”


“Maka lebih baik begitu ‘kan?”

__ADS_1


“Apa kau sedang mengatakan kalau keberadaan Lucas adalah kesalahan?”


“Tidak,” jawab Nana seketika. “Dia adalah hal terindah dalam hidupku,” ucapnya menarik napas dalam.


“Jangan mengatakan hal seperti itu, jangan salahkan dirimu sendiri. Ini bukan kesalahanmu, bagaimana bisa kau menyalahkan diri, Hon?”


“Tapi jika aku tidak menjadi wanita simpananmu saat itu, mungkin semuanya akan baik baik saja.”


“Berhenti membahasnya, aku tidak suka,” ucap Luke mengeratkan pelukan pada Rara, dia benar benar tidak suka jika istrinya mulai membicarakan penyesalannya dulu pernah menjadi simpanan.


Itu membuat Luke memiliki luka sendiri, mengingat dialah yang membuat Rara seperti itu.


“Bagaimana dengan anak itu?”


“Dia mempunyai keluarga yang baik, Ibu dari Medina pasti akan merawatnya. Jangan khawatir.”


“Astaga, aku harap anak itu tumbuh dengan baik.”


🌹🌹🌹🌹


“Ayolah, Daddy akan memberikan kejutan untuk Mommy.”


Lucas di sana berdecak. “Ajak aku, Daddy.”


“Hei, anak kecil harus diam di sini.”


“Kan Lucas di sana bersama dengan Daddy dan Mommy.”


“Video Call bersama Kakek Nobles mau?” tanya Luke yang dibalas anggukan oleh sang anak. Membuat Luke tersenyum penuh kemenangan. “Diam di sini bersama Kate dulu ya, Daddy mau keluar bersama Mommy. Lucas ingin apa?”


“Apa saja,” ucapnya melangkah ke kamarnya.


Menyewa penthouse membuat Luke bisa lebih leluasa, ada banyak kamar hingga dirinya dan Rara bisa bebas berduaan di kamar mengingat mereka mengajak pengasuh. Luke masuk ke dalam kamarnya dan melihat sang istri yang sudah berdandan rapi.

__ADS_1


“Honey, sudah siap?”


Rara mengangguk. “Apa Lucas akan ikut?”


“Tidak, dia bilang akan di sini menemani Kate dan melakukan Video Call bersama Kakek. Lagipula ini malam, tidak bagus untuk kesehatannya. Kita bisa mengajaknya jalan jalan besok,” ucap Luke menjelaskan, dia takut Rara akan mengajak putranya.


“Baiklah, ayo kita berangkat,” ucap Rara yang sudah siap dengan heels miliknya, bergaun merah dan juga gaun tanpa lengan. Membuatnya terlihat sangat berkelas.


“Kau tampak cantik, Honey,” ucap Luke saat dia mengulurkan tangannya kemudian mencium punggung tangan Rara.


Perempuan itu tersenyum. “Aku berlatih untuk mengenakan pakaian ini.”


“Tidak sia sia,” puji Luke.


Keduanya turun ke bawah, dimana Dev sudah siap menjadi sopir mereka. Mobil hitam berkilau itu sudah membukakan pintu penumpang, mempersiapkan Rara untuk naik.


Namun……. “Hei, orang itu pencuri!” teriak penjaga keamanan hotel. Dimana dua orang pria pria tengah berlari menuju pintu keluar.


Rara yang sigap langsung menendang ************ salah satunya hingga terjatuh.


“Yang satunya!” teriak yang lain.


Membuat Rara segera melepaskan sepatunya kemudian menendangnya hingga heels itu mengenai kepala sang pencuri. Kakinya yang lain yang masih menggunakan heels itu menginjak pria yang sebelumnya dia tendang agar tidak kabur.


Luke terkejut melihatnya, tendangan Rara bahkan membuat gaunnya robek. Dan pemilik gaun itu hanya tersenyum manis, dia berdehem dan menyalipkan rambutnya kebelakang. “Aku akan berganti pakaian.”


🌹🌹🌹🌹


 


 


TO BE CONTINUE

__ADS_1


__ADS_2