
🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK🌹
🌹IGEH EMAK JUGA DI FOLLOW : @REDLILY123🌹
🌹EMAK SAYANG KALIAN, SELAMAT MEMBACA🌹
Medina masih mecoba menghubungi Luke, tapi pria itu tidak kunjung mengangkatnya atau sudi menemuinya. Dia hanya memberi pesan lewat Dev untuk melakukan apa yang seharusnya dia lakukan untuk mempersiapkan pernikahan. Namun, Medina perlu juga pendapat Luke.
Ini sudah dua minggu berlalu, dan menuju pernikahan semakin dekat.
Seperti biasa, Medina menuju rumah Kakek Nobles untuk meminta kepastian.
"Kakek?! Kau dimana?" Teriak Medina mencari cari sosok tua itu. "Kakek?!"
"Tuan Besar sedang memberi makan di belakang, Nona."
Kaki Medina segera melangkah menuju ke sana. Terlihat Kakek Nobles dengan kursi rodanya, dia ditemani oleh seorang pelayan yang membantunya bergerak.
"Kakek?!"
"Jangan berteriak teriak, Medina. Ada apa?"
"Luke tidak mau menemuiku. Ini sebentar lagi."
"Dia akan datang, jangan khawatir. Bahkan dia sudah menyanggupi sendiri. Media tahu Luke mengonfirmasi kebenaran akan hal itu."
"Tetap saja aku khawatir, dimana Luke sekarang ini? Dengan wanita itu? Kakek tidak tahu wanita itu disembunyikan di mana?"
Kakek Nobles terdiam, dia juga masih dalam proses mencari keberadaan wanita itu.
"Luke mengganti ganti mobilnya, sulit diikuti."
"Kakek!"
__ADS_1
"Tenang saja, dia pasti akan Kakek temukan dan Kakek buang dari kehidupan Luke."
"Bagaimana kalau mereka diam diam bermain di belakangku?" Tanya Medina dengan penuh kekhawatiran. "Bagaimana jika Luke menyukai wanita itu dibandingkan denganku? Bagaimana jika dia lebih menghabiskan waktu bersama dengan wanita itu daripada aku?"
Kekhawatiran itu memang sama dirasakan Kakek Nobles, tapi dia tidak bisa melakukan apa pun. Sudah cukup untuknya membuat Luke menikahi Medina.
"Kau bisa membuat Luke lebih betah denganmu setelah kalian menikah."
"Bagaimana jika dia masih menemui wanita itu?"
"Kau cegah, giliranmu membuat Luke bertahan. Dan itu hanya bisa dilakukan jika kau memiliki anak darinya."
Medina menghela napas, dia mengerucutkan bibirnya. "Aku takut suatu saat wanita itu akan muncul ke permukaan dan membuat aku gila."
"Dia tidak punya apa apa, jangan khawatirkan apa pun."
🌹🌹🌹🌹
Dan saat ini karena Luke malas menyetir, dia meminta Dev membawanya ke Guarda untuk menemui anaknya.
"Bagaimana perkembangan Rara?"
"Masih sama seperti sebelumnya."
Luke menghela napas dalam. Waktunya semakin mendesak, apalagi Lucas akan segera keluar dari inkubator itu. Luke tahu pertumbuhan terbaik anak adalah bersama ibu mereka.
"Bagaimana dengan Lucas?"
"Tuan Lucas semakin banyak bergerak, perawat bilang dia bisa keluar dua minggu lagi."
"Bukankah aku harus tetap di sampingnya setelah itu?"
Dev mengangguk menyetujui. "Jika anda tidak menikah. Namun jika anda menikah dengan Nona Medina, akan banyak kesulitan."
__ADS_1
"Astaga, kau percaya aku akan menikahinya?" Tanya Luke dengan tawa khas nya. Yang membuat lesung pipinya terlihat.
"Semua orang sudah tahu."
"Dev, aku tidak akan menikahinya. Aku akan membiarkan dia menikah sendiri."
Dev yang sedang menyetir itu terkejut, dia memelankan mobilnya. "Kau bilang apa?"
"Aku tidak akan datang," ucap Luke dengan santai. "Dengan begitu aku yang disalahkan."
"Itu akan membuat saham dari Tuan Besar Nobles anjlok atas ketidakpercayaannya pada anda."
Luke tersenyum. "Akan aku keluarkan kartu yang lain."
"Kartu yang lain?"
"Kau tahu aku memiliki perusahaan tanpa kakek ketahui."
"Ya?"
"Perusahaanku yang ini tidak dibuka untuk publik, sahamnya stabil."
"Lalu?" Tanya Dev lagi.
"Aku akan melakukan akusisi, supaya perusahaan kakek jadi milikku."
"Ah, kau sengaja menjatuhkannya?"
"Menyelam sambil minum air, Dev."
🌹🌹🌹
To Be Continue
__ADS_1