Wanita Simpanan CEO

Wanita Simpanan CEO
Masa Lalu


__ADS_3

🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK SEMUANYA.🌹


🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹


🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN SEMUA POKOKNYA.🌹


Dev mengetuk pintu kamar Medina, dimana wanita itu sudah memasang wajah terbaiknya. Namun saat membuka pintu, raut wajah Medina langsung berubah.


“Kenapa kau yang datang, mana Luke?”


“Tuan Luke masih di kamarnya.”


“Dimana kamarnya?”


“Saya akan membawa jas yang akan dipakai Tuan Luke malam ini, Nyonya,” ucap Dev.


Medina menggeleng. “Aku yang akan memberikannya secara langsung. Beritahu aku dimana kamarnya?”


“Tuan Luke tidak mengizinkannya, dia akan bertemu dengan anda nanti malam saat pesta dilaksanakan.”


Medina memicingkan matanya, percuma saja dirinya berdebat dengan Dev yang tidak akan pernah memberitahunya. Maka dari itu, Medina mengambil jas yang sudah dia siapkan untuk Luke dan memberikannya pada Dev. “Ini, ambilah dan pergi.”


“Terima kasih, Nona.”


“Apakah dia akan turun untuk sarapan?”


“Tuan Luke akan sarapan di kamarnya, Nona.”


“Sudah aku duga,” ucap Medina masih berada di ambang pintu saat Dev berjalan menjauh.


Itulah yang disiapkan oleh Medina, dia mengikuti Dev secara diam diam untuk mengetahui dimana Luke berada.


Dia melihat Dev menaiki lift dan menuju ke lantai enam, yang mana membuatnya tersenyum. “Ternyata ada di sana.”


Namun Dev tidaklah bodoh, dia menuju lantai enak hanya untuk mampir setelahnya dia naik ke lift di sampingnya menuju lantai delapan.


Dev menyeringai saat membuat Medina kebingungan.

__ADS_1


TOK.


TOK.


TOK.


“Masuklah,” ucap Luke yang hanya membukakan pintu.


“Anda baik baik saja?”


“Ya,” ucap Luke menerima jas itu dan menyimpannya di kasur. “Kau sudah memesan sarapanku?”


“Sedang dimasak, akan diantarkan ke sini.”


“Kau tahu, Dev….,” ucapan Luke menggantung, dia duduk di pinggir ranjangnya. “Kakek Nobles mengizinkan aku menikahi Rara.”


“Itu awal yang bagus.”


“Ya, dia telah jatuh cinta pada Lucas.”


“Lalu apa yang akan anda lakukan selanjutnya?”


“Anda akan tetap memegang perjanjian?”


“Jangan membuatku kehilangan separuh perusahaan, Dev, itu untuk Luke dan Rara kelak.”


Dev mengangguk. “Anda melakukan yang terbaik, Tuan.”


“Ya…., hanya lima bulan dan aku akan mengatakan semuanya pada Rara, akan aku nikahi dia dan hidup bersamanya sepanjang sisa waktuku.”


“Apa ada yang bisa saya lakukan untuk anda?”


“Tidak, tolong jauhkan Medina dariku.”


“Tentu, Tuan,” ucap Dev hendak kembali keluar. Namun melihat baby oil di sana sudah habis membuat Dev bertanya. “Anda baik baik saja bukan? apa ada masalah dengan tubuh anda?”


🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Medina mendesah kesal saat dia tidak menemukan Luke. Dia yang marah itu melampiaskannya dengan menggerutu sepanjang lobi. Apalagi resepsionis sangat menjaga privacy hingga tidak memberitahu keberadaan Luke meskipun sudah diperlihatkan buku pernikahan.


“Sialaaan, mereka semua menyebalkan. Dan apa ini? hah, awas saja kau Luke.”


Saat Medina sedang menggerutu, seorang pria yang baru saja melakukan check out itu mendekat. “Medina?”


Medina menengok, dan alangkah kagetnya dia melihat siapa yang ada di sana. “Robert? Kaukah itu?”


“Astaga, Medina. Kau di sini?”


Keduanya berpelukan dengan manis. 


“Ya, aku di sini.”


“Bersama suamimu?” tanya Robert.


“Kau tahu?”


“Tentu saja, aku pebisnis, jelas harus tahu apa yang dilakukan pesaingku,” ucap Robert yang ikut duduk di sofa lobi. “Kalian sedang bulan madu?”


“Tidak, aku akan menghadiri pesta temanku, dan keluargaku juga ada di sana.”


“Pesta Lisa?”


“Kau mengenalnya?” tanya Medina.


“Dia mantanku.”


“Wah… sepertinya dimana mana kau memiliki mantan,” ucap Medina.


Yang mana membuat Robert mengusap pipinya. “Kau tahu, Medina… aku sudah berpisah dengan istriku.”


“Lalu?” tanya Medina.


“Jika kehidupan pernikahanmu tidak bahagia, datanglah padakku, kekasih lamaku.”


🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


TO BE CONTINUE


__ADS_2