Wanita Simpanan CEO

Wanita Simpanan CEO
Dalam Genggaman Medina


__ADS_3

🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE SEBELUM BACA YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK🌹


🌹IGEH EMAK DIFOLLOW DI : @REDLILY123🌹


🌹EMAK SAYANG KALIAN, SELAMAT MEMBACA🌹


Seperti biasa, Luke akan keluar. Dia sebelumnya mengajak Rara bicara lebih dulu, menggenggam tangannya dan memintanya cepat sadar.


Untuk minggu ini, Luke meminta serang ahli yang datang dari luar negri agar Rara bisa bangun dan mendapatkan pengobatan.


Dokter itu membuat Luke merogoh uang cukup banyak, tapi itu tidak berarti apa pun. Luke hanya ingin Rara bangun dan memeluk anak mereka yang akan keluar satu minggu lagi.


Sebelum keluar, Luke mengajak bicara Lucas dahulu.


"Hallo, Lucas. Daddy akan berangkat dulu. Besok sore Daddy pulang, jaga Mommy mu dalam mimpi. Daddy menyayangimu."


Kemudian Luke turun ke bawah, menemui Dev yang sudah menunggunya 


"Ada kabar baik?" Tanya Luke.


"Tuan Nobles ingin bertemu dengan anda."


"Aku tidak mengharapkan itu, bagaimana dengan Isa?" Tanya Luke, dia ingin Isa menemani Rara di sini dan mengajaknya berkomunikasi 


"Dia akan pergi ke luar negara, Tuan."


"Bisa bawakan satu pelayan? Aku ingin wanita tua itu hanya fokus untuk merawat Rara dan Lucas, tidak dengan pekerjaan rumah tangga."


"Akan saya lakukan, Tuan."

__ADS_1


🌹🌹🌹


Medina belum memiliki kesempatan untuk menemui Luke. Dia tidak memiliki satu kesempatan saja. Dan Kakek Nobles hanya menyuruh Medina mempersiapkan pernikahan mereka, dan Medina merasakan sesuatu yang ganjil.


Dia merasa hal yang buruk akan segera terjadi.


"Kakek?" Medina datang setiap pagi ke rumah kakek Nobles untuk bertemu dengan Luke. "Apa Luke tidak ada di sini?"


"Sudah kakek bilang, kau hanya perlu mempersiapkan pernikahannya."


"Tapi, Kakek…. Ini tinggal satu minggu pagi, dan Luke belum juga memperlihatkan batang hidungnya. Dia tidak menemuiku atau bicara denganku."


"Kau hanya perlu mempersiapkan semuanya, dia akan datang saat hari besar itu tiba."


Medina menggeleng. "Aku merasa ada sesuatu yang salah."


"Aku harus pergi."


"Jangan khawatirkan wanita itu, dia akan terlupakan dengan sendirinya. Luke akan memilihmu pada akhirnya."


"Bagaimana dia akan memilihku sedangkan kami tidak bertemu satu sama lain?" Tanya Medina membalikan badannya saat dia berdiri di pintu keluar. Dia menghela napasnya dalam. "Aku merasakan akan ada bencana, Kakek."


"Dia tidak akan melakukan apa pun, Kakek bertaruh dengan nyawa Kakek."


Medina tetap keluar, dia mengendarai mobilnya untuk mencari tempat bagus untuk menenangkan pikiran.


Dia benar benar kesal, Luke tidak bisa dihubungi, dia mungkin banyak menghabiskan waktu bersama Rara. Dan itu membuat darah Medina mendidih.


Sampai saat sedang mengendarai mobil, Medina melihat mobil yang tidak asing yang sering ditumpangi Dev. 

__ADS_1


Medina mengikutinya, mobil itu berhenti di sebuah tempat makan.


Tahu Luke juga keluar dari mobil untuk sarapan di sana, Medina dengan cepat memakai jaket dan masker supaya tidak dikenali.


Dia merubah gaya berpakaiannya, beruntung Medina selalu membawa pakaian ganti.


Dia keluar dan memesan, kemudian duduk di dekat Dev dengan posisi membelakanginya.


"Tuan Nobles menyuruh saya meminta anda menemuinya."


"Dia ingin aku bertemu dengan Medina bukan?"


"Dia datang ke sana tiap pagi dan sore untuk menanyakan tentang anda."


Luke menghela napas dalam. "Aku tidak mau melihatnya, aku muak."


"Bagaimana kabar Rara dan anak kalian?"


"Satu minggu lagi, dia akan keluar dari inkubator."


"Bertepatan dengan pernikahan anda dengan Nona Medina?"


Luke terkekeh. "Kau tahu itu tidak akan terjadi."


Mendengar itu, Medina mengepalkan tangannya dan mengeluarkan  ponsel untuk merekam. Dia akan mengatakan semuanya pada Kakek Nobles, supaya rencana Luke tidak berjalan dengan baik.


🌹🌹🌹🌹


To Be Continue

__ADS_1


__ADS_2