
🌹JANGAN LUPA KASIH LOVE YA SEMUANYA.🌹
🌹IGEH JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹
🌹SELAMAT MEMBACA, SAYANG KALIAN SEMUA.🌹
Oma menghembuskan napasnya kasar, dia mendekati ketiga wanita yang sedang berdiskusi itu. “Rara, bisa kau suruh orang yang ada di rumahmu untuk membukakan pintu untuk Michael dan Ares?”
“Apa? Kenapa mereka ada di sana?” tanya Rara.
“Sepertinya mereka kabur, Ares baru saja menelponku dan mengatakan kalau ayahnya meninggalkannya di hotel bersama Mike. Dia keluar dari hotel dan kebingungan, dia menuju rumahmu.”
“Baik, aku akan menelpon seseorang,” ucap Rara segera bergegas menelpon orang yang ada di rumahnya.
“Apa Ares baik baik saja? kita harus ke sana Oma,” ucap Lily.
Nana mengangguk setuju. “Ya, hal yang membuat mereka jera adalah meninggalkannya.”
“Tapi mereka tetap akan menyusul kalian jika minggat ke rumah Rara.”
Nana menggeleng mendengar kalimat Oma. “Kita akan pulang, Oma. Kembali ke negara asal kita masing masing, biarkan mereka pusing.”
“Lalu bagaimana nasibku?” tanya Rara yang baru saja keluar dari rumah setelah menelpon pembantunya untuk mempersilahkan Ares dan Michael masuk. “Aku juga ingin minggat dan membuat Luke panic.”
“Kalau begitu pergilah,” saran Nana
“Kemana?” tanya Rara bingung.
“Tempat tinggal asalmu?”
“Jepang?” gumam Rara sambil tersenyum.
Lily menggeleng. “Jangan berfikir hal yang macam macam, Rara.”
“Tidak apa, Lila. Biarkan mereka kelimpungan. Ayo kita berkemas dan pulang, oh iya, untuk perpisahan bagaimana kalau makan malam di rumah Rara?”
Semuanya mengangguk setuju kecuali Nana yang lebih banyak diam. Membuat Lily bertanya, “Ada apa, Nana?”
“Joy selalu mabuk kendaraan.”
“Astaga, haruskah naik mobil bak?”
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹
Mendengar teman temannya berniat meninggalkan suami mereka di Swiss, membuat Rara ingin mengikuti mereka juga. Jadi dia ikut berkemas, sebagai upaya untuk membalas dendam pada sang suami karena malah main main di belakangnya.
“Apa benar Luke main main di belakangku ya? Bagaimana kalau dia diculik oleh tante tante genit?” gumam Rara saat mengemasi baju.
FYI, Michael dan Ares sekarang ada di rumah Rara yang ada di kota tanpa sepengetahuan para suami. sepertinya mereka kabur karena terlalu lama dikurung oleh mereka, membuat anak anak itu kabur dan berakhir di rumahnya sekarang.
Diam diam Rara juga menghubungi Kate, meminta dibelikan tiket ke Jepang tanpa sepengetahuan siapapun. Rara akan pergi bersama dengan Kate dan pengasuhnya mala mini setelah makan malam di rumahnya yang ada di kota.
Sekarang dia masih berada di Guarda, sedang berkemas dan bersiap untuk pergi.
Sampai terdengar langkah kaki mungil, Rara menengok. “Lucas sayang…, kemarilah. Sudah puas bermain dengan Joy.”
“Lucas tidak suka Joy, dia selalu memukul kepala Lucas.”
“Loh? Pasti ada alasannya Joy memukul ‘kan?” tanya Rara membiarkan sang anak duduk dipangkuannya.
Lucas memeluk pinggangnya, kepalanya menyandar pada dada sang mommy seolah olah meminta untuk diusap. Yang mana membuat Rara segera melakukannya, dia meniup ubun ubun Lucas. “Kenapa Joy melakukannya?”
“Karena Lucas diam saja.”
“Karena Joy berisik.”
“Jangan seperti itu, Joy masih kecil. Dia baru tiga tahun.”
“Lucas malas bermain dengannya,” ucap Lucas memilih untuk memeluk mommy nya.
Tanpa disadarinya, seorang bocah yang sebelumnya bermain dengan Lucas itu mendengar. “Hiksss… Lutas jahad.”
Rara dan Lucas segera melihat ke arah ambang pintu, dimana bocah gembrot itu sedang berdiri di sana. “Joy kan mau main tama Lutas kalena Kak Thea tedang bikin pudding, jadi Joy tidak ada temenna… hikss… huaa…..,” ucapnya melangkah dengan kakinya yang besar mencari sang Mommy.
Membuat Lucas mengadah menatap wajah sang Mommy. “Sana minta maaf, Lucas kan pria.”
“Ih malas.”
“Jangan begitu, Joy membawakan banyak mainan untuk Lucas. Susul dia dan minta maaf sana.”
Lucas dengan malas berjalan mencari sosok anak gembrot yang selalu memukulnya dengan botol kosong.
🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
“Kate, bagaimana?” tanya Rara mendekati pada Kate yang sedang berada di dapur. “Kau sudah memesan tiket menuju ke Jepang?”
“Anda yakin akan melakukan ini, Nyonya? Meninggalkan Tuan Luke?”
“Aku tidak meninggalkannya, hanya berlibur seorang diri. Seperti yang Luke lakukan dengan teman temannya.”
Kate sebenarnya agak khawatir membuarkan Rara pergi meskipun bersamanya, dia ingat kalau Rara masih berkepribadian seperti anak kecil. Yang mana membuat Kate selalu gelisah jika membiarkan Rara membuat keputusan.
“Pikirkan lagi, Nyonya. Mungkin anda menyesal, ingat bagaimana tampannya suami anda. Anda yakin akan meninggalkannya?”
“Mengingat bagaimana tampannya suamiku ya?” rara terdiam sejenak, kemudian berkata, “Tolong selesaikan pekerjaanku yang sedang berkemas ya, aku akan menemui Lily dulu.”
Sebelum Kate menjawab, Rara lebih dulu pergi menuju kamar Lily. Dia melihat perempuan itu sedang berkemas, membuatnya mengetuk pintu dahulu sebelum masuk. “Hallo, bolehkah aku masuk?”
“Ya, kemarilah.”
“Dimana Thea?”
“Berkemas bersama dengan Oma. Ada apa?”
“Aku ingin menanyakan sesuatu,” ucap Rara sambil berdehem, agak ragu.
Dan Lily melihat keraguan itu. “Tidak apa, katakan saja apa yang ingin kau katakana.”
“Ummm…. Aku akan ke Jepang, ke kampung halamanku, dan mungkin Luke akan menyusul. Bukan mungkin sih, dia pasti menyusulku karena mencintaiku ‘kan?”
Lily tersenyum. “Jangan pergi jika kau ragu.”
“Aku ingin memberinya sedikit pelajaran,” ucap Rara sambil mengerucutkan bibirnya. “Tapi aku butuh tips.”
“Tips apa?”
“Bercinta, supaya berkesan dalam ingatannya. Apa yang harus aku lakukan? Supaya Luke mengingatnya?”
Lily tergagap dengan pertanyaan itu. “Kenapa bertanya padaku?”
“Kau yang paling lama menikah, jadi kau pasti ahli. Tolong aku Lily,” ucap Rara dengan matanya yang memelas.
🌹🌹🌹🌹
TO BE CONTINUE
__ADS_1