Wanita Simpanan CEO

Wanita Simpanan CEO
Berita Baik?


__ADS_3

🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK SEMUANYA.🌹


🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹


🌹SELAMAT MEMBACA, SAYANG KALIAN SEMUA.🌹


“Kenapa?” tanya Rara untuk yang kesekian kalinya. “Apakah aku terlalu bodoh untuk melanjutkan pendidikan karena otakku mesum semua?”


Luke hanya menghela napasnya dalam, dia mendekat kemudian memeluk Rara dengan erat. Luke tidak bisa menyembunyikan hal ini selamanya, lambat laun Rara akan tahu. Maka darinya, “Kau tidak melanjutkan apapun. Karir model ataupun pendidikan. Karena setelah kematian keluargamu, binis keluargamu hancur, tidak ada yang tersisa di Jepang.”


Rara diam dalam pelukan Luke, rasanya begitu nyaman. “Keluargaku sudah buruk di Jepang? Reputasi mereka?”


“Ya, begitulah,” gumam Luke, setidaknya hanya ini yang bisa dia katakan pada Rara untuk saat ini, bukan tentang kebenaran bahwa dirinya memperkoosa Rara kemudian kenyataan bahwa keduanya tidak menikah.


Rara menarik napasnya dalam, dia melingkarkan tangannya di pinggang Luke. Dia menyandarkan kepalanya di dada bidang Luke.


“Kau baik baik saja?”


“Aku akan baik baik saja selama aku bersamamu, selama kau hanya untukku, Luke.”


Lidah Luke terasa kelu, Rara menerima tentang kepahitan keluarganya, akankah dia menerima tentang kehidupannya saat ini? karena tidak akan ada tempat bersandar lagi untuk Rara jika Luke melukainya, pada siapa dia akan mengeluh seperti ini?


“Masih lapar?” tanya Luke.


Rara menggeleng dan malah melompat ke gendongan Luke. Rara mengikat kakinya di pinggang pria itu, dengan wajah yang menggesek gesek di leher Luke.


Yang mana membuat Luke memilih untuk duduk, dan membiarkan Rara tetap dalam gendongannya.


“Mau aku buatkan sesuatu?”


Rara menggeleng. “Aku lapar,” ucapnya masih dalam pelukan Luke.


“Kalau begitu ayo buat makanan, atau ingin aku buatkan? Kau tunggu saja ya.”


“Tidak,” ucap Rara menahan tangan Luke agar tidak beranjak. “Aku ingin memakanmu.”


“Oh Rara, jangan mulai lagi.”


Rara tertawa, dia mencium bibir Luke beberapa saat sampai dirinya berdiri. “Aku menunggu masakanmu di kamar suamiku tersayang.”


Belum juga Luke mengatakan sesuatu, Rara sudah lebih dulu pergi ke lantai dua. Meninggalkan Luke yang kebingungan memasak apa.


“Ingat, aku ingin masakan buatanmu,” ucap Rara dari ujung tangga di sana. Dia kembali berlari untuk kembali ke kamar.


Saat Luke mulai berisik untuk memasak, salah satu pelayan mendengar dan terbangun. “Tuan, anda perlu sesuatu?”

__ADS_1


“Ah, aku membangunkanmu? Aku ingin membuat makanan untuk Rara.”


“Biar saya yang melakukannya, Tuan.”


“Tidak, jangan lakukan itu. Biarkan aku saja.”


Sementara itu, Rara kembali berbaring bersama dengan Lucas di atas ranjang. Ketika dirinya menatap langit langit kamar, telinganya mendengar suara dering telpon, itu adalah ponsel Luke.


Tertera nama Kakek Nobles di sana.


“Kakek Nob….? Namanya aneh, hahahaha,” ucap Rara seraya mengangkat telponnya. “Hallo, Kakek Nobles?”


Tidak ada jawaban di sana, hanya ada suara napas memburu.


“Hallo, Kakek Nobles? Luke sedang memasak untukku, kau perlu sesuatu? Kau Kakek Luke yang asli atau hanya Kakek Kakek yang ditemuinya saja?”


“Rara?” tanya seseorang itu dari sana.


“Oh, kau tahu aku? Apa aku selebriti? Atau kau yang penguntit? Maaf, tapi apa hubunganmu dengan suamiku?”


“Kau benar benar Rara?”


Rara menyipitkan matanya, dia curiga dengan seseorang di sana. “Katakan siapa dirimu dan apa hubunganmu dengan suamiku, kau kakek aslinya? Dia tidak pernah bercerita, katakana padaku.”


Bersamaan dengan itu, Luke masuk membawa makanan. Dia terkejut melihat Rara mengangkat telponnya.


“Kakek Nobles, siapa dia?”


“Berikan ponselnya padakku, aku harus bicara padanya.”


“Dia bukan orang yang akan merebutmu dariku ‘kan?”


“Bukan, Rara. Berikan ponselnya dan makan makananmu, oke?”


Rara yang sepenuhnya percaya pada Luke memberikan ponsel itu, kemudian memberi ciuman di pipi Luke. “Aku menunggu penjelasanmu setelah makan.”


🌹🌹🌹🌹


“Jadi… dia hilang ingatan?” tanya Kakek Nobles di sana.


Luke mengangguk. “Iya.”


Kini dirinya berada di ruangan lain yang cukup jauh dari kamar Rara, Luke tidak ingin Rara mendengar percakapannya. 


“Itu bagus bukan? lembaran baru, sesuatu yang baru.”

__ADS_1


“Dia tidak tahu masalah Medina, dia tahu aku suaminya.”


“Oh itu buruk, segera nikahi Rara.”


“Ya, tapi aku harus menunggu perjanjian dengan Medina selesai.”


Kakek Nobles menghela napasnya berat di sana. “Kakek hanya ingin memberitahumu kalau Kakek akan menikah bulan depan, di Minesota. Bisakah kau datang? Tidak akan ramai, kau bisa membawa Rara.”


“Kakek akan menikah?”


“Ya, kemungkinan Kakek akan menetap beberapa saat di Minesota. Tolong datang, dan bawa Rara, Kakek ingin melihat cicit Kakek dan mempertemukanmu dengan Nenekmu.”


“Akan aku usahakan, Kakek. Sepertinya kita harus memutuskan sambungan, Rara akan curiga.”


“Baiklah,” ucap Kakek Nobles menutup panggilan.


Luke kembali ke kamar, dan terkejutnya dia melihat Rara yang hanya memakai lingerie saja. “Oh tidak lagi.”


“Jelaskan semuanya padaku atau kau tidak akan mendapatkan ini malam ini,” ucap Rara sambil mengangkat pakaiannya hingga memperlihatkan **********.


Luke menelan ludahnya kasar, dia memang berniat menjelaskan. “Dia kakekku, sekarang berada di Minesota dan akan menikah di sana. Aku lupa membicarakannya karena kami memiliki hubungan yang buruk, tapi semuanya membaik akhir akhir ini.”


“Menikah? Wahh.., kita akan ke sana? Ke Minesota? Kapan?”


“Bulan depan.”


“Oke,” ucap Rara membuka pakaiannya hingga menyisakan celana daalamnya saja. “Ayo bercintaa, aku milikmu malam ini.”


Belum juga Rara mendekat, telpon kembali berbunyi. Yang mana membuat Luke mengerutkan kening.


“Ugghhhh! Siapa lagi?”


“Sebentar, Sayang. Aku akan kembali,” ucap Luke reflex memanggil Rara sayang, yang mana membuat perempuan itu tersipu malu.


Sedangkan Luke menjauh kembali dari kamar dan mengangkat panggilan dari nomor luar negara.


“Hallo?”


“Luke?” 


Itu Medina, Luke sudah menduganya.


“Apa yang kau inginkan?”


“Ayo bercerai, aku sudah mengirim persyaratannya pada Dev. Untuk siding, aku mungkin tidak akan datang. Bye bye, Luke. Aku membencimu dan aku tidak akan mencintaimu lagi. Enyahlah kau.”

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹


TO BE CONTINUE


__ADS_2