Wanita Simpanan CEO

Wanita Simpanan CEO
Mau tapi takut


__ADS_3

🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK🌹


🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123🌹


🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN SEMUA. JANGAN LUPA AJAK YANG LAIN UNTUK BACA KARYA INI YA🌹


Dev menyempatkan diri untuk datang ke Guarda dan menjelaskan situasi, mengingatkan Luke akan perjanjian itu. Dia harus memberi peringatan agar Luke segera menyelesaikan urusannya. Tiga kali mengikuti acara besar, dan dirinya bisa bebas sampai akhirnya lima bulan kemudian bisa bercerai dengan catatan kesalahan pada Medina.


Saat sampai di mansion itu, Dev segera bertanya kepada Kate. "Dimana Tuan Luke?"


"Dikamarnya, Tuan."


"Tolong beritahukan padanya kalau aku datang."


"Baik, Tuan."


Menunggu beberapa saat, Dev melihat jam dan lima menit sudah berlalu sampai akhirnya melihat Luke menuruni tangga.


"Tuan."


"Ada apa?"


"Anda tidak melupakan bahwa anda harus mendatangi tiga acara besar bukan? Dan dia meminta besok anda pergi."


"Aku malas terlihat media, aku harus terlihat mesra dengan wanita itu."


"Lalu apa yang ingin anda lakukan?" tanya Dev yang selama ini sudah pusing mengurusi Medina.


"Aku ingin berpisah dengannya."


"Dan anda akan kehilangan setengah saham perusahaan anda."


"Aku tidak peduli."

__ADS_1


"Anda tidak peduli? Lalu bagaimana dengan masa depan Tuan Muda Lucas?" tanya Dev dengan wajah serius.


Yang mana membuat Luke terdiam, dia baru mengingatnya. Dia ingin masa depan yang baik untuk putranya kelak. Dengan saham miliknya seutuhnya tanpa harus berdebat dengan orang lain.


"Aku akan pergi besok."


Dev menghela napasnya dalam, kini dia berbicara sebagai paman yang telah mengenal Luke sejak kecil. "Kau yang mengambil keputusan ini, lakukan dengan penuh tanggung jawab. Jangan salahkan siapapun termasuk dirimu sendiri, lima bulan lagi. Bertahanlah."


"Aku benar benar takut dia mengingat semuanya."


"Bagaimana kalau ceritakan semuanya dengan perlahan."


"Aku takut dia tidak bisa menerimaku."


"Dia akan, lakukan semuanya dengan penuh kejujuran. Dia akan tinggal."


Luke terdiam.


"Masalahnya di sini, dia masih plin plan. Dia masih berumur 17 tahun. Bagaimana bisa dia menerimanya."


"Lambat laun dia akan mengetahuinya."


"Aku tahu."


Dan saat keheningan melanda, tiba tiba terdengar teriakan, "Lukeeeeee!"


🌹🌹🌹🌹


Luke datang menghampiri Rara seketika, dan dilihatnya perempuan itu sedang berteriak girang akibat Lucas yang bisa berguling guling.


"Kau lihat itu?"


Luke tersenyum. "Anak tersayang Daddy sudah besar rupanya."

__ADS_1


Saat Luke hendak menggendongnya, lebih dulu Rara melakukannya. Dia menggendong Lucas sambil berdiri dan menciuminya.


"Anak Mommy tersayang, Mommy bangga padamu. Ayo kita jalan jalan keluar."


"Mau kemana?" Tanya Luke pada Rara yang berjalan keluar kamar.


"Membawa Lucas jalan jalan."


Luke menghela napas di sana, dia tidaka bekerja karena Rara yang memintanya. Tapi sekarang Rara malah yang mengacuhkannya.


Sampai Luke memilih mengerjakan pekerjaannya dari rumah saja. 


Di sisi lain, Rara tidak tahu apa pun tentang Lucas yang akan dipindahkan. Banyak orang yang datang untuk merenovasi beberapa bagian di sana.


"Kate, untuk apa ini?"


"Kamar baru Tuan Lucas, Nyonya."


"Lucas? Puny kamar sendiri?"


"Iya."


Dan bukannya senang seperti seharusnya, Rara sedikit merinding. Dirinya menciumi putranya dan berbisik, "Apa yang akan dilakukan Daddymu pada Mommy sampai sampai memisahkan kita berdua?"


Rara membawa Lucas keluar dan duduk di depan kolam renang. Dia kembali menoleh menatap beberapa tukang yang membawa peralatannya ke dalan rumah.


"Wah… kenapa perasaanku tidak enak malam nanti?" Kemudian Rara berfikir lagi. "Tidak apa, meskipun sakit itu nikmat."


Rara menatap Lucas di pangkuannya. "Lucas, kau ingin adik bukan, Sayang? Nanti malam Mommy buat ya."


🌹🌹🌹


To be Continue

__ADS_1


__ADS_2