
🌹KASIH EMAK DUKUNGAN YA GAIS. TEKAN LOVE🌹
🌹JANGAN LUPA FOLLOW: @RedLily123.🌹
🌹SELAMAT MEMBACA. I LOVE YOU. 🌹
“Daddy, are you okay?” tanya Lucas ketika melihat wajah sang Daddy yang begitu pucat saat turun dari mobil.
Bahkan dalam perjalanan pulang, Kakek Nobles yang membawakan mobil. Membuat Lucas merasa khawatir dengan sesuatu yang tidak pernah terjadi dengan Daddynya. Dia tidak pernah selemah ini.
“Daddy?” tanya Lucas lagi, dia menggenggam tangan Luke yang melangkah menjauh.
Membuat pria itu tersenyum. “Tidak apa apa, Daddy hanya ingin beristirahat dulu. Pergilah bermain dengan Kakek,” ucap Luke mengusak kepala sang anak.
“Mau menemani Daddy.”
“Benarkah?”
Lucas mengangguk dan mengikuti langkah sang Daddy, menuntunnya menuju ke kamarnya. “Dimana Mommy?” tanya Lucas pada salah satu pelayan yang berpapasan dengannya.
“Dia sedang keluar, Tuan Muda.”
“Huh, bagaimana ini, Dad?”
“Bagaimana apanya?” tanya Luke bingung, dia mengerutkan keningnya bingung dengan apa yang dicoba dikatakan oleh putranya.
“Mommy tidak ada,” ucap Lucas.
“Lalu?”
“Daddy selalu sembuh jika bersama Mommy.”
Sontak itu membuat Luke tertawa, dia menggendong putranya dan membawanya ke atas ranjang. Dimana dia bisa memeluk putranya di sana, mengusap lembut rambutnya dan memberikan kecupan di dahinya.
“Bersama Lucas juga Daddy merasakan hal yang sama,” ucap pria yang lebih tua.
__ADS_1
Lucas terdiam, membiarkan sang Daddy untuk beristirahat.
Namun, kenyataannya Luke tidak kujung membaik. Wajahnya semakin pucat dan suhu tubuhnya panas, membuat putranya kebingungan.
Lucas diam diam keluar dari pelukan sang Daddy begitu dia mendapati Daddynya memejamkan mata. Dia memilih untuk turun ke lantai bawah, menemui Kakek Nobles yang sedang sibuk makan makanan yang dibeli di McD.
“Kakek.”
“Oh, jagoan? Kakek kira kau menemeni Daddy mu, kenapa?”
“Bisa hubungi Mommy?”
“Kenapa?”
“Karena Daddy membutuhkannya,” ucapnya dengan pipinya yang bulat. “Daddy sakit, dia akan sembuh jika Mommy di sana.”
“Oh astaga, baiklah. Kakek akan menghubunginya.”
🌹🌹🌹🌹🌹
Yang mana membuat Rara berlari menuju kamarnya begitu dia sampai, dia ingin melihat keadaan suaminya. Dan benar saja, dia terlihat sangat pucat, yang mana membuat Rara perlahan naik ke atas ranjang untuk memeluk sang suami di sana.
Dan Luke merasakan gerakan itu, dia membuka matanya.
“Sudah pulang?”
“I miss you.”
“Hei, kita baru saja berpelukan tadi malam.”
“Kau sakit,” ucap Rara sedih.
“Aku baik baik saja, hanya sedikit lelah.”
“Karena kegiatan kita?”
__ADS_1
“Karena pekerjaan,” ucap Luke, siapa pria yang menolak ajakan tersebut. Tidak mungkin, meskipun melelahkan.
“Kau tau?”
“Tidak, Honey, kau tidak memberitahuku.”
“Lucas akan punya adik,” ucap Rara to the point.
Yang mana membuat Luke menjauhkan kepalanya, menatap Rara dengan kening berkerut yang dibalas anggukan oleh perempuan tersebut, ditambah senyuman yang manis.
“Ini bukan april mop.”
“Memang bukan, aku benar benar mengandung tau.”
“Kau serius?” tanya Luke untuk yang kesekian kalinya.
Rara kembali mengangguk dengan air mata yang mengenang di pelupuk matanya, membuat pria itu kembali menarik sang istri ke dalam pelukannya dan memanjatkan syukur berulang kali dengan penuh rasa haru.
“Terima kasih, Honey. Terima kasih, aku mencintaimu. Selamannya.”
“Wow,” ucap seseorang dibalik pintu.
Yang menarik perhatian keduanya, dimana Lucas berdiri di sana. “Lucas akan dapat adik?” tanya bocah itu.
“Kemarilah,” ucap Rara yang membuat bocah itu berlari seketika ke arah kedua orangtuanya, bergumul dalam pelukan dan canda tawa..
“Harta karunku,” ucap Luke memanjatkan penuh rasa syukur. Dia tidak akan pernah bisa merasakan hal ini, jika saja tidak mengikuti kata hatinya dahulu.
Sesayang sayangnya kita pada orang lain, kita harus menyayangi diri sendiri dulu, meyakini keputusan diri sendiri, dan itulah yang Luke lakukan.
“Aku menyayangi kalian.”
Kata itu boleh diucapkan jika kalian sudah bisa menghargai diri kalian sendiri.
🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
THE END.