Wanita Simpanan CEO

Wanita Simpanan CEO
Serpihan Kebohongan


__ADS_3

🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK SEMUANYA.🌹


🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹


🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN SEMUA. I LOVE YOU ALL, JANGAN LUPA AJAK YANG LAIN BACA NOVEL RECEH INI.🌹


Rara membuka matanya saat dia mendengar suara gaduh di jendela, dia mengerutkan keningnya. “Tuhan, badanku sakit,” gumam Rara yang menatap tubuhnya.


Kini dia melihat dirinya sudah mengenakan kaos kebesaran, tapi tanpa celana. Yang dapat dipastikan jika Luke yang memakaikan ini padanya.


Melihat ke arah samping, sosok yang membuatnya hampir pingsan itu kini tidak ada. Rara tebak, pasti dia sedang bersama putra mereka.


BRUK! BRUK! BRUK! Begitulah suara dari arah jendela.


Membuat Rara terpaksa berdiri. 


Dalam langkah pertama, dia berhenti dan meringis pelan. “Sshhhhhh…. Ini perih,” gumamnya kemudian kembali berjalan.


“Makhluk apa yang mengganguku itu?” ucap Rara kesal sambil menyibakan gorden.


“Dasar pohon penggangguk, kau tidak tahu majiikanmu sedang tidur?”


BRUK! BRUK! BRUK! Ranting itu terus memukuli kaca karena angina.


Rara segera membuka jendela, mematahkan ranting kemudian melemparnya ke bawah. 


“Lukeeeeee!” panggilnya pada sang kekasih dengan manja. Sampai Rara menyadari sesuatu, “Ah, kamar ini kedap suara?”


Tidak lama kemudian, Luke masuk dengan membawa Lucas.


“Kau sudah bangun?” tanya pria dengan suara baritonnya yang khas, dia menutup pintu dan berjalan duduk di sofa di dekat Rara yang sedang berdiri. “Kenapa berdiri di sana?”


“Kenapa meninggalkanku?”


“Apa kau tega melihat makhluk ini menangis meminta digendong saat melewatinya?”


Kemudian tatapan Rara dan Lucas bertemu, ada sisa sisa air mata di bayi mungil yang sedang menggigit jarinya itu.


“Uhhhh…., kesayangan Mommy. Daddymu jahat bukan?”

__ADS_1


“Hei, jangan katakana hal yang tidak tidak,” ucap Luke saat Rara membawa Lucas ke dalam pangkuannya dan duduk di sampingnya. Focus Luke teralihkan pada bagian atas paha Rara yang hampir terekspos. “Kau tidak memakai celana?”


“Kenapa kau tidak memakaikannya?”


Luke berdehem, tangannya tetap digenggam oleh Lucas.


“Daddymu jahat bukan? dia ke luar negri tanpa mengajak kita. Dia tega bukan?”


Luke mendesah pelan, dia menyelipkan rambut Rara yang hampir mengenai Lucas. “Aku sudah katakan itu karena pekerjaan.”


“Kau harus tahu, aku bosan berada di sini. Ayo keluar sesekali, aku ingin ke desa Guarda di bawah sana.”


“Tempat itu sama seperti di sini, hanya lebih ramai.”


“Nah, bagus bukan? aku ingin menginap di sana,” rengek Rara. “Aku melihat lihatnya di internet, aku ingin ke sana. Ayo ke sana.”



Luke tersenyum melihat Rara yang membujuknya. “Baiklah, kita akan ke sana dan menginap di sana.”


“Horeeee!”


“Bawa ini juga.”


“Jangan lupa susu untuk Lucas, aku akan menanganinya sendiri.”


“Jangan lupa kaosnya.”


“Ini juga.”


“Ahh…, camilanku.”


“Aku ingin ini dibawa supaya Lucas tidak bosan.”


Begitulah kalimat kalimat yang keluar dari mulut Rara, bagaimana wanita itu sedang mempersiapkan kepergian mereka sore ini menuju desa Guarda di bawah sana.


“Anda yakin tidak akan membawa pengasuh, Nyonya?”


“Tidak, aku ibunya, aku tahu apa yang aku lakukan.”

__ADS_1


Kate tersenyum. “Anda tidak perlu ditemani siapapun?”


“Tidak, Kate. Jangan khawatir, aku akan menjaga Lucas dengan baik.”


Saat sedang berbicara panjang lebar dengan Kate, Luke masuk ke kamarnya dengan Lucas yang ada di pangkuannya.


Mata Luke terbelalak melihat banyaknya koper di sana.


“Rara, kita tidak akan pindah bukan?”


“Aku takut kita akan kekurangan di sana.”


“Tapi aku punya uang, kau tidak perlu membawa banyak barang.”


“Tidak,” ucap Rara yang masih berkutat memasukan mainan mainan Lucas. “Kau tidak paham maksudnya berhemat? Aku ini istri yang cerdas.”


Luke menggeleng tidak percaya. “Itu terlalu….”


“Nah, tolong masukan ini ke dalam mobil.”


“Baik, Nyonya,” ucap Kate membawa koper yang isinya adalah mainan untuk Lucas.


“Pakai mobil yang sudah terparkir di sana,” ucap Luke.


“Baik, Tuan.”


Kate mengangkat koper itu untuk dimasukan ke dalam bagasi mobil. Dia mengerutkan keningnya melihat bentuk mobil itu. “Apakah cukup?” gumamnya kemudian memeriksa isi mobil.


Kate terkejut saat menemukan sebuah kalung. “Kalung apa ini? Luke Love Medina?” gumam Kate melihat isi liontin di sana.


Dan alangkah terkejutnya dia, isi dari liontin itu adalah foto pernikahan Luke dengan Medina.


Ternyata, saat itu Luke tidak membuang hadiah yang diberikan oleh penggemar Medina.


"Kate?"


🌹🌹🌹🌹


TO BE CONTINUE

__ADS_1


__ADS_2