Wanita Simpanan CEO

Wanita Simpanan CEO
Kehidupan baru


__ADS_3

🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK SEMUANYA.🌹


🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹


🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN SEMUA.🌹


“Kau sudah menemukan dimana mereka berada?” tanya Medina dengan gugup.


Dia kini berhadapan dengan seseorang yang paling berbahaya, yakni seorang pembunuh bayaran, hancker ternama dan juga kejahatan besar yang pernah dia lakukan.


“Kau membawa mobil yang aku inginkan?”


Medina mengangguk, kini mereka sedang berada di apartemen pria penjahat itu. Medina mendatanginya karena pria itu menginginkan dia datang sendiri. Ya, Medina begitu nekad sampai dia meminta bantuan penjahat itu.


Dimana dia bisa menemukan pria yang kini menjadi buronan itu? Medina mendapatkan infomasinya saat sedang mabuk di bar, lalu seorang bartender pria mengatakan hal ini padanya, kisah tentang pembunuh bayaran yang bisa menemukan seseorang bahkan meskipun berada di belahan negara lain. 


Beruntungnya, Luke adalah orang yang penting dan dikenali orang orang tertentu, wajahnya berada di sampuk majalah bisnis dimana mana sehingga membuat sang pembunuh bayaran menemukan hanya dalam waktu tiga hari. Berbeda dengan biasanya yang memerlukan waktu berbulan bulan.


“Itu yang kau inginkan,” ucap Medina melemparkan kunci mobil ke meja, dia sangat ketakutan di sana. “Sekarang beritahu aku.”


“Aku ingin… tapi aku juga ingin menyentuhmu.”


Medina bergidig saat pria itu mendekat.


“Jauhi aku! Aku tidak mau, kesepakatannya adalah mobil itu!”


“Hahahaha, kau sangat bodoh. Aku biasanya mendapat bayaran jutaan dollar, dan mobil itu bahkan tidak setengahnya. Sekarang kau pilih, kau melayaniku dengan tubuhmu atau aku jual ginjalmu.”


Mata Medina membulat kaget, jelas dia sangat ketakutan jika hal itu benar benar terjadi. ternyata ini jebakan, dia masuk ke perangkap pria jahat.


“Aku sedang hamil.”


“Aku tidak masalah.”


“Apa kau benar benar menemukan mereka?”


“Kau bisa mengandalkanku, aku menemukan mereka. Keduanya tidak di Swiss.”


“Lalu dimana?”

__ADS_1


“Kemari dan layani aku, lalu kau akan mendapatkan apa yang kau inginkan.”


Medina menatap pria yang menyalakan rokok itu, dia menelan ludahnya kasar dan mencoba menerima. Toh dia sering melakukan sekss, jadi sepertinya hal ini tidak masalah.


“Hati hati, ada bayiku di dalam sini.”


“Oh aku paham, datanglah kemari.”


Medina memejamkan matanya sesaat sebelum mendekati pria pembunuh itu, membiarkan tubuhnya dinikmati sampai dirinya benar benar kelelahan. Tidak berakhir dalam hitungan menit, pria itu menggunakan tubuh Medina selama berjam jam dan terhenti karena dia mendapatkan telpon panggilan pekerjaan baru.


“Begitukah?” tanya pria itu dalam telpon, dia masih merokok.


Dengan cepat Medina mengambil pakaiannya yang berserakan di lantai, dia meringis tubuhnya terasa sangat sakit.


“Oke, aku akan melihatnya.”


“Dimana dia?” tanya Medina begitu dia selesai berpakaian.


Pria itu menutup telpon. “Di Minesota, sedang ada acara perrnikahan Kakek dari suamimu itu. Ini alamatnya. Ngomong ngomong, kau begitu seksi, hubungi aku lagi jika kau benar benar kehilangan suamimu. Aku bisa memuaskanmu tiap hari.”


“Bermimpi saja kau sialaan,” umpat Medina keluar dari sana.


“Saatnya kau mendapatkan kenyataan ini, jallang sialann.”


🌹🌹🌹🌹


Rara menatap pengantin wanita yang sedang didandani, dia tersenyum melihat kebahagiaan terpancar dari matanya. Ada rasa iri, Rara menginginkan moment ini. Lebih baik Luke segera berkata jujur dan melamarnya, karena Rara tidak tahan dan dia yang akan melamar Luke sendiri.


“Kemarilah…,” ucap nenek menatap Rara dari pantulan cermin.


Rara yang sedang menggendong Lucas pun datang, dia duduk menghadap pengantin wanita. “Kau sangat cantik, Nek.”


“Kau juga, Sayang. Aku merasa malu karena kau lebih cantik, apalagi kau memakai gaun itu.”


Rara tersenyum tipis. “Aku ingin menjadi pengantin, Nek.”


Melihat wajah sedih Rara membuat sang nenek menggenggam tangannya kuat, rasanya lucu melihat Rara mengerucutkan bibirnya seperti anak kecil. “Biar Nenek beritahu sesuatu agar kau tidak sedih, nanti malam Luke akan melamarmu.”


“Benarkah?!” tanya Rara tidak percaya.

__ADS_1


“Dia akan menikahimu, tenang saja.”


“Astaga, Nenek…. Aku berencana melamarnya jika dia tetap menjadi pengecut, aku benar benar kesal padanya. Ahh…,, nenek aku tidak sabar.”


Nenek hanya tersenyu, jelas dia tahu apa yang terjadi di sini. Kakek Nobles menceritakan semuanya, dan meminta calon istrinya itu merahasiakannya.


“Nenek tidak memberitahu Luke aku tahu masalaluku bukan?”


“Tidak, Sayang.”


“Ini aneh, Nek. Kenapa dulu aku begitu lemah dan juga pendiam aneh? Kenapa aku mengutuk diri sendiri? Astaga, aku yang berumur 24 tahun benar benar pengecut, bagaimana bisa aku hidup selama 7 tahun seperti itu?”


“Maka dari itu persiapkan dirimu, Luke akan melamarmu.”


Seketika wajah Rara kembali ceria. “Itu tidak lagi kejutan, apa yang harus aku lakukan, Nek?”


“Pura pura terkejut.”


“Lucas…?” panggil Luke yang mencari cari keberadaan putranya. “Rara??”


“Aku datang,” ucap Rara keluar dari ruangan itu, dia segera menemui Luke yang mencarinya. Dan Rara langsung berhadapan sosok yang memakai jas, sangat tampan. Luke begitu berkharisma. “Ahh…, aku tidak tahan,” gumam Rara dengan sangat pelan, dia kembali berbisik pada dirinya sendiri. “Kenapa kau dulu menolaknya? Dia jelas jelas bukan pria brengsek.”


“Kau tampak cantik,” ucap Luke mendekat dan mengambil alih Lucas. “Ayo ke sana.”


“Aku ingin ke kamar mandi dulu.”


“Baiklah..”


“Tunggu,” ucap Rara menahan tangan Luke. “Berikan aku ciuman.”


CUP. Tanpa ragu ragu Luke menempelkan bibirnya pada milik Rara. “Aku menunggumu di luar.”


Wajah Rara memerah padam, untuk yang kesekian kalinya dia kembali jatuh cinta pada Luke. Membuatnya segera berlari ke kamar mandi dan menguncinya seketika. “Astaga astaga! Aku akan mati karena serangan jantung! Tunggu, tidak aku tidak boleh mati. Dia akan melamarku. Reaksi apa yang harus aku perlihatkan?”


Rara menatap dirinya sediri di cermin. “Ekhem! Aku menerimamu, Luke… oh tidak, Ya… aku mau. Tunggu, harus ada air mata bukan? oke mulai lagi. Ekhem! Aku mau, Luke. Aku mau membuat team sepakbola denganmu untuk Lucas. Kyaaa! Aku tidak sabar!”


🌹🌹🌹🌹


TO BE CONTINUE

__ADS_1


__ADS_2