
🌹JANGAN LUPA YA KASIH EMAK VOTE ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK SEMUANYA.🌹
🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹
🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN SEMUA. JANGAN LUPA AJAK YANG LAIN YA KESAYANGAN EMAK.🌹
Rara baru saja keluar kamar, dia menuangkan air es ke dalam gelas dan meminumnya. Tatapannya terpaku pada anak anak yang ada di halaman belakang di sana. Sedang bermain.
“Astaga, berapa jam mereka bermain bersama? Apa tidak lelah?”
Sampai tatapan Rara beralih pada kaca lainnya, dimana dia melihat sebuah mobil besar memasuki halaman depan villa.
“Apa itu?”
BRAK! Suara pintu kamarr terbuka membuat Rara lebih tertarik, matanya membulat melihat Luke di sana dengan wajah yang masih berantakan.
“Ada orang,” ucapnya sambil berjalan mendekati Rara kemudian menutupi bagian bawah sang istri dengan selimut kecil milik Lucas.
“Kau kenapa?”
“Ada orang.”
“Ada orang atau ada setan?”
Luke terlihat kelelahan akibat kewalahan sebelumnya. “Ada orang, mereka pria yang akan membawa perabotan baru di villa. Astaga aku lelah,” ucapnya merebut minuman Rara dan segera meminumnya.
Rara mengerutkan keningnya.
“Ayo ke kamar dan ganti pakaianmu, Honey.”
“Kau sudah cukup menutupi diriku, dan lihat dirimu sendiri.”
Luke menatap dirinya sendiri. “Apa yang salah?”
“Kau hanya memakai celana!” teriak Rara histeris. “Dan apa ini? tidak pakai dalaman?”
“Honey, ak⸻ aakhhhh!” Luke membbulatkan matanya merasakan Rara tiba-tiba meremas miliknya.
__ADS_1
Kemudian istrinya itu terkekeh dan mengadah. “Bahkan masih basah dan juga lengket. Sana bersihkan dirimu dahulu, aku sudah cukup tertutupi.”
“Kao situ begitu longgar.”
“Tapi aku memakai sellimut di pinggang. Aku baik baik saja. Sana berpakaian dengan benar, atau mau aku remas lagi?”
Luke menggeleng. “Nanti membesar,” cicitnya.
Yang mana malah membuat Rara menyeringai. “Kalau besar nanti aku letuskan lagi.”
“Oke kita akhiri dirty talk ini,” ucapnya sambil melangkah menjauh.
Rara tertawa di sana, melihat suaminya menjauh pergi. Dia menatap tangannya yang sebelumnya meremas itu, kemudian berkata, “Tadi itu mirip squshy milik Lucas.”
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Sebenarnya, Luke tidak pernah khawatir jika Rara berdekatan dengan pria. Karena sejak kemarin melihat Yuta yang tersungkur karena istrinya, itu membuat Luke sedikit lega. Istrinya bisa membela diri, dan dia juga hanya bisa mendangi wajah tampannya saja. Rara tidak pernah memuji pria lain sebagaimana memuji dirinya.
Namun untuk memperlihatkan tubuh istrinya pada pria lain, jangan pernah mengharapkan itu. Yang mana membuat Luke mengambil sebuah selimut milik Lucas untuk menutupi tubuh istrinya.
“Honey, pergilah ke kamar dan ganti pakaianmu,” ucap Luke yang masih mencoba membenarkan letak selimut tipis itu dalam menutupi paha Rara.
Tangan Luke menahan Rara yang hendak melangkah. “Mereka sudah tahu, Dev yang akan mengendalikan semuanya, ayo kembali ke kamar.”
“Kau ingin lagi ya?” goda Rara.
“Bu⸻bukan begitu.” Luke tergagap mendengar penuturan dari sang istri, apalagi wajahnya tengil dan juga menggoda.
“Mengaku saja, Dad. Kau pasti menginginkannya lagi.” CUP. Rara mendaratkan kecupan di pipi sang suami. “Menyusul duluan, aku akan menemui Lucas.”
“Tunggu, aku ikut,” ucap Luke melangkah di belakang Rara.
“Astaga, tapi jangan hilang akal. Jangan melakukannya di tempat terbuka,” goda sang istri sambil mengusap rahang Luke.
Yang mana membuat pria itu menelan ludahnya kasar dan memilih untuk memalingkan wajahnya. “Jangan menggodaku.”
“Uluhhhh, nanti juga kita ke kamar lagi. Ah, itu anak anak.” Rara berjalan lebih cepat meninggalkan Luke yang terdiam sesaat, menatap sang istri yang menemui dua anak yang sedang bermain diawasi oleh Kate. “Apa mereka membuatmu repot, Kate?”
__ADS_1
“Nyonya, aku tidak tahu kau datang.”
“Santai saja, kau terlihat berkeringat. Ada apa?”
“Tuan Lucas kali ini sangat aktif, biasanya saya hanya mengasuhnya sambil duduk dan diam. Tapi sekarang Tuan Muda begitu periang dan berlari ke segala arah sehingga harus ekstra menjaganya.”
Rara tertawa mendengar itu, dia duduk di bangku yang sama dengan Kate dan melihat jedua anak itu sibuk dengan bunga bunga di sana.
“Tadi orangtua si anak ke sini dan dia tidak ingin pulang, jadi mereka membawa makanan. Tapi sudah habis oleh anak anak.”
“Tidak apa apa,” ucap Rara yang kembali memandang Lucas. Dia merindukan putranya sampai tidak tahan untuk berteriak, “Lucas!””
Dan anak itu akhirnya menengok.
Seketika Rara merentangkan tangannya, meminta sang anak masuk ke dalam pelukannya. Dan Lucas terlihat ragu di sana, membuat raut wajah bahagia Rara memudar.
Melihat itu, Lucas peka. Dia langsung berlari dan memeluk mommy nya.
“Mommy,” ucapnya.
“Huh, anak nakal, kenapa tidak mau memeluk Mommy?”
“Mom, pergilah bermain bersama Daddy lagi di kamar.”
“Apa?”
“Tidak apa berlama-lama,” ucap anak itu menegakan tubuhnya. “Sana, bermain lagi bersama Daddy. Bukannya Daddy bilang Mommy suka bermain kuda-kudaan bersama Daddy di kamar?”
“Oh astaga Luke,” gumam Rara.
🌹🌹🌹🌹
 
 
TO BE CONTINUE
__ADS_1