Akhir Penderitaan Clarisa

Akhir Penderitaan Clarisa
Part 100


__ADS_3

Bukan hanya Risa yang menangis,Alex yang tak sanggup berkata-kata hanya sanggup mengeluarkan air mata bahagianya.


"Aaarrrgghh. Makasih Tuhan,makasih. Terimakasih karena sudah memberikan kami kesempatan sekali lagi." Teriak Alex bentuk rasa bahagia dan rasa terimakasih nya pada sang Pencipta.


Alex menjauhkan Risa dari pelukannya,ia pun berlutut mensejajarkan mulutnya dengan perut Risa.


"Muah muah muah..anak papi sehat-sehat yah di dalam. Papi janji akan jagain kamu sama mami lebih ketat lagi." Kata Alex sambil memberikan ciuman bertubi-tubi di perut Risa.


"Penjagaan ketat gimana darl?" Tanya Risa sambil terkekeh pelan mendengar pembicaraan Alex dengan calon anak mereka.


"Pokoknya mulai sekarang kamu gak boleh ngapa-ngapain,gak usah ke kantor,gak boleh makan sembarangan."


"Gak bisa gitu dong darl,aku bisa stres kalau di rumah terus."


"Kamu bisa belanja online sepuas kamu biar kamu gak stres."


"Pokoknya aku gak mau dirumah terus,titik.!!! Aku gak mau jauh dari kamu." Rengek Risa sambil memeluk tubuh Alex manja.


"Tapi Ra..." Baru saja Alex ingin memprotes kemauan Risa,Risa sudah menangis duluan.


"Hiks..hiks..kamu jahat darl,aku kan pengennya deket sama kamu terus. Tapi kamu malah gak mau deket-deket sama aku,pasti kamu mau tebar pesona kan sama karyawati yang nyanjung-nyanjung kamu di kantor,ia kan darl!!! ngaku kamu!!" Kata Risa sambil memukul-mukul dada Alex.


"Astaga!!! Salah lagi gue!!" Gerutu Alex dalam hati.


"Kok mikirnya gitu Ra. Ya gak mungkin lah aku kayak gitu,aku kan cuma mau jaga anak kita supaya anak kita sehat dan lahir tepat pada waktunya,itu aja."


"Bohong!!!"


Alex menghela nafasnya. Sepertinya sekarang ia harus menambah stok kesabaran untuk menghadapi bumil nya yang mood nya seperti rooler coaster.


"Ya udah,ya udah. Kamu boleh ikut kekantor. Tapi dengan satu syarat,kamu gak boleh ngapa-ngapain,gak boleh nyiapin makan siang,gak boleh kerja atau apapun itu,kamu cukup duduk tenang atau rebahan sambil cek-cek aplikasi belanja online di ruangan aku. Oke."


Risa menghentikan tangisnya. Ia pun menganggukkan kepalanya sambil menyeka air mata dan ingusnya di kaos yang Alex pakai.


"Sekarang kita siap-siap kerumah sakit yuk,buat periksa anak kita."


Risa kembali mengangguk.


Mereka pun masuk ke kamar mandi untuk sama-sama membersihkan tubuh mereka. Akh..tidak usah ditanya,kalau suami istri sudah berada dalam satu kamar mandi,tidak mungkin mereka benar-benar hanya mandi,pasti ada acara mandi plus-plus nya.


🍀🍀🍀🍀🍀


Kini pasangan yang tengah berbahagia itu sudah berada di rumah sakit. Setelah melakukan beberapa prosedur,kini mereka tinggal menunggu nama mereka di panggil di depan ruangan dokter kandungan.

__ADS_1


Saat mereka duduk,tiba-tiba saja Risa teringat akan kejadian beberapa tahun silam,dimana dirinya saat itu juga menunggu namanya di panggil untuk memeriksakan kandungannya,hanya yang membedakan dulu ia menunggu sendiri namun sekarang ia bersama Alex yang sudah berstatus suaminya,dulu juga anak yang dikandung Risa adalah anak yang hanya ia harapkan seorang diri namun sekarang,ia dan Alex lah yang sama-sama mengharapkan kehadiran anak ini.


"Nyonya Alex Johnson." Panggil perawat dari depan pintu ruangan dokter.


Risa menoleh ke arah Alex.


"Kok nyonya Alex Johnson?" Tanya Risa heran,ia tidak tau kalau Alex mendaftarkan namanya dengan nama nyonya Alex Johnson.


"Kok heran? Memang kamu nyonya Alex Johnson kan?" Alex malah balik bertanya karena melihat ekspresi Risa yang heran.


"Iya tapi aku..."


"Nyonya Alex Johnson." Panggil perawat itu sekali lagi.


"Udah ayuk,gak usah membahas masalah yang gak penting." Alex menarik tangan Risa agar berdiri dari tempat duduknya.


Sebenarnya Risa bukan tidak suka dengan panggilannya sebagai Nyonya Alex Johnson. Dia hanya kaget Alex menyebutnya seperti itu,karena sudah dua tahun lebih menikah baru ini Alex menyebutnya sebagai nyonya Alex Johnson.


"Selamat sore pak,bu. Silahkan duduk." Sapa bu dokter kandungan itu ramah.


Alex dan Risa pun duduk di kursi depan meja kerja sang dokter.


"Saya pikir tadi siapa,ternyata ibu Clarisa." kata bu dokter karena memang biasanya Risa selalu mendaftarkan dirinya dengan nama aslinya.


"Jadi nyonya Alex sudah tiga minggu yah tidak datang bulan?" Tanya bu dokter.


"Kita periksa dulu yuk bu." Dokter itu pun berdiri dari tempat duduknya dan berjalan ke arah ranjang pemeriksaan diikuti Risa dari dari belakang.


Dokter pun meminta Risa untuk berbaring di ranjang pemeriksaan. Setelah Risa berbaring,perawat pun membuka setengah baju yang Risa kenakan,dan mengoleskan gel di atas perut Risa. Bu dokter pun meletakkan alat usg ke atas perut Risa.


"Kalau sakit bilang yah bu." Kata sang dokter sebelum menggerak-gerakkan alat usg di perut Risa.


"Wah ada dua kantong ini bu." Kata sang dokter antusias saat melihat layar monitor.


Alex langsung berdiri dari tempat duduknya,ia mengira ada masalah dengan kandungan Risa.


"Maksudnya dok?" Tanya Alex terlihat panik.


Dokter yang melihat kepanikan di wajah Alex hanya tersenyum tipis.


"Gak usah panik pak,maksud saya dua kantong itu,berarti istri bapak hamil anak kembar." Kata bu dokter menjelaskan.


Sontak Alex dan Risa membelalak mendengar penjelasan bu dokter.

__ADS_1


"Se...serius dok?" Tanya Alex masih tidak percaya.


"Serius pak. Lihat lingkaran yang ini dan yang ini." Bu dokter menunjukkan dua lingkaran yang ada di layar monitor pada calon papa muda itu.


"Darl...Ra.." Alex dan Risa saling menatap satu sama lain,rasa haru dan bahagia bercampur aduk dalam dada mereka.


"Anak kita kembar Ra." Alex langsung memeluk Risa sambil menangis.


Begitu pun juga Risa,ia membalas pelukan suaminya dan menangis dalam pelukan Alex.


Melihat suasana haru yang ada di hadapan mereka,perawat dan bu dokter pun ikut terharu bahkan air mata mereka pun tanpa sadar mengalir di pipi mereka.


"Selamat yah pak Alex,bu Clarisa,akhirnya semua usaha gak sia-sia."


Alex melepaskan pelukannya dari tubuh Risa dan menyeka airmatanya dan airmata istrinya.


"Makasih dok. Ini semua juga berkat usaha dokter yang mengobati istri saya."


Bu dokter menganggukkan kepalanya dan kembali menatap layar monitor.


"Kalau di lihat dari ukuran janinnya,si kembar udah lima minggu yah pak,bu. Dan saya lihat mereka sehat."


"Syukurlah." Alex dan Risa bernafas lega saat mengatakan kalau calon anak mereka sehat.


Setelah bu dokter selesai memeriksa Risa,bu dokter pun kembali ke meja kerjanya. Sedangkan perawat menyeka gel yang ada di perut Risa dan memperbaiki baju Risa sebelum Risa turun dari ranjang.


"Apa ada keluhan bu?"


"Cuma mual aja dok di pagi hari."


"Gak pusing? Atau ***** makan berkurang?"


Risa nampak mengingat-ingat,tak lama ia menggelengkan kepalanya.


"Gak dok."


"Kalau gitu saya resepin vitamin aja,ada juga obat mualnya,tapi kalau mualnya gak berlebihan gak usah di minum yah bu. Karena mual di pagi hari itu biasa di masa trimester pertama." Kata bu dokter memberi penjelasan pada Risa.


"Nah sekarang untuk bapaknya. Jangan sering-sering di jenguk yah pak si kembar,karena trimester pertama itu masih rawan dan kalau mau jenguk si kembar pake pengaman yah pak,biar gak terjadi kontraksi. Tapi nanti kalau udah trimester tiga,bapak dianjurkan untuk sering-sering jenguk si kembar dan udah bisa gak pake pengaman." Kini bu dokter memberi penjelasan pada Alex.


"Ibu hamil itu mood nya naik-turun,jadi usahakan menjaga mood istrinya,karena akan mempengaruhi perkembangan janin. Dan jangan lupa mengkonsumsi makan makanan sehat. Kalaupun nanti istrinya ngidam makan makanan yang tidak sehat,berikan saja asal jangan terlalu banyak dan terlalu sering." Lanjut bu dokter.


Alex pun mengangguk paham,karena sebelum Risa hamil,Alex sudah lebih dulu membaca artikel seputar ibu hamil dari internet. Karena ia ingin menjadi suami siaga,jadi sebelum Risa hamil ia harus membekali dirinya dengan ilmu seputaran ibu hamil.

__ADS_1


Setelah selesai memeriksa kandungan Risa dan sedikit berkonsultasi,Risa dan Alex pun keluar dari dalam ruangan dokter. Sebelum pulang tak lupa Alex menebus vitamin yang sudah di resepkan bu dokter.


Bersambung...


__ADS_2