
Alex menatap Nia sambil menenggak wine dari gelasnya,ia pun menyeringai. Lalu menghitung dalam hatinya.
"Satu..dua..tiga..empat..lima..enam..tujuh..delapan..sembilan..sepuluh..sebelas..duabe..."
Belum selesai ia menghitung sampai duabelas Nia mulai mengeluarkan gelagat aneh.
"Kamu kenapa?" Tanya Alex pura-pura.
Nia menggeleng. Kesadarannya seperti akan menghilang sebentar lagi. Dan...
Braaaak..Nia menjatuhkan wajahnya di atas meja.
"Yes..Berhasil.." Alex menyeringai.
Alex langsung menggendong Nia dan membawa Nia ke dalam kamar di lantai atas.
⭐⭐⭐⭐⭐
Dari dalam mobil,Risa terus memperhatikan gerak-gerik orang suruhan Alex yang disuruh berjaga didepan vila. Saat orang suruhan Alex itu lengah,Risa cepat-cepat keluar dari mobil dan masuk ke dalam pekarangan vila.
Dengan setengah berlari,Risa mencari keberadaan Nia dan Alex. Risa mendapati Alex dan Nia sedang di halaman belakang. Risa bersembunyi disemak-semak sambil terus memperhatikan gerak-gerik Alex. Ketika mereka selesai makan dan Alex menuangkan wine di gelas Nia,ternyata Nia tidak meminum wine. Alex pun beranjak dari tempat nya menuju dapur. Disaat itu lah Risa keluar dari persembunyian nya.
"Nia..." dengan nafas yang ngos-ngosan dan bicara sepelan-pelannya Risa menghampiri Nia.
Nia menoleh. Keningnya berkerut,mencoba mengingat-ingat dimana ia pernah bertemu wanita yang memanggilnya ini.
"Kamu..!!" Kata Nia setelah mengingat siapa wanita itu,wanita yang ada di foto bersama Irlan.
"Kamu ngapain kamu disini???!!" Tanya Nia lagi.
"Gue gak bisa jelasin sekarang,tapi intinya Alex mau berbuat jahat sama loe. Dan gue minta loe jangan meminum minuman yang dibawa Alex nanti."
"Alex mau berbuat jahat?? Gak mungkin!!!" Kata Nia tak mempercayai perkataan Risa.
"Terserah loe kalau loe gak mau percaya sama gue. Yang penting gue udah kasih tau loe. Alex sekarang lagi naro sesuatu diminuman yang dibawa dia nanti. Kalau loe gak percaya loe bisa pura-pura minum terus loe pura-pura pingsan. Dan loe akan tau apa yang akan Alex lakukan sama loe!!"
__ADS_1
Setelah mengatakan itu Risa kembali lagi ke persembunyiannya,karena mendengar langkah Alex dari dalam.
⭐⭐⭐⭐⭐
Setelah sampai kamar, Alex langsung membaringkan Nia di atas ranjang.
"Loe harus jadi milik gue Nia,karena hanya dengan cara loe jadi milik gue,akan banyak perusahaan-perusahaan yang akan bekerjasama dengan perusahaan bokap gue. Perusahaan bokap gue akan lebih maju,dan bokap gue akan bangga sama gue." Kata Alex sambil mengelus pipi Nia.
Alex mengecup kening Nia,lalu turun ke hidung kemudian ke kedua pipi Nia. Alex terdiam sesaat saat melihat bibir Nia. Entah kenapa saat melihat bibir Nia,gairahnya sama sekali tidak terpancing.
Alex memejamkan matanya sesaat,ia malah membayangkan percintaan panasnya dengan Risa. Saat membayangkan dirinya yang bercinta dengan Risa barulah hasrat Alex meninggi. Ia membuka matanya kembali untuk mencium Nia. Tapi hasratnya hilang seketika saat bibir keduanya sudah tinggal beberapa senti lagi akan bertemu.
Alex menjauhkan tubuhnya dari Nia. Ia ingin mendinginkan kepalanya dulu di kamar mandi.
Saat Alex sudah masuk ke dalam kamar mandi,Nia cepat-cepat turun dari tempat tidur.
Dia berjalan perlahan ke arah pintu,dan membuka pintu itu dengan sangat pelan. Saat Nia akan menuruni anak tangga ia bertemu dengan Risa.
"Sini cepat!!" Risa melambaikan tangannya agar Nia mendekatinya. Nia mulai menapaki kakinya menuruni anak tangga,namun saat dipertengahan anak tangga,tiba-tiba Alex keluar dari dalam kamar.
Dengan cepat Nia menuruni anak tangga. Namun langkah kalinya kalah cepat dengan Alex.
Alex berhasil menangkap Nia. Alex menarik tangan Nia agar kembali naik ke dalam kamar.
"Loe gak akan bisa lari dari gue!!! Loe harus jadi milik gue,HARUS!!!" teriak Alex sambil menarik paksa tangan Nia.
"Lepasin aku kak,lepasin!!!" Nia terus memukul-mukul tangan Alex.
Saat Alex terus memaksa Nia naik dan Nia mencoba menahan dirinya dari tarikan Alex,disitulah Risa datang dari arah belakang dengan membawa sepotong kayu yang lumayan besar. Dan...
Bugh..
Dengan sekali pukulan di bagian belakang kepala Alex,Alex pun jatuh tersungkur.
Nia membulatkan matanya saat melihat Alex yang jatuh tersungkur seketika.
__ADS_1
"Ayo,gak ada waktu buat ngeliatin dia!!" Kata Risa sambil menarik tangan Nia.
Mereka lari dari pintu belakang,karena kalau dari pintu depan,sudah ada dua orang suruhan Alex berjaga.
Mereka mencoba mencari jalan tikus agar bisa keluar dari vila itu. Mereka menyusuri perkebunan teh yang ada disekeliling vila.
Lebih dari setengah jam mereka berputar-putar untuk mencari jalan keluar.
"Auw..." Risa memegang perutnya yang terasa keram. Mungkin akibat terlalu lelah berjalan bahkan dia sempat berlari saat mau keluar dari vila tadi.
Risa pun mendudukkan dirinya di tanah di perkebunan teh itu,lalu menyelonjorkan kakinya.
"Kenapa?" Tanya Nia heran karena Risa mengaduh kesakitan sambil memegang perutnya.
Risa menggeleng.
"Gak pa-pa,mungkin kecapean aja. Gue gak biasa jalan kaki sejauh ini." Bohong Risa.
"Kita istirahat disini dulu kalau gitu." Nia ikut duduk disamping Risa.
"Loe jangan ikut duduk,loe lanjut aja. Gue gak pa-pa."
"Tapi..."
"Yang lagi terancam bahaya itu loe bego,jadi loe cepetan cari jalan besar dan minta pertolongan!!" Sela Risa yang tidak menyetujui kalau Nia ikut istirahat dengannya.
"CEPETAAAAN!!!" teriak Risa kesal karena Nia malah berdiam ditempatnya.
Mau tidak mau setelah diteriaki Risa,Nia pun melanjutkan langkah kakinya menyelusuri perkebunan teh hingga dapat jalan besar.
Setelah Nia pergi,Risa mengusap perutnya.
"Bertahan sayang,bantu mama untuk memperjuangkan papa kamu." Risa berbicara pada janin yang ada di rahimnya,seolah janinnya mengerti akan situasi yang sedang mereka hadapi saat ini.
Setelah perutnya sudah membaik,dengan langkah tertatih,Risa kembali menyusuri jalan itu menuju jalan besar. Menyusul Nia yang sepertinya sudah jauh berada di depannya.
__ADS_1
Bersambung...