Akhir Penderitaan Clarisa

Akhir Penderitaan Clarisa
Part 47


__ADS_3

Risa menganga mendengar cerita mbak Iin,air matanya juga sudah mengalir di pipinya.


"Kami udah berusaha hubungin non Risa sejak ibu koma,tapi nomor non Risa gak pernah aktif. Kami juga gak tau harus hubungin non Risa kemana lagi. Kami minta tolong sama pak Deny sama bu Desy untuk bantu cari non Risa,tapi om sama tante non Risa gak mau bantu. Bahkan sampai ibu gak ada pun,om sama tante non Risa gak muncul. Kami bingung non harus gimana,jadi kami putuskan untuk memakamkan ibu tanpa kehadiran non Risa. Maafin kami non,karena kami gak berusaha mencari non Risa." Kata mbak Nunik.


Risa semakin menangis sejadi-jadinya,seandainya saja Bagas tidak memaksanya mengganti nomor,mungkin saat itu mbak Iin dan mbak Nunik bisa mengabarinya. Tapi ia juga tidak bisa menyalahkan Bagas sepenuhnya,karena Risa juga salah,karena ia tidak langsung memberitahu mbak Iin dan mbak Nunik tentang nomor barunya.


Hati Risa semakin sakit membayangkan saat prosesi pemakaman sang bunda. Bunda Shania yang tidak memiliki sanak saudara,ditambah lagi keluarga ayah Dery yang tidak menyukai sang bunda,dan Risa yang tak hadir di pemakaman,Risa yakin saat prosesi pemakaman sang bunda orang-orang yang datang pasti lebih banyak yang menggosip daripada yang mendoakan.


Mbak Iin dan mbak Nunik berpindah tempat duduk ke sebelah Risa,mereka berdua memeluk Risa dan memberi kekuatan pada Risa. Pelukan mbak Iin dan mbak Nunik sukses membuat Risa lebih tenang dan kuat. Meskipun sekarang Risa sudah yatim piatu,Risa bersyukur karena masih ada mbak Nunik dan mbak Iin yang selalu ada untuk Risa dan memberikan kekuatan untuknya di mulai saat ia kehilangan ayah Dery.


Setelah Risa lebih tenang,Risa pamit masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat. Ia ingin cepat-cepat bangun besok pagi untuk pergi mengunjungi ayah dan bunda nya di rumah abadi mereka. Sangking lelahnya Risa sampai lupa meminum obat yang sudah di berikan dokter Lucky padanya.


⭐⭐⭐⭐⭐


Satu bulan kemudian.


Hari ini Alex tengah bersiap-siap untuk pergi ke kota M,setelah menunggu satu bulan lamanya untuk mencari waktu kosong karena papa Alex yang tak kira-kira memberikan pekerjaan pada Alex membuat niat Alex untuk mencari Risa tertunda selama satu bulan. Namun begitu Alex tetap menyuruh orang kepercayaannya mencari informasi tentang keberadaan Risa di kota M dengan bermodal alamat yang pernah Ayu berikan pada Alex.

__ADS_1


Dan akhirnya orang suruhan Alex pun mengabari pada Alex bahwa Risa tinggal di sebuah ruko dan membuka toko kue di jl xxx di kota M.


Kini Alex sudah berada dalam pesawat kelas first class. Begitu juga dengan dokter Lucky yang berada dalam pesawat yang sama dan kelas yang sama dengan Alex. Ini bukan kali pertamanya dokter Lucky mengunjungi Risa di kota M,melainkan sudah ke dua kalinya.


Dalam waktu satu jam pesawat yang mereka tumpangi akhirnya mendarat di bandara di kota M. Beda dengan Alex yang sudah menyiapkan mobil dan supir untuk menjemputnya di bandara,dokter Lucky hanya menggunakan taksi bandara untuk mengantarnya di hotel xxx. Alex dan dokter Lucky sama-sama menginap di hotel xxx.


Alex mengkerutkan keningnya saat melihat dokter Lucky di lobi hotel.


"Orang itu lagi,kebetulan banget. Dari bandara,pesawat sama hotel samaan." Lirih Alex.


Kini Alex sudah berada dalam kamarnya,karena hari sudah malam dan tubuh Alex juga sudah sangat lelah,karena sebelum berangkat ke kota M,Alex harus menyelesaikan pekerjaannya di kantor,Alex memutuskan untuk mengistirahatkan tubuhnya dan besok pagi barulah ia menghampiri Risa.


Berbeda dengan Alex,setelah menaruh barangnya di dalam kamar,dokter Lucky langsung ke tempat Risa karena ia sudah berjanji pada Risa akan langsung mendatangi Risa kalau ia sudah tiba di kota M.


Keesokan paginya,Alex sudah bersiap untuk mendatangi Risa. Ia pun keluar dari dalam kamarnya dan berjalan menuju lift,namun tak sengaja dokter Lucky menabrak dirinya karena dokter Lucky jalan sambil bermain hp.


Hp dokter Lucky pun jatuh. Mata Alex membulat saat melihat orang yang sedang melakukan video call dengan dokter Lucky,apalagi dokter Lucky memberi nama 'Sayang' untuk orang itu.

__ADS_1


"Maaf." Kata dokter Lucky sambil mengambil hpnya yang terjatuh.


Alex hanya menjawab dengan anggukkan,kemudian ia buru-buru pergi menjauh dari dokter Lucky. Ternyata,secepat apapun Alex menjauh,tujuan mereka tetap sama,yaitu masuk ke dalam lift. Saat dokter Lucky masuk ke dalam lift,Alex langsung memundurkan tubuhnya agar dokter Lucky tak melihatnya. Entah kenapa saat melihat orang yang sedang bervideo call dengan dokter Lucky,Alex menjadi takut dan merinding melihat dokter Lucky.


Setelah pintu lift terbuka,Alex membiarkan dokter Lucky pergi menjauh terlebih dahulu baru ia melangkahkan kakinya keluar dari lobi menuju mobil yang sudah ia sewa,namun kali ini tidak beserta dengan supirnya. Dengan bermodal gps,Alex pergi ke alamat Risa yang diberikan orang suruhannya.


Setelah hampir satu jam ia berkendara membelah jalanan kota M,akhirnya Alex tiba di depan toko kue milik bunda Risa yang kini sudah menjadi miliknya. Alex pun turun dari dalam mobil dan berjalan masuk ke dalam toko kue.


"Selamat pagi pak,ada yang bisa kami bantu?" Sapa salah seorang karyawan toko kue milik Risa. Ada dua orang karyawan yang bertugas melayani pelanggan dan satu orang sebagai kasir. Sedangkan mbak Nunik dan mbak Iin bertugas dibagian dapur.


Toko kue Risa sekarang bukan hanya sekedar toko kue,tapi juga sudah seperti coffee shop.


"Apa ini toko kue milik Clara?!" Alex malah menanyakan kepemilikan toko kue itu.


Jelas karyawan itu menggeleng,karena setaunya nama pemilik toko kue itu Clarisa atau biasa di panggil Risa.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2