
Melihat wajah Bagas yang sudah sangat sendu,Risa paham betul kalau sekarang Bagas sedang menahan hasratnya.
Risa mengangguk dan melingkarkan lengannya di leher Bagas. Bagas tak mau membuang waktunya,ia pun langsung meraup bibir Risa dengan sangat rakus. Bagas menggendong tubuh Risa seperti anak koala menuju kamar Risa. Kamar yang baru pertama kali mereka pergunakan untuk saling melepas hasrat. Dan malam itu Bagas kembali menggagahi Risa dengan alasan atas nama cinta. Namun disetiap gerakan Bagas,tak pernah sekali pun Bagas mengatakan cinta atau meneriakki nama Risa saat mencapai puncak hasratnya.
"Aaaakh.." Bagas mengerang panjang saat ia melepaskan benih-benihnya. Untuk pertama kalinya Bagas menumpahkan benih di dalam rahim Risa.
"Puas banget rasanya Ris setelah kamu pake kontrasepsi. Aku jadi gak perlu takut lupa cabut lagi." Kata Bagas dengan nafas yang masih terengah-engah setelah menumpahkan semua benihnya di dalam.
Bagas langsung merubuhkan tubuhnya di sebelah Risa dan menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka. Bagas melihat jam yang ada didinding kamar Risa yang sudah menunjukkan jam sebelas malam.
Bagas mendudukkan tubuhnya dan menurunkan kakinya ke lantai dan memunguti dan memakai pakaiannya satu persatu.
"Mau kemana mas?" Tanya Risa dengan nafas yang masih terengah-engah.
"Pulang,udah jam segini." Kata Bagas sambil memakai celananya.
Risa melihat jam dinding. Kemudian menghela nafasnya. Ingin sekali Risa protes pada Bagas yang selalu terburu-buru ingin pulang setelah mereka selesai bercinta. Padahal Risa masih ingin bersama Bagas,saling berbagi cerita dan saling bersenda gurau. Tapi bibir Risa kelu tak berani mengeluarkan aksi protesnya.
"Besok mas Bagas kesini?" Tanya Risa sambil mendudukkan tubuhnya sambil tangannya menahan selimut yang ada di dada nya.
"Aku usahakan tapi gak janji." Jawab Bagas. Sekarang Bagas sudah rapih.
Tanpa adanya ciuman perpisahan di kening atau di pipi apalagi di bibir,Bagas berpamitan kemudian keluar dari dalam kamar. Risa pun mengikuti Bagas dengan melilitkan selimut di tubuhnya,ia melangkahkan kakinya menuju pintu depan. Risa mengintip kepergian Bagas dari balik jendela.
"Kamu benar-benar berubah mas." Lirih Risa dengan suara seperti menahan tangis.
🍀🍀🍀🍀🍀
Sebulan sudah berlalu,Bagas sudah menikah dengan Sheilla. Dan sudah hampir tiga minggu Bagas tak mengunjungi Sheilla ataupun menghubungi Risa,karena sekarang Bagas dan Sheilla sedang berada di Paris,karena waktu cuti untuk Sheilla sudah habis. Jadi Bagas juga ikut menemani Sheilla ke Paris sekalian honeymoon. Yah walaupun harus sembunyi-sembunyi dari media disana.
Risa yang tidak pernah lagi mendapatkan kabar dari Bagas,akhirnya memutuskan mencari Bagas di lapangan golf tempat Risa pernah bekerja.
Risa masuk ke dalam lobi menuju ruangan Bagas.
__ADS_1
"Clara...!!" Panggil Silvia dari kejauhan yang melihat Risa seperti ingin masuk ke ruangan Bagas.
Risa yang tau itu suara Silvia,memilih untuk terus berjalan tanpa menghiraukan Silvia yang terus berteriak-teriak memanggil dirinya.
Dengan langkah cepat Risa berjalan menuju ruangan Bagas.
Ceklek. Risa membuka pintu ruangan Bagas tanpa mengetuk pintu dahulu.
Mata Risa membelalak melihat Adit,mantan trainner nya dulu sedang bercumbu dengan salah satu caddy yang bekerja disana.
"Akh..maaf." Risa menutup kembali pintu itu. Sedangkan di dalam ruangan Bagas,Adit dan sang wanita cepat-cepat merapihkan pakaian mereka yang sudah terbuka di bagian dada.
Setelah rapih,si wanita pun keluar dari dalam ruangan Bagas dengan tergesa-gesa. Melihat si wanita sudah keluar,Risa pun masuk kembali ke dalam ruangan Bagas.
"Maaf pak Adit saya menganggu." Kata Risa menyesal karena sudah menganggu kesenangan mantan trainner nya itu.
"Udah lah,gak usah di pikirin. Ada perlu apa kamu kemari?" Tanya Adit.
"Apa mas Bagas belum datang?"
Adit menggeleng.
"Ada perlu apa mencari Bagas?" Tanya Adit berhati-hati.
"Mas Bagas sudah tiga minggu gak bisa di hubungi,dia juga gak pernah menghubungi aku. Aku takut terjadi apa-apa sama mas Bagas."
Adit menghela nafasnya. Ternyata Bagas masih memiliki hubungan dengan Risa dan ternyata Bagas tak memberitahu Risa tentang pernikahannya dengan Sheilla. Kini Adit bingung apa yang harus ia katakan pada Risa,tidak mungkin Adit mengatakan pada Risa kalau Bagas sebenarnya sudah menikah dengan perempuan lain,Adit benar-benar tak tega untuk mengatakan hal itu.
Baru saja Adit ingin membuka mulut untuk mengatakan tidak tahu,tiba-tiba pintu ruangan Bagas terbuka.
Mata Adit membelalak sempurna melihat kedatangan om nya yang adalah papa Cakra,papa nya Bagas.
"Om Cakra." Lirih Adit.
__ADS_1
Risa menoleh,walau Risa tau nama pemilik tempat ia pernah bekerja adalah Cakra Pradipta,tapi ia tak pernah melihat sosok pemilik lapangan golf itu selama setahun lebih Risa bekerja disana.
"Kamu yang namanya Clarisa?" Tanya papa Cakra dengan tatapan membunuh.
Risa mengangguk.
Melihat tatapan om nya yang melihat Risa,Adit tau ada hal tidak baik yang akan terjadi jika dirinya masih ada disana. Adit memilih untuk keluar dari ruangan Bagas.
Setelah Adit keluar,dengan langkah angkuhnya papa Cakra berjalan ke arah kursi kebesaran Bagas.
"Untuk apa kamu datang kemari? Mau mencari anak saya?" Tanya papa Cakra to the point dengan nada mengintimidasi.
Risa menelan slivanya susah payah mendapat intimidasi dari papa Cakra.
"Ah...itu...anu om..eh pak." Jawab Risa terbata-bata sangking gugupnya.
"Untuk apa kamu menemui anak saya? Apa kamu mau meminta pertanggung jawaban dari anak saya karena kamu hamil?"
Risa membelalakkan mata mendapat tuduhan dari papa Cakra.
"Maksud om apa?" Risa memberanikan diri menatap mata tajam papa Cakra.
"Cih...saya tau apa yang diinginkan perempuan seperti mu. Kamu mau berapa saya akan berikan,asal kamu gugurkan kandungan kamu dan jauhi anak saya."
Risa menghela nafasnya mencoba menahan emosinya yang sudah di ubun-ubun.
"Maaf om,sepertinya om salah paham dengan saya."
"Apa salah paham?" Tanya papa Cakra sinis.
"Lalu untuk apa kamu mengejar laki-laki yang sudah menjadi suami orang?" Lanjut papa Cakra membuka rahasia yang di sembunyikan Bagas.
Mata Risa membelalak,ia kaget mendengar perkataan papa Cakra.
__ADS_1
Bersambung...