Akhir Penderitaan Clarisa

Akhir Penderitaan Clarisa
Part 22


__ADS_3

Rencana pun berjalan mulus, setelah mendapat tanda tangan di atas materai,Risa pun keluar dari dalam kamar hotel yang Risa pesan atas nama pak Darwin. Namun sebelum keluar dari dalam kamar hotel,Risa memfoto dirinya dan pak Darwin yang seolah-olah sedang melakukan pelecehan padanya,foto itu di gunakan untuk berjaga-jaga saja jika nanti pak Darwin berkilah dan menuntut Risa. Dirasa semuanya beres, Risa pun meninggalkan pak Darwin yang sekarang tertidur pulas,karena dosis obat tidur yang Risa masukkan ke dalam minumannya sangat tinggi.


Risa pun menghubungi Alex dan mengatakan kalau ia sudah membereskan klien terakhirnya. Karena klien pertama dan kedua sudah mendatangi Alex dan menandatangani kerjasama dengan AB Properti.


"Gue yakin besok pagi pak Darwin akan datang nemuin loe.!"


"Oke gue tunggu. Dan kalau besok pak Darwin datang dan tanda tangan kontrak kerjasama,gue akan temui loe dan berterimakasih langsung ke loe.!"


Panggilan pun berakhir. Risa melanjutkan langkahnya untuk keluar dari gedung hotel.


Sedangkan Alex yang masih berada di dalam kantornya,tersenyum puas dengan cara kerja Risa yang sangat cepat.


Keesokan paginya,sesuai dengan perkataan Risa,pak Darwin datang menemui Alex dan menandatangani kontrak kerjasama dengan AB Properti. Bukan tanpa sebab ia kesana,pasalnya Risa mengirimkan copyan surat perjanjian itu ke ruangan pak Darwin. Pak Darwin yang kaget pun langsung menghubungi Risa. Seperti dugaan Risa,pak Darwin malah mau menuntut balik Risa,namun Risa tak gentar,ia malah mengirimkan foto-foto itu ke nomor pak Darwin dan mengancam akan menyebarkan foto-foto itu. Takut kalau sampai foto itu tersebar,pak Darwin pun menyetujui untuk bekerjasama dengan perusahaan papa Alex.


🍀🍀🍀🍀🍀


Setelah ketiga investor yang sempat menolak kerjasama dengan AB Properti mau menandatangani kontrak kerjasama,Alex kembali menghubungi Risa untuk berterimakasih. Dan sesuai kesepakatan mereka akan kembali bertemu di hotel tempat mereka ons malam itu. Sebenarnya Alex ingin menjemput Risa di rumahnya,tapi Risa menolak dan meminta agar mereka bertemu di hotel saja.


Kini Risa dan Alex sudah berada di dalam kamar hotel.


"Makasih udah bantu gue untuk yakinin para investor-investor itu." Kata Alex sambil menyesap minuman beralkohol yang ia bawa sebelumnya.


"Sama-sama. Kalau loe butuh bantuan gue lagi,gue siap kok bantu loe." Jawab Risa yang duduk didepan Alex.


"Tapi gue penasaran,gimana cara loe untuk ngeyakinin mereka?!"

__ADS_1


"Loe gak perlu tau,yang penting kan mereka mau tanda tangan kontrak,iya kan?!"


"Ya..ya..ya. Jadi,loe mau imbalan apa dari gue?!"


"Imbalan?!"


Alex mengangguk.


"Gue ikhlas ngebantu loe."


Alex tak percaya dengan apa yang di katakan Risa,Alex pun berdiri dari duduknya dan mendekati Risa. Risa mendongakkan wajahnya untuk melihat tujuan Alex mendekat padanya.


Alex menyandarkan bokongnya di pinggiran meja,tangannya mulai mengelus pipi Risa.


Risa mengkerutkan keningnya tidak paham akan kata-kata Alex.


"Maksudnya?!"


"Oh..ayo lah Ra,gak usah sok polos. Waktu itu kita melakukannya kan dalam keadaan tidak sadar,bagaimana kalau malam ini kita lakukan itu lagi,gue pengen kita ngelakuin itu lagi dalam keadaan sadar." Kata Alex dengan gerakan tangan yang tak henti menyusuri wajah sampai leher Risa.


Risa menelan slivanya susah payah. Ia bukan gadis polos yang tak mengerti akan maksud Alex. Tapi ia bingung bagaimana cara ia menolak keinginan Alex. Tidak mungkin ia kembali melakukan hubungan terlarang itu.


Disaat Risa sedang memikirkan cara untuk menolak keinginan Alex,tiba-tiba Alex mengangkat tubuh Risa seperti mengangkat karung beras. Alex merebahkan tubuh Risa ke atas ranjang dan menindihnya. Ciuman yang lembut pun mendarat di bibir Risa.


Risa yang awalnya menutup rapat bibirnya,akhirnya pertahanannya pun runtuh juga,disaat tangan Alex mulai bergerilya kemana-mana. Risa pun membalas ciuman yang Alex berikan. Ciuman yang tadinya lembut,kini semakin panas. Karena terlalu menikmati permainan Alex,Risa sampai tidak sadar kalau kini hanya ada segitiga berenda yang menempel di tubuhnya. Risa baru sadar,ketika Alex menghentikan aksinya sejenak untuk melepaskan pakaian yang menempel di tubuhnya.

__ADS_1


Risa menelan slivanya susah payah saat melihat roti sobek milik Alex,walaupun ia pernah melihat roti sobek milik Bagas,tapi entah kenapa melihat roti sobek dan cetakan benda kramat milik Alex yang masih terbungkus kain,jantung Risa berdegup kencang.


Alex kembali mendekati Risa dan menindih tubuhnya dan kembali melakukan pemanasan pada Risa.


"Lex stop. Kita gak bisa ngelakuin ini." Sepertinya akal sehat Risa kembali datang.


Alex menggeleng. Tak mungkin ia menghentikan aksinya disaat hasratnya sudah di ubun-ubun.


"Terlambat Ra,tubuh gue udah kecanduan sama tubuh loe.!!" Alex pun kembali melanjutkan aksinya. Membuat Risa menutup matanya dan menikmati permainan Alex,ia tak sanggup menolak sentuhan-sentuhan yang Alex berikan,tubuhnya seperti sedang terkena hipnotis. Cara Alex memperlakukan Risa sangat berbeda dengan cara Bagas memperlakukannya,dan itu yang membuat Risa menjadi terbuai.


Kenyamanan yang Alex berikan membuat akal sehat Risa menghilang,ia tidak peduli jika harus kembali masuk dalam kubangan dosa. Karena dipikiran Risa percuma saja ia bersikap sok suci dan sok polos,dimata Alex,Risa tetaplah seorang jalang.


Risa membuka matanya saat Alex berhenti memberikan sentuhan padanya,ia melihat Alex yang kembali memungut celananya di lantai.


"Kenapa?!" Tanya Risa dengan nafas yang terengah-engah.


"Ambil pengaman dulu." Jawab Alex sambil membuka dompetnya dan mengeluarkan pengaman dari dalam.


Risa terduduk dan merampas pengaman itu dari tangan Alex.


"Gak usah pake begituan. Kalau loe takut gue hamil,tenang aja karena gue pake alat kontrasepsi di dalam sini."


Tanpa pikir panjang lagi,Alex kembali menerjang Risa. Dan malam itu,mereka kembali berbagi keringat melalui olahraga ranjang. Namun kali ini terasa sangat berbeda,karena kali ini mereka dalam keadaan sama-sama sadar. Bahkan saat Alex mencapai puncaknya,Alex menyebut nama Clara. Setelah selesai dengan pelepasannya,Alex mencium kening,pipi serta bibir dan tak lupa mengucapkan terimakasih pada Risa sebelum ia menarik tubuhnya dari atas tubuh Risa dan membaringkan tubuhnya disamping Risa. Alex menarik selimut untuk menutupi tubuh keduanya,bahkan Alex menaruh tangannya untuk di jadikan bantalan kepala Risa dan menarik tangan Risa agar memeluk tubuhnya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2