
Alex bukan tidak mempercayai perkataan Risa,hanya saja ia berpikir kalau bisa saja Bagas sengaja memeluk Risa dan menyuruh orang untuk memotret pose mereka yang sedang berpelukan kemudian mengirimkannya pada Alex sehingga membuat Alex jadi salah paham dengan Risa.
"Ini." Risa menyodorkan laptop itu pada Alex.
"Bikinin aku kopi Ra." Pinta Alex pada sang istri sambil mengambil laptop yang Risa sodorkan.
Setelah laptop di tangan Alex,Risa pun berjalan ke arah dapur untuk membuatkan kopi untuk Alex.
"Ra sekalian cemilannya,aku laper dari siang belum makan!!" Teriak Alex lagi saat Risa sudah berada di dapur.
Ia sengaja membuat Risa berlama-lama di dapur,agar Alex bisa menyelidiki apa yang ia curigai.
"Iya. Aku bikinin nugget sama kentang goreng aja yah." Jawab Risa dari dapur.
"Oke." Balas Alex.
Alex pun mulai membuka rekaman cctv. Ia memperhatikan setiap gerak-gerik Bagas mulai dari kedatangannya.
"Dia dateng sendiri. Terus mana orang suruhannya." Gumam Alex. Matanya pun sibuk melihat sekeliling toko. Alex memicingkan matanya saat melihat seseorang dari dalam mobil sedang memotret ke arah toko.
"Apa dia orangnya?!" Gumam Alex menerka-nerka.
"Gue harus turun tangan sendiri untuk cari tau.!" Gumam Alex lagi. Ia masih berpikir kalau ini adalah ulah Bagas,tapi ia tak mau membuat serangan balik ke Bagas sebelum ia mendapat bukti yang akurat tentang siapa pelaku yang sebenarnya.
Tak lama Risa datang dengan nampan yang berisi pesanan Alex.
"Belum makan dari siang kok malah minta beginian sih darl?! Aku bikinin nasi goreng aja mau gak?" Tanya Risa yang khawatir.
Alex menggeleng.
"Gak usah Ra,ini buat ganjel perut aja. Kamu gak usah masak. Kita makan di luar aja nanti,ajak juga mbak Nunik sama mbak Iin makan di luar bareng kita."
Risa menganggukkan kepalanya. Ia pun langsung turun ke bawah untuk mengajak mbak Nunik dan mbak Iin makan malam bersama.
🍀🍀🍀🍀🍀
Setelah selesai mengisi perut,Alex langsung mengendarai mobilnya menuju rumah mereka.
__ADS_1
Kini mobil Alex sudah terparkir mulus di garasi rumah Alex dan Risa.
"Makasih yah mas Alex udah traktir kita di restoran mahal." Kata mbak Iin dengan wajah yang sangat sumringah setelah mereka turun dari dalam mobil.
"Sama-sama mbak. Udah ayo masuk." Ajak Alex pada dua perempuan yang sudah Alex dan Risa anggap sebagai keluarga mereka. Status mbak Iin dan mbak Nunik bukan lah lagi asisten rumah tangga,melainkan sudah menjadi keluarga. Bahkan mbak Nunik dan mbak Iin sudah di masukkan ke dalam kartu keluarga Alex dan Risa sebagai famili lain.
Di rumah itu,mbak Nunik dan mbak Iin juga tidak tidur di kamar khusus art,melainkan Risa memberikan satu kamar yang cukup luas untuk mbak Iin dan mbak Nunik. Namun walau Alex dan Risa sudah menganggap mereka keluarga,tidak membuat mbak Nunik dan mbak Iin menjadi besar kepala. Tiap pagi sebelum mereka semua pergi meninggalkan rumah untuk mengais rejeki,mbak Nunik dan mbak Iin selalu membersihkan serta mencuci pakaian Alex dan Risa,serta menyiapkan sarapan untuk mereka. Maklum,Alex tidak memakai jasa art di rumah itu,ia hanya memanggil petugas kebersihan dari penyedia jasa seminggu sekali untuk membersihkan rumah mereka. Karena Alex hanya mau orang yang sangat ia percayai saja yang bisa menetap di rumah itu.
"Kamu duluan yang mandi,atau aku duluan?" Tanya Risa setelah mereka berada di dalam kamar.
"Kamu duluan aja Ra. Aku mau ngecek laporan keuangan bengkel aku yang di kota besar dulu." Jawab Alex. Alex sudah memberitahu Risa tentang tiga bengkel yang Alex miliki di kota besar.
Risa pun mengangguk. Ia pun berjalan ke arah kamar mandi meninggalkan Alex yang duduk di sofa sambil memegang ipadnya.
Setelah Risa masuk ke dalam kamar mandi,cepat-cepat Alex mengambil hp nya dan menghubungi orang kepercayaannya.
"Gue butuh bantuan loe!" kata Alex to the point pada orang yang ada diseberang telepon.
"Apa?"
"Gue minta loe cari tau tentang dua orang yang mencurigakan. Dan cari tau juga siapa-siapa aja yang mereka temui dalam kurun waktu sebulan ini."
Alex langsung mengakhiri panggilannya dan mengirim foto Bagas serta laki-laki yang mencurigakan yang ada di depan toko kue Risa.
Setelah mengirim pesan untuk orang kepercayaannya,cepat-cepat Alex menghapus panggilan terakhirnya dan pesan yang ia kirim untuk orang kepercayaannya itu,agar tidak ketahuan oleh Risa kalau ia sedang melakukan investigasi saat Risa menyidak hp nya.
Setelah Risa keluar dari dalam kamar mandi,gantian Alex lah yang masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Lima belas menit kemudian Alex pun keluar dari dalam kamar mandi.
Alex mendekati Risa yang sedang memakai rangkaian perawatan wajah di meja rias dan memeluk Risa dari belakang.
"Maaf yah Ra,tadi aku udah bentak-bentak kamu." Alex masih merasa bersalah karena sudah membentak istrinya.
"Udah lah darl gak usah di bahas lagi,yang penting kan kamu percaya sama aku."
"Makasih yah Ra,kamu udah sabar banget menghadapi aku yang super emosi dan cemburuan ini."
Risa membalikkan tubuhnya untuk berhadapan dengan suaminya.
__ADS_1
"Sama-sama darl,itu kan udah tugas aku sebagai istri kamu. Disaat kamu jadi api,aku jadi air,dan disaat aku yang jadi api,kamu lah yang jadi air."
"Gak salah memang aku menetapkan hati aku sama kamu Ra." Kata Alex sambil menangkup wajah istrinya. Ciuman lembut pun Alex daratkan di bibir Alex.
Ciuman yang tadinya lembut makin lama makin panas dan bergairah. Alex yang sudah merasakan hasrat yang berada di ubun-ubun,langsung menggendong Risa seperti anak koala menuju ranjang mereka tanpa melepaskan pungutan bibir mereka.
Alex pun membaringkan Risa diatas ranjang dan menindihnya. Sengatan-sengatan di area sensitif Risa pun berikan sebelum Alex masuk ke dalam permainan yang sesungguhnya. Risa yang sudah tidak tahan untuk masuk ke dalam permainan yang sesungguhnya karena Alex yang terlalu lama memberikan sengatan,langsung mendorong tubuh Alex dan membalikkan keadaan. Kini Risa lah yang berada di atas Alex.
Karena Alex hanya menggunakan handuk,jadi hanya dengan satu tarikan,Risa sudah berhasil membuat Alex dalam keadaan polos. Tangan lincah Risa langsung bermain dengan benda kramat milik Alex.
"Sshh...aakkh..Ra." desah Alex.
"Kamu suka darl?!" Tanya Risa saat melihat wajah Alex yang sudah memerah karena hasrat yang memburu sambil tangannya terus bermain dengan benda kramat itu.
"Banget Ra."
Mendengar Alex yang terus mendesah,Risa makin tak sabar untuk masuk ke dalam permainan. Ia pun menghentikan permainan tangannya dan mulai membuka baju tidur berbahan satin yang ia pakai serta pakaian dalam yang membungkus aset berharganya yang hanya boleh terjamah oleh sang suami saja.
Risa kembali menindih tubuh Alex dan memberikan sengatan kecil pada sang suami sebelum ia memasukkan benda kramat sang suami ke dalam lembah lembab miliknya. Dirasa sudah cukup memberikan sengatan,tangan Risa pun kembali memegang benda kramat Alex dan perlahan menggiring benda kramat itu masuk ke dalam lembah. Namun baru saja di depan pintu lembah,tangan Alex menahan tangan Risa. Dan dengan cepat Alex membalikkan tubuh Risa,gantian kini Alex lah yang menindih tubuh Risa.
"Biar aku aja Ra." Kata Alex dengan suara yang sudah berat.
Ia sengaja tak membiarkan Risa memimpin permainan,bukan karena tidak suka,hanya saja ia membaca beberapa artikel di internet bagaimana gaya bercinta yang bisa membuat istri cepat hamil. Dan Alex ingin mempraktekkan gaya-gaya itu,dengan harapan sang istri bisa kembali hamil.
Pertempuran panas setelah pertengkaran kecil pun terjadi,semua gaya yang Alex baca di internet pun Alex peragakan
Setelah hampir satu jam ranjang berguncang,akhirnya Alex dan Risa sama-sama tiba di puncak kenikmatan.
"Arrghh darl...arrgh Ra.." Erang Risa dan Alex bersamaan saat mereka merasakan pelepasan bersamaan.
Risa langsung membaringkan tubuhnya dengan posisi telungkup dan Alex juga langsung ambruk di atas punggung Risa,karena gaya terakhir yang Alex pakai adalah ***** *****.
Setelah semua benih Alex tersemai dan benda kramat tak lagi menegang,Alex membaringkan tubuhnya di sebelah Risa dan membawa Risa kedalam pelukannya.
Cup cup cup. Ciuman bertubi-tubi Alex daratkan ke kening istrinya.
"Makasih yah sayang. I love you Ra." Alex selalu mengucapkan kata terimakasih dan kata-kata cinta untuk Risa setiap mereka selesai bercinta. Dan itu membuat Risa merasa sangat di hargai sebagai seorang istri,karena itu menandakan kalau Alex melakukannya atas dasar cinta.
__ADS_1
Bersambung...