Akhir Penderitaan Clarisa

Akhir Penderitaan Clarisa
Part 104


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan pukul lima sore dan inilah saatnya Risa untuk masuk ke ruang operasi. Mama Alex,ketiga kakak Alex serta mbak Nunik dan mbak Iin juga sudah berkumpul di kamar rawat Risa. Papa Alex tidak ikut kerumah sakit,karena kondisinya yang belum pulih seutuhnya. Sebenarnya pengobatan papa Alex belum lah selesai,tapi mama dan papa Alex sengaja pulang ke negara mereka seminggu sebelum jadwal Risa melahirkan dan akan kembali lagi ke Singapore seminggu setelah cucu mereka lahir.


Sebelum Risa di bawa keruang operasi,tak lupa mereka berdoa bersama terlebih dahulu. Setelah doa untuk kelancaran proses Risa melahirkan di panjatkan,baru lah tim medis membawa Risa keluar dari kamar rawatnya menggunakan kursi roda. Alex yang ingin menemani Risa di ruang operasi pun mengikuti dari belakang. Sesampainya di depan pintu ruang operasi,salah satu perawat meminta Alex mensterilkan tubuhnya dulu dan memakai jubah khusus untuk masuk ke dalam ruang operasi. Sedangkan mama Alex,ketiga kakak Alex,mbak Nunik dan mbak Iin menunggu di depan pintu ruang operasi.


Kini Alex sudah berada di dalam ruang operasi bersama Risa. Sebelum menghampiri Risa,Alex menyerahkan kamera untuk mengabadikan kelahiran si kembar yang sudah di beri ijin oleh pihak rumah sakit untuk mengabadikan momen si kembar.


Setelah menyerahkan kamera itu barulah Alex berjalan mendekati Risa.


Cup. Ia langsung mencium kening istrinya saat sudah berada di atas kepala Risa.


"Yang relaks yah Ra,kamu bayangin aja wajah anak-anak kita."


Risa yang sudah dalam pengaruh obat bius hanya sanggup mengangguk lemah.


Sama seperti Risa sebelum masuk ke ruang operasi,para tim medis yang ada di ruang operasi tak lupa berdoa bersama sebelum melakukan tugas mereka.


"Kita mulai yah. Operasi di mulai pukul 17.15." Kata dokter yang akan mengoperasi Risa. Setelah mengatakan itu dokter pun mulai melakukan sayatan di perut bagian bawah Risa untuk mengeluarkan si kembar.


Setelah hampir satu jam,akhirnya suara tangis bayi Risa dan Alex yang pertama memecah keheningan dan ketegangan ruang operasi.


"Oweeeek...oweeek...oweeek!!" Tangis yang begitu kencang menandakan kalau bayi yang baru keluar terlahir sehat dan normal.


"Selamat yah pak,anak pertamanya laki-laki." Kata perawat yang menjadi asisten sang dokter. Perawat itu pun mengantarkan bayi pertama Risa ke hadapan Risa dan Alex agar Alex dan Risa bisa mencium bayi mereka sebelum si perawat menyerahkan ke dokter anak yang juga hadir di ruang operasi untuk mengecek kondisi bayi Risa secara keseluruhan.


Hanya berselang lima menit,bayi yang kedua juga berhasil di keluarkan dari dalam perut Risa. Sama halnya dengan bayi pertama,bayi kedua juga mengeluarkan suara tangis yang sangat kencang.


"Selamat yah pak-buk,anak keduanya juga laki-laki." Kata perawat itu lagi,kemudian mengantarkan bayi yang kedua pada Risa dan Alex agar mereka bisa mencium bayi yang kedua sebelum si perawat menyerahkan pada dokter anak sama seperti bayi pertama.


Rasa syukur dan bahagia tak henti-hentinya Alex dan Risa ucapkan,karena si kembar yang sudah sangat di nantikan akhirnya terlahir ke dunia.


"Sudah punya namanya pak-buk? Biar sekalian kami keluarkan akte kelahirannya?" Salah satu perawat.

__ADS_1


Alex dan Risa saling berpandangan,tak lama Alex menganggukkan kepalanya.


"Sudah sus." Jawab Alex mantap.


"Yang pertama namanya Agam Johnson dan yang kedua namanya Agler Johnson." Kata Alex lagi.


"Baik pak. Kalau gitu,habis ini bapak bisa mengurusnya di administrasi untuk mendaftarkan nama si kembar dan mengisi beberapa formulir." Kata perawat itu lagi.


Alex pun mengangguk paham.


Setelah baby double A di periksa oleh dokter anak dan sudah di bersihkan oleh bidan,Alex pun diminta untuk mengikuti bidan ke ruangan khusus untuk melakukan skin to skin antara ayah dan anak. Namun sebelumya Alex di minta untuk membersihkan tubuhnya lebih dulu.


⭐⭐⭐⭐⭐


Kini Risa sudah berada dalam kamar rawat bersama,mama Alex,ketiga kakak Alex,mbak Nunik dan mbak Iin serta baby Agam dan Agler. Sedangkan Alex,ia pergi ke administrasi untuk mengurus akte lahir bayi kembarnya yang akan langsung di keluarkan oleh rumah sakit. Jadi ia tidak perlu repot-repot lagi mengurus akte lahir si kembar,paling hanya menambahkan nama si kembar ke dalam kartu keluarga saja.


Mama Alex yang gemas dengan cucu kembarnya itu tak ingin melepaskan sang cucu kembar dari gendongannya. Mama Alex baru melepaskan ketika si kembar menangis.


"Tapi ASI Clara belum keluar mah."


"Gak pa-pa,di coba aja. Air liur dan sedotan anak kamu yang akan memancing ASI kamu keluar." Mama Alex pun menyerahkan baby Agam terlebih dulu pada salah satu kakak Alex karena sekarang mama Alex juga sedang menggendong baby Agler.


Karena Risa yang belum sanggup untuk memiringkan tubuhnya,jadi kakak Alex yang sedang memegang baby Agam meletakkan baby Agam di atas dada Risa.


"Ssshhh....aaauuw sakit..." ringis Risa kesakitan saat merasakan baby Agam menyedot sumber kehidupanya.


"Emang gitu dek kalau baru pertama kali netein,tapi lama kelamaan kamu akan biasa kok. Malah kalau kamu gak keluarin ASI kamu dari pabriknya,bisa-bisa pabrik susu kamu jadi bengkak dan sakit." Kata salah satu kakak Alex yang mendengar rintihan Risa.


"Oooh."


Setelah baby Agam melepaskan sendiri mulutnya dari pabrik susu Risa,gantian giliran baby Agler yang merasakan rasanya pabrik susu Risa yang belum memproduksi ASI. Sedangkan baby Agam kembali di baringkan ke dalam box bayi.

__ADS_1


"Kalau ASI aku gak keluar-keluar gimana mah?" Tanya Risa pesimis.


"Keluar,pasti keluar. Asal gak gampang putus asa dan rajin mengASIhi si kembar pasti keluar kok ASI kamu. Nanti mama suruh Alex beli ASI booster untuk kamu." Jawab mama Alex sambil mengelus kepala Risa.


Sama seperti baby Agam,baby Agler baru di baringkan kembali ke dalam box bayi setelah baby Agler melepas sendiri mulutnya dari pabrik susu Risa.


Setelah mengASIhi putra kembarnya,Risa yang masih di pengaruhi obat bius,langsung tertidur kembali.


Ceklek. Alex membuka pintu kamar rawat Risa.


"Pelan-pelan Lex!! anak-istri kamu lagi tidur!" Tegur mama Alex karena Alex membuka pintu agak sedikit kasar.


"Ups..sori."


Alex pun langsung berjalan menuju box bayi putra kembarnya dimana mama Alex juga berdiri memandang cucu kembarnya.


"Kalau papa kamu tau,si kembar berjenis kelamin laki-laki,pasti papa kamu senangnya banget Lex." Kata mama Alex sambil matanya tak berhenti memandang cucu-cucu nya yang sedang tertidur pulas.


Alex dan Risa memang sengaja tak memberitahukan jenis kelamin anak mereka kepada orangtua Alex,karena Alex takut hasil usg tak sama dengan kenyataan ketika anak mereka lahir. Jadi biarlah orangtua Alex tau jenis kelamin anak mereka ketika si kembar terlahir ke dunia.


Alex pun menyetujui kata-kata mamanya.


"Kamu jangan buat Clara stres dan capek yah Lex,karena akan mempengaruhi produksi ASI nya dan yang lebih parah Clara bisa kena baby blues nanti." Saran salah satu kakak Alex.


"Pasti lah itu kak. Makanya Alex datangkan mbak Nunik sama mbak Iin. Alex juga akan mencari dua baby sitter lagi untuk membantu mbak Nunik dan mbak Iin. Kalau urusan Clara,biar Alex yang akan turun tangan sendiri ngurus dia."


Mendengar jawaban sang adik,ketiga kakak Alex tersenyum,menurut mereka adik laki-laki satu-satunya itu adalah tipe suami idaman. Karena,meski ketiga kakak Alex sudah memiliki anak lebih dari satu,tapi tidak ada satu pun dari suami-suami mereka yang mengurus mereka pasca melahirkan. Karena pasca melahirkan mereka hanya di urus oleh mertua ataupun mama Alex bergantian,itu pun paling lama hanya sampai tiga minggu.


Setelah berbincang-bincang sebentar,mama Alex dan ketiga kakaknya pun pamit pulang. Sebelum pulang,mama Alex tak lupa mengingatkan Alex untuk membeli ASI booster untuk Risa.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2