
"kamu nyari apa? Apa ada yang hilang lagi?!" Tanya dokter Lucky penasaran.
Risa mengangguk.
"Buku harian aku?!" Jawab Risa sambil tetap mencari keberadaan buku hariannya.
"Buku harian? Cuma itu?!" Tanya dokter Lucky tidak percaya kalau hanya itu yang hilang. Kini dokter Lucky percaya kalau yang masuk ke dalam rumah Risa bukan lah maling melainkan Alex.
Dokter Lucky menghampiri Risa,dan menghentikan pergerakan tangan Risa.
"Udah gak usah di cari. Mending sekarang kamu cepat kemasi barang-barang kamu,dan pergi dari tempat ini. Kalau memang itu Alex,pasti dia sudah tau kebenaran tentang kamu,mungkin sekarang dia nyusul kamu ke rumah sakit,kalau sampai dia tau kamu gak ada lagi di rumah sakit,bisa aja dia balik lagi kesini. Sekarang terserah kamu,kalau kamu tetap mau sama dia,silahkan kamu tinggal disini,tapi kalau kamu gak mau lagi berurusan sama dia,mending kamu pergi dari sini."
Otak Risa pun bekerja cepat memikirkan pilihan apa yang harus ia ambil. Dan dia memutuskan untuk pergi dan tidak lagi berurusan dengan Alex. Ia benar-benar ingin membuka lembaran baru hidupnya,mungkin ini karma yang harus ia terima karena sempat terbuai dengan kehidupan di kota besar sewaktu dirinya bersama Bagas. Sampai-sampai ia melupakan bundanya yang ia tidak tau bagaimana kabar bundanya sekarang,karena sudah sangat lama Risa tidak menghubungi mbak Nunik dan mbak Iin.
"Tunggu,aku akan mengemasi barang-barang ku." Risa pun berjalan ke ruang ganti dan mengambil kopernya dan memasukkan barang-barang penting yang akan ia bawa.
Setelah semua beres,dokter Lucky dan Risa pun keluar dari dalam rumah Risa. Melangkahkan kaki mereka menuju mobil dokter Lucky. Setelah mereka masuk ke dalam mobil,dokter Lucky pun menyalakan mesin mobil dan melajukan mobilnya pergi dari depan rumah Risa.
"Sekarang tujuan kamu kemana?!" Tanya dokter Lucky setelah mereka keluar dari gardu perumahan.
"Kita ke hotel dulu sementara dok. Masih ada beberapa urusan yang harus aku selesaikan. Kalau semua sudah beres,baru nanti aku pikirkan kemana langkah ku akan pergi."
Dokter Lucky pun mengangguk paham,sebenarnya ia sangat penasaran urusan apa yang ingin Risa selesaikan. Tapi ia tidak ingin terlalu banyak bertanya,karena takut akan membuat Risa semakin stress.
Sesuai permintaan Risa yang meminta di antarkan ke hotel tempat Risa dan Alex biasa bertemu. Kini mereka sudah sampai di hotel tersebut,dokter Lucky pun mereservasi kamar hotel untuk Risa menggunakan namanya. Setelah selesai dengan administrasinya,dokter Lucky membantu Risa membawakan barang-barangnya sampai di dalam kamar. Setelah semua beres,baru lah dokter Lucky berpamitan pulang.
🍀🍀🍀🍀🍀
Dengan langkah panjang Alex menyusuri lorong rumah sakit tempat Risa di rawat.
BRAAAK.. Alex membuka pintu kamar Risa dengan kasar. Namun saat ia membuka pintu itu,kamar Risa sudah kosong. Alex berjalan ke arah kamar mandi,mungkin saja Risa sedang berada di dalam kamar mandi.
Tok tok tok
__ADS_1
"Ra...Clara..kamu di dalam?" Tanya Alex.
Karena tidak ada jawaban,Alex pun membuka pintu kamar mandi itu,dan hasilnya pun sama. Kosong. Alex yang mulai panik pun keluar dari dalam kamar mandi.
Dengan setengah berlari,Alex keluar dari dalam kamar Risa menuju pos jaga perawat untuk menanyakan keberadaan Risa.
"Sus...pasien atas nama Clara kemana?!" Tanya Alex panik.
"Oh bu Clara,beliau sudah keluar pak."
"Apa???? Keluar??? Kok bisa??"
"Saya kurang tau juga pak,dokter Lucky yang sudah memberikan izin bu Clara pulang."
Alex menggusar rambutnya kasar.
"Jam berapa Clara keluar dari rumah sakit?!"
"Sekitar jam sembilanan lah pak."
"Terimakasih sus." Alex pun pergi dari hadapan suster yang sedang berjaga.
Tujuannya sekarang adalah rumah Risa yang baru saja ia datangi.
Butuh waktu cukup lama untuk sampai di rumah Risa,karena rumah sakit tempat Risa di rawat masih berada di daerah puncak.
Kini mobil Alex sudah berada di depan rumah Risa lagi. Cepat-cepat ia turun dari dalam mobil menuju rumah Risa.
Alex memutar handle pintu yang ternyata tidak di kunci oleh Risa sebelum ia pergi bersama dokter Lucky tadi. Alex pun melangkahkan kakinya menuju kamar Risa.
"Ra..." panggil Alex begitu ia membuka pintu kamar Risa. Tapi ternyata kamar itu kosong,Alex berjalan ke arah kamar mandi yang ada di dalam kamar,tapi Risa juga tidak ada disana saat Alex membuka pintu kamar mandi itu.
"Apa dia gak pulang kesini?!" Alex bertanya-tanya.
__ADS_1
Tapi kemudian,matanya beralih ke meja rias. Tak ada lagi laptop yang tadi sempat ia gunakan. Alex pun kembali panik,ia berjalan ke ruang ganti dan membuka lemari pakaian milik Risa,betapa kagetnya Alex saat melihat lemari itu sudah kosong.
"Jangan bilang loe mau kabur dari gue Ra.!!! Loe gak boleh kemana-mana sebelum ngejelasin semua ini ke gue langsung!!!" Kata Alex sambil mengeluarkan hp nya untuk melakukan panggilan ke nomor Risa,tapi sayangnya nomor Risa tidak aktif.
"Argh...!!!" Pekik Alex sambil meninju udara karena nomor Risa yang tidak dapat di hubungi.
"Apa sih maksud loe Ra?! Loe bilang cinta sama gue,tapi kenapa loe kabur dari gue sekarang Ra!!!" Teriak Alex frustasi.
"Gue akan cari loe sampe ke ujung dunia sekalipun!!!" Alex pun melakukan panggilan ke nomor orang suruhannya untuk mencari keberadaan Risa.
Setelah selesai memberikan perintah kepada orang suruhannya,Alex pun keluar dari dalam rumah Risa,tujuannya sekarang adalah hotel tempat dirinya dan Risa biasa bertransaksi.
Karena malam yang semakin larut dan jalanan yang tidak lagi padat,perjalanan yang harusnya di tempuh kurang lebih satu jam,kini hanya menghabiskan waktu hanya setengah jam saja.
Setelah memarkirkan mobilnya,Alex pun turun dari mobil dan setengah berlari masuk ke dalam hotel menuju meja resepsionis.
"Apa ada yang bernama Clara check in disini?!" Tanya Alex dengan nafas yang terengah-engah.
"Tunggu sebentar pak,saya cek dulu." Jawab resepsionis laki-laki itu sambil membuka data pengunjung hotel. Namun tidak ada nama Clara disana.
"Maaf pak,tidak ada."
Alex sejenak berpikir,selama ini Risa tidak pernah menggunakan namanya untuk reservasi kamar.
"Coba atas nama Alex Johnson." Pinta Alex lagi. Dan di mau i sang resepsionis.
"Maaf pak,tidak ada juga."
"Shiiit!!!!" Umpat Alex sambil memukul meja resepsionis.
"Kemana sih loe pergi Ra.?! Gue yakin loe gak akan pergi jauh,karena kondisi tubuh loe yang belum pulih seratus persen." Lirih Alex.
Alex yang sudah semakin frustasi memilih untuk pulang dan mengistirahatkan tubuhnya,dan melanjutkan mencari Risa esok hari. Ia pun melangkahkan kakinya keluar dari dalam hotel.
__ADS_1
Bersambung...