Akhir Penderitaan Clarisa

Akhir Penderitaan Clarisa
Part 21


__ADS_3

Tok tok tok. Bunyi ketukan pintu kamar Risa.


Risa menarik nafas dalam-dalam lalu membuangnya kasar.


"Ayo Risa,kamu bisa.!!! Bukan demi Alex,tapi ini juga demi memberi pelajaran pada laki-laki hidung belang sejenis pak Wijaya.!!" Kata Risa sambil mengepalkan kedua tangannya untuk menyemangati dirinya sendiri.


Risa pun melangkahkan kakinya menuju pintu dan membukanya.


Pak Wijaya pun masuk ke dalam kamar Risa.


Pak Wijaya yang sudah tak sabaran lagi,langsung memeluk tubuh Risa dan menghimpit tubuh Risa saat Risa sudah menutup pintu kamar.


"Sabar dong om. Masa baru datang udah mau langsung atraksi. Gimana kalau kita minum dulu." Risa mendorong tubuh pak Wijaya.


Risa pun melangkahkan kakinya mengambil minuman beralkohol yang sudah ia siapkan,dan menuangkan minuman itu ke dalam gelas.


"Ini om minum dulu." Risa menyodorkan gelas yang sudah ia isi dengan minuman beralkohol.


"Kamu gak lagi mau ngejebak saya kan?" Tanya pak Wijaya curiga dengan minuman yang Risa berikan.


"Ya enggak lah om. Kalau om gak percaya sini kita tukaran gelas." Risa menukar gelas yang ada ditangannya dengan gelas yang ada di tangan pak Wijaya.


Risa pun mulai menyesap minuman itu sedikit agar pak Wijaya yakin kalau minuman yang ia berikan aman. Risa pun mendudukkan dirinya di atas sofa yang sudah ia setting tata letaknya agar bisa terjangkau dengan kamera tersembunyi yang sudah ia siapkan.

__ADS_1


Pak Wijaya pun mengikuti langkah Risa yang duduk di atas sofa dan mulai menggerayangi paha Risa.


Risa pun mencoba menepis tangan pak Wijaya dari atas pahanya.


Tapi itu tak membuat pak Wijaya berhenti menggerayangi tubuh Risa. Kini bibir pak Wijaya sedang berusaha mencium tengkuk Risa,namun Risa selalu menghindar. Lama kelamaan pak Wijaya pun emosi,tadinya ia ingin melakukan dengan kelembutan,namun karena Risa menghindar terus membuat pak Wijaya terpaksa mengasari Risa. Pak Wijaya mendorong tubuh Risa hingga berbaring di atas sofa dan menindih tubuh Risa.


Risa pun meronta-ronta minta di lepaskan. Namun pak Wijaya yang sudah di kuasai kabut nafsu tak menghiraukan teriakkan Risa. Risa memang sudah memang sudah mengantisipasi hal ini dari awal. Karena hal ini lah yang paling Risa inginkan,membuat seolah-olah pak Wijaya akan memperkosanya. Setelah dirasa cukup untuk dijadikan barang bukti,dengan sekuat Risa mendorong tubuh pak Wijaya dan meninju wajahnya.


"Dasar tua bangka!!! Loe pikir semudah itu mau nidurin gue!!!" Bentak Risa yang sudah berdiri di hadapan pak Wijaya.


"Brengsek!!! Dasar jalang tak tau di untung.!!" Teriak pak Wijaya sambil memegang pipinya yang sakit akibat tinjuan Risa.


"Eh..denger yah tua bangka!!! Gue gak mau basa-basi!! Sekarang,loe hubungin asisten loe dan tanda tangan kontrak kerjasama dengan AB Properti.!!! Kalau loe gak mau gue sebarin aksi loe yang mau perkosa gue!!"


"Cih...apa buktinya kalau saya mau perkosa kamu?!"


"Semua bukti ada disini. Gimana? Loe mau kerjasama dengan AB Properti atau gue sebarin video ini,atau loe mau gue kirimin langsung ke anak istri loe??!" Tanya Risa dengan senyum liciknya.


Mata pak Wijaya membelalak melihat Risa kamera yang ada di tangan Risa. Dia pun berdiri dan berusaha merebut kamera itu dari tangan Risa,namun dengan cepat menendang benda pusaka milik pak Wijaya,dan itu sukses membuat si tua bangka tersungkur di atas lantai sambil memegangi pusakanya.


"Auuuw.." pekik pak Wijaya kesakitan.


"Sekarang gue tanya sekali lagi. Loe pilih kerjasama deng AB Properti atau gue sebarin video ini?"

__ADS_1


"Oke..oke..saya akan kerjasama dengan AB Properti,tapi saya mohon jangan sebarkan video."


"Bagus. Gue tunggu kabar bagus itu sampe besok jam sepuluh. Kalau sampe jam segitu loe belum tanda tangan kontrak dengan AB Properti,gua akan sebarin video ini.!!"


Risa pun mengambil tasnya dan memasukkan kameranya ke dalam tas dan meninggalkan pak Wijaya yang masih meringis kesakitan memegang pusakanya.


Dengan langkah buru-buru ia keluar dari hotel itu dan menyetop taksi yang lewat.


"Huuuh...akhirnya,selesai juga satu. Tinggal dua lagi." Risa bernafas lega karena rencananya berjalan mulus.


Keesokan paginya,ia sudah berada di kantor pak Marcell,klien ke dua yang menolak berinvestasi dengan perusahaan papa Alex. Untungnya pak Marcell tidak sebejad pak Wijaya yang sampai ingin tidur dengannya. Pak Marcell langsung menyukai presentase yang Risa berikan,mungkin cara Alex waktu presentase kurang meyakinkan pak Marcell sehingga membuat pak Marcell kurang yakin untuk berinvestasi di proyek yang akan dilakukan perusahaan papa Alex. Pak Marcell pun menyetujui untuk berinvestasi di perusahaan papa Alex.


Risa keluar dari perusahaan pak Marcell dengan puas hati,karena kali ini ia tak perlu menggunakan cara licik untuk meyakinkan kliennya.


"Tinggal satu klien lagi." Lirih Risa.


Tak ingin membuang waktu,Risa pun mendatangi perusahaan pak Darwin. Di lihat dari profil yang Alex berikan,pak Darwin masih berumur tiga puluh delapan tahun.


"Semoga saja pak Darwin sebaik pak Marcell." Kata Risa dalam hati.


Kini Risa sudah berada didalam ruangan pak Darwin,di lihat dari tampangnya yang tegas dan berwibawa,Risa yakin kalau pak Darwin seorang yang tidak suka merendahkan wanita seperti pak Wijaya.


Namun sayang,pikiran Risa salah. Pak Darwin sama saja dengan pak Wijaya yang menginginkan Risa memuaskannya di ranjang sebelum ia menandatangani kontrak kerjasama dengan AB Properti. Terpaksa Risa melakukan aksi liciknya kembali. Ia pun menyetujui permintaan pak Darwin.

__ADS_1


Berbeda sedikit dengan waktu Risa menjebak pak Wijaya,kini Risa sudah menyiapkan obat tidur ke dalam minuman yang akan di minum pak Darwin. Disaat pak Darwin dalam keadaan setengah sadar,Risa akan mengeluarkan surat perjanjian yang sudah di materai untuk di tanda tangani pak Darwin. Surat perjanjian yang berisi bahwa pak Darwin mau bekerjasama dengan AB Properti dan jika pak Darwin memutuskan kerjasama secara sepihak,maka pak Darwin harus membayar denda pinalti sebanyak lima puluh persen dari total biaya perencanaan proyek yang akan di kerjakan AB Properti.


Bersambung...


__ADS_2