
"Oh silahkan duduk pak." Bu dokter meminta Alex untuk duduk di kursi sebelah Risa.
"Akhirnya setelah sebulan, bapak bisa juga menyempatkan waktu bapak untuk menemani bu Clarisa pengobatan." Kata bu dokter sambil senyum sumringah.
Alex pun membalas senyum bu dokter itu dengan senyum terbaiknya.
"Jadi dok,sebenarnya masalah istri saya ini apa?"
"Loh memangnya bu Clarisa tidak menjelaskan pada bapak?"
"Dia ngejelasin dok,tapi saya yang kurang paham." Jawab Alex sambil menatap Risa sesaat sambil tersenyum dan menggenggam erat tangan Risa. Dari genggaman Alex,seolah Alex sedang berkata pada Risa..
"Apapun penyakit mu dan sekalipun kamu gak bisa kasih keturunan buat aku,aku gak akan pernah ninggalin kamu."
Tapi sayangnya,Alex salah paham dengan maksud Risa yang tidak memberitahu Alex kenapa ia diam-diam mengobati masalah kandungannya.
"Jadi gini pak,ibu Clarisa mengalami penyumbatan si saluran tuba fallopinya. Dan untungnya hanya ada satu saluran saja yang tersumbat. Jadi dengan pemberian suntikan penyubur kandungan,mudah-mudahan ibu Clarisa bisa segera hamil."
"Kalau boleh tau penyebabnya apa yah dok?"
"Kalau dari hasil pemeriksaan kami,saya menemukan sebab penyumbatan itu karena ibu Clarisa pernah keguguran dan dari keterangan yang ibu Clarisa katakan,kalau dulu bu Clarisa keguguran karena pernah mengalami perampokan dan si perampok menusuk perut bu Clarisa hingga mengenai dinding rahim. Ditambah lagi,pasca operasi bu Clarisa tidak rutin meminum antibiotik dan tidak pernah kontrol,jadi itu yang menyebabkan salah satu saluran tuba fallopi bu Clarisa mengalami penyumbatan." Bu dokter menjelaskan panjang lebar.
Deg.
__ADS_1
Jantung Alex berdebar kencang mendengar penjelasan bu dokter. Tangannya bergetar dan keringat dingin pun mengucur di sekujur tubuh Alex. Pikirannya langsung membuka memori dimana ia tak sengaja menusuk Risa hingga membuat Risa kehilangan bayi mereka. Sepertinya yang di Atas benar-benar sedang menghukum Alex akan perbuatannya itu.
Melihat perubahan wajah Alex,Risa langsung menarik tangan Alex. Sesuai dugaan Risa,pasti sekarang Alex sedang menyalahkan dirinya sendiri.
"Dok,bisa kita atur ulang jadwal pengobatannya?" Tanya Risa pada bu dokter karena sekarang ia ingin membawa Alex keluar dari ruangan itu untuk menenangkan suaminya.
"Kenapa?"
"Sepertinya suami saya sedang kurang sehat dok." Wajah Risa terlihat semakin khawatir,karena merasakan tangan Alex yang seperti kena tremor.
Melihat perubahan wajah pasangan suami istri yang ada di hadapannya,bu dokter yakin ada sesuatu yang sedang di sembunyikan oleh keduanya. Tapi bu dokter tidak mau mencampuri urusan pribadi pasiennya itu.
"Baiklah. Bagaimana kalau lusa bu Clarisa datang kembali. Kalau perlu ajak suaminya juga,supaya suami bu Clarisa bisa melihat bagaimana perjuangan ibu untuk bisa segera hamil."
"Kalau gitu kami permisi dulu." Pamit Risa pada bu dokter sambil menarik tangan Alex agar berdiri dari tempat duduknya.
Alex yang masih mematung langsung berdiri saat Risa menarik tangannya dan ikut saja kemana Risa membawanya.
Kini Risa dan Alex sudah berada dalam mobil Alex. Melihat Alex yang masih shock,Risa pun berinisiatif untuk mengendarai mobil Alex. Risa mengendarai mobil Alex menuju gedung AB Property.
Setelah setengah jam membelah jalanan,akhirnya mobil yang Risa kendarai tiba juga di gedung AB Property. Perjalanan yang di tempuh setengah jam,terasa seperti perjalanan lima jam. Karena sepanjang perjalanan,Alex hanya terdiam,bahkan saat Risa bertanya pertanyaan basa-basi pun,Alex tak menggubris pertanyaan Risa. Dan itu membuat Risa semakin frustasi.
Kini mereka sudah berada di dalam ruangan Alex. Melihat makanan yang tadi Risa siapkan sebelum pergi masih utuh di atas meja,Risa yakin kalau Alex belum menyentuh makanan itu.
__ADS_1
"Darl,makan dulu yuk." Ajak Risa.
Ia pun mengambil makanan yang ada di atas meja.
"Sini aku suapin." Risa mendekatkan dirinya pada Alex dan menyodorkan sendok ke depan mulut Alex.
Bukannya membuka mulut,Alex malah mengambil sendok itu dari tangan Risa dan menaruh sendok itu ke piring yang ada di tangan Risa yang sebelahnya.
"Kenapa kamu gak bilang sama aku dari awal?" Akhirnya Alex membuka suaranya.
Risa menghela nafasnya. Ia harus menjelaskannya pada Alex dan menenangkan hati suaminya itu,agar Alex tak menyalahkan dirinya berkepanjangan. Risa meletakkan piring yang ia pegang ke atas meja sebelum menjelaskannya pada Alex.
"Maafin aku darl,aku memang sengaja untuk gak bilang sama kamu. Karena aku gak mau setelah kamu tau penyebab aku susah hamil kamu jadi menyalahkan diri kamu."
"Tapi memang ini semua salah aku Ra,makanya kamu jadi kayak gini. Dan aksi kucing-kucingan kamu ini makin buat aku bersalah,aku tuh jadi kayak laki-laki yang gak bertanggung jawab Ra. Kamu kayak gini tuh karena aku Ra,paling gak kamu kasih kesempatan dong buat aku nemenin kamu pengobatan untuk ngurangin rasa bersalah aku ke kamu." Kata Alex dengan nada sedikit meninggi.
"Maaf darl,aku pikir dengan aku melakukan pengobatan sendiri,itu lebih baik dari pada harus melihat kamu menyalahkan diri kamu sendiri." Jawab Risa dengan wajah menunduk.
Alex menghela nafasnya dan mengusap wajahnya kasar. Kemudian ia menarik tubuh Risa ke dalam pelukannya.
"Harusnya aku yang minta maaf Ra,bukan kamu. Aku tau kamu cuma ingin melakukan yang terbaik dan ngejaga perasaan ku. Tapi inget Ra,kita ini suami istri,harusnya kamu jangan pendam masalah ini sendiri. Periksa kandungan sendiri,pengobatan sendiri,kalau semua kamu lakukan sendiri,terus apa gunanya aku sebagai suami kamu?"
Bersambung...
__ADS_1