Akhir Penderitaan Clarisa

Akhir Penderitaan Clarisa
Part 50


__ADS_3

Mata Risa membelalak mendengar permintaan Alex.


"Apa maksudnya ini?!" Gumam Risa dalam hati.


Alex menjauhkan tubuhnya dari tubuh Risa,ia menatap dua bola mata indah milik Risa yang selama ini selalu membuat Alex berdebar,namun ia selalu memungkiri hal itu.


"Jadilah pasangan hidup ku,jadilah ibu dari anak-anak ku,membuka mata dan tertidur disampingku. Aku tak main-main,seperti lelaki yang lain,satu yang kutahu,ku ingin melamar mu." Sepenggal lirik dari Badai Romantic Project,Alex nyanyikan untuk Risa.


Entah ini lamaran atau sebuah pengakuan dari Alex,Risa tidak ingin besar kepala terlebih dulu. Karena ia sudah pernah mengalami hal seperti ini saat bersama Bagas. Risa mendorong tubuh Alex.


"Gak usah becanda. Gak lucu!!" Risa pun kembali melangkahkan kakinya berlalu dari hadapan Alex.


Namun lagi dan lagi,Alex menahan tangan Risa dan mengunci pinggang Risa dengan kedua tangannya.


"Gue serius Ra. Loe bilang cinta kan sama gue? Gue juga cinta sama loe Ra. Loe bilang mau membuka lembaran hidup baru bersama gue kan? Gue juga Ra,mau membuka lembaran hidup baru bersama loe." Dengan wajah serius dan penuh ketulusan,Alex mengatakan hal itu. Namun sayang,di mata Risa Alex malah seperti sedang mempermainkan perasaannya.


"Stoop Lex!!! Gak usah becanda!!! Gue tuh tau gimana sifat loe,dan gue juga udah pernah gagal sama orang yang satu server kayak loe. Jadi gue minta sama loe,jangan pernah membicarakan hal-hal yang hanya memberikan harapan semu buat gue.!" Bentak Risa.


"Gue harus gimana lagi sih Ra supaya loe yakin sama gue?"


"Loe gak harus gimana-gimana. Gue cuma minta loe berhenti ngusik hidup gue. Biarin gue hidup tanpa bayang-bayang loe." Risa melangkahkan kaki nya menuju pintu,tangan Alex dengan cepat menahan tangan Risa,namun dengan cepat juga tangan Risa menghentakkan tangan Alex. Sampai akhirnya Risa berhasil keluar dari dalam kamar Alex. Namun saat Risa berjalan menuju lift,tiba-tiba saja ia melihat sosok yang sangat ia kenal keluar dari dalam lift itu dengan seorang pria menuju salah satu kamar yang ada di lantai itu.


Bukannya menyapa sosok itu,Risa malah memilih bersembunyi. Mata Risa membulat sempurna,ia syok melihat apa yang baru saja matanya lihat karena ia melihat pria itu mencium bibir sosok yang Risa kenal dengan sangat ganas tepat di depan pintu salah satu unit kamar hotel dan lebih mengerikannya lagi si sosok yang Risa kenal itu ikut membalas keganasan pria itu.

__ADS_1


Melihat adegan yang sangat ajaib itu,Risa sampai menutup mulutnya dengan kedua tangannya,ia juga menahan nafasnya,takut-takut kalau dua sejoli yang sedang di mabuk kepayang itu menyadari keberadaan Risa di tempat persembunyiannya. Setelah dua sejoli itu masuk kedalam kamarnya,baru lah Risa bernafas lega.


"Ternyata..." lirih Risa pelan,namun masih bisa di dengar Alex yang tanpa Risa sadari sedang berdiri di belakang Risa sedari tadi. Bahkan Alex sempat merekam aksi dua sejoli itu ke hp nya untuk ia jadikan barang bukti,jika sosok yang Risa kenal itu menyangkal.


"Ternyata,orang yang loe bilang calon suami loe tadi,terong makan terong gitu?!" Bisik Alex di telinga Risa.


Sontak saja Risa kaget saat Alex membisik di telinganya,karena ia tidak sadar kalau Alex ada di belakangnya.


"Astaga...!!" Pekik Risa sambil memegang dadanya.


"Loe tau mas Lucky kayak gitu?!" Tanya Risa.


Alex malah menggedikkan bahunya sambil berjalan menuju kamar dokter Lucky,namun Risa menahan tangan Alex untuk tidak menggrebek kamar dokter Lucky. Risa kembali menarik tangan Alex menuju kamar Alex.


Kini mereka sudah berada di dalam kamar Alex.


"Loe belum jawab pertanyaan gue tadi! Loe kenal sama mas Lucky? Atau loe kenal sama laki-laki temennya mas Lucky itu?!"


"Cih..itu mah namanya bukan temen lagi Ra,tapi kekasih." Cebik Alex.


"Gue kesini tuh barengan terus sama dia,mulai dari bandara,pesawat,bahkan hotel pun sama. Awalnya sih gue gak curiga saat dia telponan pake kata-kata mesra,gue pikir dia telponan sama betina,eh...pas tadi sebelum gue ke tempat loe,gak sengaja dia nabrak gue,terus hp nya jatuh pas dia lagi video call an,gak sengaja gue liat orang yang lagi video call an sama dia dan tertera nama 'Sayang'. Makanya pas gue ketemu sama dia lagi di tempat loe dan loe bilang kalau di calon suami loe,gue bingung ini maksudnya apaan?!"


Risa menghela nafasnya. Pantas saja ia merasa ada sesuatu yang mengganjal dari dokter Lucky. Karena saat pertama kali dokter Lucky datang mengunjunginya ke kota M,dan mereka berjalan-jalan di alun-alun kota M,dokter Lucky malah lebih banyak memencet-mencet hp nya untuk berbalas pesan dengan seseorang yang ada di Singapore. Pada saat itu Risa pikir,pasti berkaitan dengan pekerjaan,makanya Risa tidak terlalu banyak bertanya. Dan disaat dokter Lucky pulang ke kotanya,dokter Lucky hanya satu atau dua kali menghubungi Risa sebelum dokter Lucky datang lagi kali ini.

__ADS_1


"Gue juga gak ngerti Lex. Mas Lucky waktu itu minta gue kasih kesempatan buat dia untuk deketin gue,padahal gue udah cerita tentang gimana kelamnya hidup gue. Gue gak nyangka kalau dokter Lucky ternyata kayak gitu." Kini mereka berdua sudah sama-sama duduk di sofa tepat depan ranjang.


"Emangnya loe udah lama kenal sama dia?!"


Risa menggeleng.


"Mas Lucky itu dokter jaga gue waktu di rumah sakit Lex. Dia juga yang udah bantu gue keluar dari rumah sakit."


"Ooo" Alex hanya ber O ria.


"Terus sekarang,loe masih mau jadiin dia suami loe?!" Pertanyaan sekaligus ejekan untuk Risa ia lontarkan.


Risa menggeleng lagi.


"Ya gak mau lah.!!" Jawab Risa sambil memutar bola matanya malas.


Melihat Risa yang sepertinya kesal,Alex membawa Risa dalam pelukannya.


"Loe kecewa sama dia?"


Risa menggeleng dalam pelukan Alex.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2