Akhir Penderitaan Clarisa

Akhir Penderitaan Clarisa
Part 105


__ADS_3

Tiga hari sudah pasca Risa operasi. Setelah Risa bisa berjalan sendiri,dokter pun mengizinkan Risa untuk keluar dari rumah sakit.


Kepulangan Risa dan si kembar disambut meriah oleh ketiga kakak Alex beserta suami dan anak-anak mereka,tak ketinggalan juga papa Alex menyambut kedatangan menantu dan cucunya dengan senyum sumringah. Kamar si kembar yang sudah di persiapkan jauh-jauh hari pun sudah di banjiri kado dari keluarga-keluarga Alex yang berada di luar kota.


"Baby Agam sama baby Agler banyak banget yah rejekinya non." Kata mbak Iin saat melihat begitu banyak kado di kamar si kembar.


"Itu tandanya banyak yang sayang sama mereka mbak." Jawab Risa dengan raut wajah haru bahagia.


Namun tak lama,raut wajah haru bahagia itu berubah menjadi raut wajah kesedihan.


"Kamu kenapa Ra?" Tanya Alex yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar si kembar dan menyadari wajah istrinya yang terlihat murung.


"Tiba-tiba aku teringat ayah sama bunda. Andai mereka masih hidup,pasti mereka juga bahagia melihat Agam dan Agler." Kata Risa dengan suara yang bergetar.


Alex mendekati Risa dan duduk di sebelahnya. Ia langsung menarik Risa ke dalam pelukannya.


"Walaupun ayah sama bunda udah beda dunia sama kita,aku yakin,ayah dan bunda bahagia lihat kamu yang sekarang,udah jadi seorang ibu untuk dua anak laki-laki yang tampan dan sehat,udah jadi istri yang solehot untuk suami yang super posesif kayak aku,dan udah jadi menantu yang super sabar dan tangguh menghadapi papa mertua yang menolak kamu habis-habisan sampai akhirnya papa mertua kamu yang keras kepala luluh dengan ketulusan kamu. Kamu wanita hebat Ra,kamu wanita kuat. Banyak rintangan dan penderitaan yang harus kamu lalui,tapi kamu bisa bertahan sampai saat ini. Sebagai suami aja aku bangga sama kamu,apalagi ayah dan bunda,mereka pasti lebih bangga sama kamu." Kata Alex menghibur Risa.


"Jangan sedih lagi yah,meski ayah sama bunda udah gak ada,kan ada aku sekarang yang bisa jadi tempat kamu bersandar. Inget,kita udah punya Agam dan Agler Ra,jadi fokus kita sekarang untuk masa depan Agam dan Agler. Aku janji,nanti kalau Agam dan Agler udah enam bulan,kita pergi ke kota M untuk memperkenalkan si kembar dengan kota asal mu." Kata Alex lagi.


"Makasih yah darl. Kamu memang selalu bisa menenangkan hati ku yang sedang galau." Jawab Risa.


Alex menjauhkan tubuh Risa dari pelukannya dan mengusap air mata yang membasahi pipi Risa. Lama kelamaan bibir Alex mendekati bibir Risa,karena suasana yang begitu haru membuat Alex tak sadar kalau di kamar si kembar tak hanya ada dirinya dan Risa melainkan ada mbak Nunik dan mbak Iin.


"Ekhem.." mbak Nunik berdehem saat melihat Alex yang hampir saja menempelkan bibirnya di bibir Risa.


Cepat-cepat Risa mendorong tubuh Alex saat menyadari kalau ada mbak Nunik dan mbak Iin di kamar itu.


Merasa aksinya menggantung,Alex langsung menarik tangan Risa keluar dari kamar si kembar.


"Mbak,titip si kembar yah." Kata Alex sebelum keluar dari kamar si kembar.


"Darl,lepas!!! Jangan yang aneh-aneh kamu!! Inget kamu lagi puasa!!" Protes Risa sambil memukul lengan Alex saat mereka keluar dari kamar si kembar.


Alex tak menghiraukan perkataan Risa,ia tetap menarik tangan Risa masuk ke dalam kamar mereka yang berada tepat disebelah kamar si kembar.


Ceklek. Alex membuka pintu kamar mereka. Cepat-cepat Alex membawa Risa masuk ke dalam kamar kemudian langsung menutup pintu kamar dan menguncinya.


"Darl,di bawah lagi banyak orang,jangan macem-macem kamu!!" Protes Risa lagi.


Cletak. Alex menyentil kening Risa.

__ADS_1


"Auw..." ringis Risa sambil mengusap keningnya.


"Makanya pikiran kamu jangan kotor duluan! Aku tuh ngajak kamu ke kamar,karena ada sesuatu yang mau aku kasih ke kamu." Kata Alex.


Alex pun mendudukkan Risa di sofa yang ada di kamar itu.


"Kamu tunggu disini." Kata Alex setelah mendudukkan Risa di sofa.


Alex pun berjalan ke ruang ganti untuk mengambil hadiah yang sudah ia persiapkan jauh-jauh hari sebagai tanda terimakasihnya karena sudah memberikan putra kembar untuknya.


Setelah hadiah untuk Risa sudah berada di tangannya,Alex pun keluar dari ruang ganti dan berjalan menghampiri Risa.


"Ini hadiah buat kamu." Kata Alex sambil menyerahkan satu map kepada Risa.


"Hadiah? Hadiah untuk apa? Aku gak ulang tahun kok."


"Memangnya aku harus ngasih kasih hadiah kalau kamu ulang tahun? Untuk orang yang paling aku cintai,kapan pun aku bisa ngasih hadiah buat kamu. Udah gak usah banyak tanya,sekarang kamu buka aja map itu."


Risa pun membuka map itu secara perlahan. Ternyata isi dari map itu adalah beberapa lembar sertifikat. Risa mulai membaca kata per kata yang tertulis di sertifikat-sertifikat itu.


Mata Risa membelalak setelah selesai membaca semua sertifikat yang ada di map itu.


"Ka...kamu serius ini darl?" Tanya Risa masih tak percaya.


"Serius dong Ra. Itu semua hadiah buat kamu." Jawab Alex sambil mendudukkan bokongnya di sebelah Risa.


"Ini tuh terlalu berlebihan darl,kamu buang-buang uang. Dari pada kamu belikan semua ini,mending uangnya kamu tabung untuk anak-anak kita."


"Kalau untuk anak-anak itu beda lagi Ra. Kalau untuk orang yang paling berharga dan paling aku cintai,gak ada istilah buang-buang uang. Kamu layak mendapatkan semua ini,bahkan kalau semua yang aku berikan ke kamu ini belum ada apa-apanya di banding perjuangan kamu untuk memberikan aku keturunan. Seandainya planet jupiter di jual,udah aku beli Ra untuk kamu." Jawab Alex sambil mengusap rambut Risa.


Risa terharu mendengar kata-kata Alex,walau di akhir kata nyeleneh,tapi tetap saja kata-kata yang Alex ungkapkan sangat lah romantis di telinga Risa dan mampu mengobrak-abrik hatinya.


"Makasih darl." Risa langsung memeluk suaminya sangat erat.


"Kamu seneng?" Tanya Alex.


Risa hanya menjawab dengan anggukan dalam pelukan Alex.


"Tapi aku yang gak seneng Ra."


Mendengar kata-kata Alex,Risa langsung melepaskan pelukannya dari tubuh sang suami.

__ADS_1


"Jadi kamu gak ikhlas ngasih semua ini untuk aku? Ya udah nih aku balikin!" Protes Risa sambil menyerahkan kembali map itu pada Alex.


"Bukan gak seneng gara-gara itu Ra!!!" Cepat-cepat Alex meralat kata-katanya.


"Jadi gara-gara apa dong?"


"Nih...gara-gara ini." Alex menarik tangan Risa agar tangan Risa merasakan sesuatu yang sudah mengeras di bawah sana.


"Ish kamu tuh!" Risa memukul pelan lengan Alex.


"Kok aku? Orang kamu yang peluk-peluk kok,nempel-nempelin duo squishy di dada aku. Yah wajar lah kalau dia bangun!" Kata Alex membela dirinya.


"Cih..emang dasar kamu nya aja yang mesum! Masa baru begitu udah bangun!"


"Mesum sama istri sendiri mah gak pa-pa kali Ra. Wajar lah dia bangun,udah tiga hari nganggur!"


Risa memutar bola matanya malas mendengar alasan yang diberikan Alex. Tak ingin memperpanjang perdebatan,Risa pun berdiri dari tempat duduknya.


"Udah akh!!! Aku mau lihat anak-anak dulu.!"


"Eits. Enak aja mau ninggalin aku gitu aja!" Cepat-cepat Alex menarik tangan Risa sehingga membuat Risa duduk diatas pangkuan Alex.


"Darl ikh!! Aku mau lihat anak-anak dulu!" Protes Risa sambil memukul dada Alex pelan.


"Udah ada mbak Nunik sama mbak Iin yang jagain mereka,jadi kamu gak usah bawa anak-anak untuk lari dari tanggung jawab kamu menidurkan dia lagi.!" Alex kembali menuntun tangan Risa untuk menjamah benda pusakanya.


"Inget darl,kamu lagi puasa!"


"Iya aku inget kok!! Tapi kan bisa pake cara lain Ra. Ayo lah Ra,udah sesak banget ini." Mohon Alex.


"Tapi darl,di bawah banyak orang,nanti kalau ada yang nyariin kita gimana?"


"Mereka ngerti kok Ra. Mereka kan juga pernah kayak gini."


"Tapi kalau nanti si kembar..."


"Sst..!! Aku gak mau denger alasan apa-apa lagi!!"


Tanpa aba-aba Alex langsung menyerang bibir Risa.


"Hemph..."

__ADS_1


Risa yang awalnya menolak dan meronta,lama kelamaan hanya pasrah dengan serangan bibir Alex. Ciuman yang awalnya lembut semakin lama semakin kasar dan menuntut lebih.


Bersambung...


__ADS_2