Akhir Penderitaan Clarisa

Akhir Penderitaan Clarisa
Part 74


__ADS_3

"Bagas mau lihat,apa jalang papa ini masih mau sama papa kalau papa jatuh miskin!!!" Kata Bagas lagi sambil menatap sinis Silvia.


Sedangkan yang di tatap sinis,tak bisa berkata apa-apa,ia hanya menelan slivanya susah payah. Otaknya sekarang jadi kepikiran jika pak Cakra betul jatuh miskin.


"Dan satu lagi. Papa gak perlu repot-repot ngurusin mama dan mikirin biaya pengobatan mama. Uang Bagas hasil dari menjadi suami Sheilla hampir setahun masih cukup untuk pengobatan mama. Papa urus aja gundik papa ini.!!" Geram Bagas.


Setelah mengatakan itu pada sang papa,Bagas pun keluar dari ruangan papanya. Ia pun kembali pulang ke rumah orangtuanya untuk menjemput sang mama dan membawa mamanya ke kos-kosan tempat ia tinggal.


Setelah Bagas keluar dari ruangan pak Cakra,Silvia pun pamit pada sugar daddy nya itu untuk kembali ke tempat para caddy.


"Sayang,kamu tenang aja saya gak akan membiarkan Bagas menghancurkan apa yang sudah saya bangun selama ini." Kata pak Cakra pada Silvia sebelum Silvia keluar dari ruangannya.


"Em.." hanya itu jawaban yang Silvia bisa berikan. Kemudian ia pun keluar dari ruangan pak Cakra.


"Brengsek!!! Kalau sampe om Cakra jatuh miskin gara-gara Bagas ngehancurin anaknya tuan Anderson,berarti gue harus balik lagi ngerayu om-om paru baya untuk jadiin gue sugar baby. Aarrrrghh!!!!" Kesal Silvia dalam hati.


"Bagas sialan!!! Sia-sia usaha yang udah gue buat selama ini.!!" Umpat Silvia lagi dalam hatinya.


Flashback On


Saat mengetahui Bagas sudah menikah dengan Sheilla,pupus sudah harapan Silvia untuk mendapatkan Bagas karena Sheilla adalah putri tunggal orang terkaya nomor sepuluh di negaranya. Tapi bukan Silvia namanya jika ia tidak bisa menemukan cara agar ia bisa hidup mewah. Ia pun memutar haluan dengan berencana mendekati pak Cakra. Namun usaha mendekati pak Cakra tak semudah yang ia kira,karena pak Cakra dan istrinya sangat lah harmonis dan kelihatan sekali kalau pak Cakra sangat mencintai istrinya di tambah lagi mama Rhena selalu mengintili sang suami kemana pun ia pergi.


Silvia pun menemukan cara agar bisa menjauhkan pak Cakra dari istrinya. Dengan cara mendekati mama Rhena dan memberikan racun ke dalam minuman yang selalu ia buatkan untuk mama Rhena kalau mama Rhena datang ke lapangan golf dengan pak Cakra. Racun yang bisa melumpuhkan sistem saraf di kaki mama Rhena. Dan benar saja,hanya dalam satu bulan mama Rhena pun lumpuh,namun pak Cakra masih setia dengan mama Rhena. Dan itu membuat Silvia muak dan makin tak sabaran. Akhirnya Silvia kembali memakai cara licik untuk membuat pak Cakra jatuh kepelukannya.


Suatu hari Silvia masuk ke dalam ruangan pak Cakra dan berpura-pura meminta izin untuk menghadiri pernikahan saudaranya. Dengan memakai pakaian yang sangat seksi yang memperlihatkan belahan dada yang rendah dan rok yang sangat pendek dan ketat di hadapan pak Cakra dengan harapan pak Cakra akan tergoda dengan penampilannya yang memancing hasrat. Karena Silvia tau sudah hampir dua bulan,mama Rhena tak bisa melayani pak Cakra.


Pak Cakra yang awalnya sedikit tergoda mencoba menguatkan imannya kembali dengan mengingat keadaan istrinya,namun semua pertahanannya runtuh seketika saat melihat Silvia terjatuh dan mengatakan kalau kakinya terkilir. Mau tak mau pak Cakra membantu Silvia berdiri dan mendudukkannya di sofa yang ada di ruangannya.


Saat pak Cakra sedang membantu memijat kaki Silvia yang terkilir,sepintas pak Cakra melihat segitiga berenda yang ada di balik rok itu. Jiwa kelaki-lakian pak Cakra yang sudah sangat haus itu pun meronta-ronta ingin melepas dahaga.


Melihat raut wajah pak Cakra,Silvia yakin kalau kini pak Cakra sedang mencoba menahan hasratnya.


"Kita lihat aja,seberapa kuat loe nahan hasrat loe pak Cakra.!" Gumam Silvia dalam hati.

__ADS_1


Silvia pun pura-pura berdiri saat pak Cakra sudah selesai memijat kakinya yang terkilir. Namun baru saja ia melangkahkan kakinya satu langkah,ia pura-pura terjatuh tepat di paha pak Cakra dan berpura-pura meliak-liukkan tubuhnya di atas paha pak Cakra.


Pak Cakra yang sudah tak tahan lagi akhirnya masuk ke dalam perangkap Silvia. Ia menyerang bibir Silvia secara brutal. Silvia pun pura-pura memberontak,agar pak Cakra tak merasa kalau ia sudah menjebaknya.


"Pak..jangan begini pak." Ronta Silvia saat pak Cakra sedang bermain di ceruk lehernya.


"Oh ayolah Silvia."


"Ingat istri bapak di rumah."


Pak Cakra menjauhkan wajahnya dari ceruk leher Silvia.


"Tolong saya Silvia,tolong gantikan tugas istri saya di atas ranjang."


Silvia pura-pura terkejut dengan permintaan pak Cakra.


"Tapi pak.."


"Bagaimana kalau istri atau anak bapak tau nanti?"


"Tenang saja,istri saya kan lumpuh dia gak akan tau apa yang sudah kita lakukan dan untuk Bagas,tenang saja dia gak akan kembali ke negara ini untuk waktu yang lama. Gimana kamu mau kan?"


"Tapi apa benar pak Cakra akan memberikan apa yang aku mau?" Tanya Silvia,kini ia sudah membuka topeng penyamarannya. Tangannya sudah meraba paha pak Cakra.


Cepat-cepat pak Cakra mengangguk dan mengeluarkan dompetnya dan mengeluarkan kartu hitam dari dalam dompetnya dan memberikannya pada Silvia.


Dengan senang hati Silvia menerima kartu itu. Dan permainan mereka pun berlangsung di atas sofa di dalam ruangan pak Cakra.


Sejak hari itu,Silvia sah menjadi sugar baby pak Cakra. Apa yang Silvia minta selalu di turuti oleh pak Cakra,termasuk pura-pura merawat mama Rhena. Padahal Silvia tidak benar-benar merawat mama Rhena,karena Silvia mengganti obat mama Rhena agar kaki mama Rhena tetap lumpuh dalam waktu yang sangat lama.


Silvia juga mengganti semua pekerja yang ada di rumah itu karena tak mau aksinya yang ingin membuat mama Rhena lumpuh dalam waktu lama ketahuan.


Makin lama hubungan terlarang pun makin menjadi-jadi,mama Rhena pun mulai curiga dengan keberadaan Silvia yang ada dirumahnya sampai tengah malam,sampai akhirnya dengan bantuan kursi roda mama Rhena memergoki sang suami sedang beradegan panas dengan Silvia di kamar tamu. Runtuh sudah dunia mama Rhena saat melihat sang suami berselingkuh dengan karyawannya sendiri apalagi sang suami malah membela selingkuhannya dan menyalahkan kelumpuhan dirinya. Bahkan pak Cakra mengatakan akan menjadikan Silvia sebagai istri ke dua dan me mengancam akan memasukkan mama Rhena ke panti jompo jika mama Rhena tidak setuju dengan keinginan pak Cakra.

__ADS_1


Papa Cakra sengaja tak menceraikan mama Rhena karena hasutan dari Silvia. Karena Silvia tau kalau sebagian aset kekayaan yang pak Cakra miliki masih atas nama mama Rhena dan mama Rhena mewariskannya ke Bagas. Jadi Silvia berpikir untuk membunuh mama Rhena secara perlahan dengan racun dan tekanan batin yang ia berikan pada mama Rhena. Jadi jika mama Rhena meninggal dan Bagas mewarisi harta atas nama mama Rhena,tak begitu sulit untuk pak Cakra menghasut Bagas mengalihkan semua aset atas nama pak Cakra.


Flashback Off


Kini Bagas sudah tiba di rumah orangtuanya. Bagas langsung menghampiri sang mama yang sedang berada di kamar tamu.


"Ayo kita pergi ma." Ajak Bagas pada sang mama.


"Kita mau kemana Gas?"


"Ke tempat yang bikin mama gak stres."


"Tapi papa kamu..."


"Ma...stop!!! Kita gak usah bahas papa lagi,relakan dia hidup dengan jalangnya. Bagas yakin,sebentar lagi papa akan ngemis balikan sama mama. Dan kalau saat itu tiba,Bagas minta sama mama untuk tidak menerima papa kembali!!"


Mendapat ultimatum dari sang anak,mama Bagas tak mampu menjawab apa-apa. Hatinya pun sangat sakit kala mengingat pengkhianatan suaminya di depan matanya sendiri.


Mama Bagas pun menganggukkan kepala menyetujui permintaan anaknya.


"Mama tunggu sini,biar Bagas siapin barang-barang mama."


Mama Bagas mengangguk kembali.


Bagas pun melangkahkan kakinya menuju kamar utama,ia mengambil koper sang mama dan memasukkan baju perhiasan serta surat-surat berharga kedalam koper itu. Setelah barang telah tersusun,ia memasukkan koper sang mama ke dalam bagasi mobil,setelah itu Bagas pun kembali ke kamar tamu dan menggendong sang mama untuk keluar dari kamar tamu menuju mobil dan mendudukkan sang mama di kursi depan. Bagas pun melajukan mobilnya dan keluar dari rumah orangtuanya.


Selang lima belas menit setelah kepergian Bagas,tuan Anderson dan lima orang bodyguard datang ke rumah Bagas untuk mencari Bagas. Namun sayang,Bagas sudah tak ada lagi dirumah itu. Tuan Anderson pun mengambil hp nya untuk menelpon orang suruhannya.


"Cari anak itu sampai ketemu!!!" Perintah tuan Anderson pada orang suruhannya. Tanpa menunggu jawaban dari orang suruhannya itu,tuan Anderson langsung mengakhiri panggilannya.


Tuan Anderson masih belum tau pokok masalah putrinya dengan Bagas,Sheilla hanya meminta sang papa untuk mencari Bagas di negara itu.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2