Akhir Penderitaan Clarisa

Akhir Penderitaan Clarisa
Part 65


__ADS_3

Setelah kurang lebih tiga jam acara berlangsung,akhirnya resepsi pernikahan Alex dan Risa pun usai. Tamu-tamu juga sudah berpulangan. Mama dan ketiga kakak Alex pun pamit untuk langsung pulang ke kota besar, karena kalau sampai mereka menginap di kota M,pasti nanti papa Alex akan ngamuk-ngamuk. Setelah mama dan ketiga kakaknya keluar dari tempat resepsi,Alex dan Risa pun ikut keluar dari tempat itu. Namun mereka tidak ikut pulang ke kota besar atau pun ke ruko milik Risa.


"Mas Alex,ini kunci rumahnya. Barang non Risa juga sudah saya pindahkan ke rumah itu." Bisik mbak Nunik pada Alex agar Risa tak mendengarnya.


"Makasih yah mbak." Jawab Alex tanpa suara dan hanya menggerakkan bibirnya saja.


Mbak Nunik pun pergi meninggalkan Alex dan Risa.


"Kamu sama mbak Nunik punya rahasia apa?!" Tanya Risa curiga.


"Rahasia apa? Gak ada kok." Elak Alex.


"Kok kalian main bisik-bisikkan?!" Tanya Risa lagi dengan tatapan makin menyelidik.


"Mbak Nunik tadi bilang,'selamat bercocok tanam yah mas Alex',gitu.!" Bohong Alex.


"Bohong!!! Gak mungkin mbak Nunik bilang begitu!!"


"Ya udah kalau gak percaya,tanya aja sendiri.!" Balas Alex tak mau kalah.


Risa memanyunkan bibirnya mendengar kata-kata Alex.


"Gak usah manyun-manyun gitu,kamu mau aku bercocok tanam sekarang? Mumpung kita lagi di hotel nih,biar kita booking satu kamar." Goda Alex yang gemas melihat Risa manyun-manyun.


"Au ah..!" Cibir Risa sambil jalan meninggalkan Alex. Melihat tingkah Risa,Alex semakin gemas. Ingin sekali Alex menggotong tubuh Risa untuk masuk ke salah satu kamar di hotel itu dan memulai ritual bercocok tanam,sayangnya ia harus menunda keinginannya itu mengingat ada satu kejutan lagi yang sudah ia persiapkan untuk Risa.


"Ra...tunggu..!!" Teriak Alex saat Risa sudah agak jauh di depannya. Dengan berlari kecil,Alex menyusul Risa.

__ADS_1


Mereka pun jalan bergandengan keluar dari gedung hotel menuju tempat kejutan yang sudah Alex persiapkan untuk Risa.


"Ini kan bukan jalan mau ke ruko darl." Kata Risa melihat jalanan yang mereka lalui.


"Emang. Masa kita mau bercocok tanam di ruko. Nanti mbak Nunik sama mbak Iin denger lagi jeritan kamu. Kamu kan kalau lagi enak suka lupa tempat!" Lagi dan lagi Alex menggoda Risa.


"Enak aja,aku gak gitu yah!! Kamu tuh yang suka lupa tempat!!" Balas Risa tak mau kalah.


"Heleh..malu-malu dia. Apa perlu aku ingetin gimana jeritan kamu kalau mau pelepasan.?!" Goda Alex lagi sambil menoel dagu Risa.


"Darl.." rengek Risa,ia malu karena Alex terus saja menggodanya.


Alex pun tertawa terbahak-bahak mendengar Risa merengek.


Kini mobil yang Alex kendarai sudah tiba di depan rumah yang akan menjadi rumah mereka di kota M. Rumah yang Alex beli dari hasil menjual apartemennya di kota besar. Sebenarnya apartemen itu di beli menggunakan uang papanya,namun karena mama Alex tau kalau Alex ingin menetap di kota M dan membeli rumah disana,mama Alex pun mendukung Alex untuk menjual apartemen itu karena apartemen itu memang atas nama Alex.


"Darl..ini kan..?!" Risa menganga saat mereka sudah sampai di depan sebuah rumah. Rumah yang mempunyai banyak kenangan Risa dengan kedua orangtuanya. Rumah yang terpaksa Risa tinggalkan karena harus di sita oleh bank. Ya,rumah itu adalah rumah orangtua Risa.


Alex sengaja membeli rumah itu dengan harga tiga kali lipat,setelah mendapatkan informasi dari orang suruhannya. Ia ingin mengembalikan rumah itu pada Risa,karena Alex tau di rumah itu banyak sekali kenangan Risa dengan kedua orangtuanya.


"Ma..maksud kamu?!" Tanya Risa yang masih belum percaya dengan kata-kata Alex.


"Maksud aku,rumah itu udah jadi milik kita." Jawab Alex sambil mengelus rambut Risa.


"Darl...kamu tau,rumah itu rumah siapa?!"


Alex mengangguk.

__ADS_1


"Rumah almarhum orangtua kamu kan?!"


"Jadi kamu tau."


Alex kembali mengangguk.


"Makanya aku sengaja beli rumah itu. Aku tau di rumah itu banyak kenangan kamu bersama orangtua kamu. Aku ingin kamu tetap menyimpan semua kenangan bersama orangtua kamu dan kita merangkai bersama kenangan untuk anak-anak kita di rumah itu."


"Makasih darl..makasih.." Risa langsung memeluk tubuh Alex dan menangis bahagia dalam pelukan Alex.


"Udah dong meluk-meluknya,aku tau kamu udah gak sabar kan nikmatin malam pengantin kita?!" Goda Alex.


"Ish..!" Risa memukul punggung Alex dan menjauhkan tubuhnya dari tubuh Alex.


"Kamu tuh yah,aku tuh meluk kamu sebagai ucapan terimakasih aku karena kamu udah bela-belain beli rumah orangtua aku.!" Kata Risa sambil mengusap air matanya.


"Kalau kamu emang mau berterimakasih,pake cara yang bener Ra. Aku gak terima kalau cuma di peluk doang. Aku mau terima full servis dari kamu." Goda Alex lagi.


"Ish.!!! Bisa gak sih serius dikit kalau ngomong!! Itu-itu terus yang di bicarain dari tadi!" Kesal Risa.


"Maklum la Ra,udah seminggu lebih gak ganti oli." Jawab Alex santai.


Risa memutar bola matanya malas mendengar jawaban Alex.


"Udah yuk turun." Ajak Alex.


Risa pun menganggukkan kepalanya,mereka berdua pun turun dari dalam mobil dan masuk kedalam rumah itu.

__ADS_1


Walaupun barang-barang peninggalan orangtua Risa sudah tidak ada lagi di dalam rumah itu,paling tidak cat tembok rumah itu masih sama.


Bersambung...


__ADS_2