
"Sekarang,harusnya loe yang jelasin sama Clara manusia jenis apa sebenarnya loe!!" Kata Alex men skak matt dokter Lucky.
"Jangan asal nuduh kamu. Kamu bisa saya tuntut atas pencemaran nama baik!" Elak dokter Lucky dengan sedikit mengancam. Ia pikir Alex tidak punya bukti kalau dokter Lucky adalah laki-laki belok.
"Cih..ngancem loe?! Kalau gue bisa tunjukin bukti kalau loe suka terong juga,gue mewakili Clara bakal nuntut balik yah atas kasus penipuan!!" Alex mengancam balik.
"Saya gak ngerasa nipu!!" Balas dokter tidak mau kalah.
"Terus apa maksud loe ngajak Clara menjalin hubungan? Loe mau bikin Clara jadi tumbal loe sama kekasih loe itu,hah?!" Kata Alex semakin emosi karena dokter Lucky tak mau mengaku juga.
Risa yang mendengarkan perdebatan dua lelaki itu semakin pusing.
"Lex,stop!! Biar gue yang selesein masalah ini sama mas Lucky." Bentak Risa pada Alex yang sedang tersulut emosi.
Kini mata Risa menatap tajam pada dokter Lucky.
"Aku udah liat semuanya mas,kamu sama laki-laki itu di hotel. Sekarang kamu jujur aja sama aku. Aku gak akan marah." Tanya Risa mencoba untuk tetap tenang.
"Kamu gak salah orang Ra?" Dokter Lucky malah bertanya balik,ia tetap kekeh tidak mau membuka aib nya.
Melihat dokter Lucky yang terus berkilah,Alex semakin naik pitam. Ia pun mengeluarkan senjata terakhirnya untuk membuat dokter Lucky mau mengakui kelainannya.
"Ini video yang gue rekam kemaren waktu loe sama partner terong loe itu cumbu-cumbuan di depan unit kamar loe!!! Sekarang mau beralasan apalagi loe,hah?!" Kata Alex sambil memutarkan video di hp nya.
Mata dokter Lucky semakin membulat saja saat melihat penampakan dirinya dan Billy yang sedang bercumbu. Untung saja hanya Risa dan Alex yang melihat adegan sesat itu.
Dokter Lucky tertunduk malu,ia sudah tidak bisa bicara apa-apa lagi. Mau sepintar apapun ia menyimpan bangkai,pasti akan tercium juga bau nya.
__ADS_1
"Maaf Ra." Hanya itu yang bisa dokter Lucky ucapkan sambil tertunduk.
"Aku butuh permintaan maaf mas,aku butuh penjelasan. Jadi benar dugaan Alex,kalau mas mau manfaatin aku agar hubungan mas Lucky sama laki-laki itu gak ketahuan? Apa mas gak mikirin perasaan aku kalau seandainya kita sampai benar-benar menikah?!" Tanya Risa menyudutkan dokter Lucky.
"Maaf Ra. Sebenarnya,aku juga gak mau manfaatin kamu,tapi kedua orangtua ku selalu menuntut aku agar aku segera menikah,kalau tidak mereka akan menjodohkan ku dengan anak teman mereka. Rencananya aku ingin jujur sama kamu tentang kelainan ku ini,tapi aku selalu ragu,apa kamu mau ikut rencana ku."
"Rencana?! Memangnya mas Lucky berencana apa sama ku?"
Dokter Lucky menghela nafasnya sebelum mengatakan rencananya pada Risa.
"Rencananya,aku ingin mengenalkan mu pada kedua orangtua ku sebagai calon istri ku,tapi sebelumnya aku harus bicara jujur terlebih dulu sama mu. Aku akan menikahi mu,yah..sebagai formalitas saja agar kedua orangtua ku percaya kalau aku laki-laki normal. Setelah enam bulan menikah kita akan bercerai. Kamu bisa menjalani kehidupan mu,dan aku bisa melanjutkan kehidupan ku dengan Billy. Rencananya aku dan Billy akan menikah di Jerman setelah kita bercerai."
Kata-kata dokter Lucky sukses membuat Risa dan Alex menganga.
"Kenapa mas Lucky gak jujur aja sama orangtua mas Lucky kalau mas Lucky..." Risa tak melanjutkan kata-katanya,takut melukai perasaan dokter Lucky.
Risa menatap Alex,menanyakan pada Alex apa yang harus ia lakukan melalui tatapan matanya. Alex yang mengerti dengan arti tatapan mata Risa pun hanya bisa menggedikkan bahu. Ia juga tidak tau apa yang harus diperbuat,karena ia tidak pernah mengalami masalah seperti ini.
"Kalau saran gue,loe harus jujur sama orangtua loe,bawa partner terong loe ketemu sama orangtua loe. Kalian berdua ngomong deh pelan-pelan,kasih pengertian ke orangtua loe. Kan kalian berdua yang berbuat,kenapa harus Clara yang kalian korbanin. Loe enak,abis cere nanti gak nanggung beban moral,nah Clara bisa aja nanti dia yang disalahin sama keluarga loe kalau mereka tau loe nyimpang. Nanti keluarga loe ngira kalau loe nyimpang karena sakit hati cere dari Clara. Apa loe gak mikir sampe situ?!"
Dokter Lucky berpikir sejenak. Sepertinya ucapan Alex masuk di otaknya. Ia menyetujui kata-kata Alex,harusnya ia memikirkan dampak buruknya juga bagi Clara. Hanya karena ingin menyelamatkan dirinya sendiri,ia sampai tidak memikirkan bagaimana masa depan Clara kelak.
"Maaf Ra,aku gak kepikiran sampe situ." Kata dokter Lucky penuh penyesalan.
"Udah lah mas,gak usah di bahas lagi. Aku juga minta maaf sama mas,karena gak bisa bantu masalah mas,padahal mas Lucky udah banyak bantu aku."
"Tapi kita masih bisa berteman baik kan Ra?" Tanya dokter Lucky penuh harap. Karena ia sudah merasa nyaman dengan Risa.
__ADS_1
"Gak a..." Alex yang ingin protes langsung menerima plototan dari Risa. Dari sorot mata Risa seolah menyuruh Alex untuk diam.
"Pasti mas. Mas Lucky juga bisa kenalin kekasih mas itu sama ku."
Mendengar Risa yang masih mau berteman baik,dokter Lucky sangat senang. Ia berdiri dari tempat duduknya dan mendekati Risa.
"Makasih yah Ra." Kata dokter Lucky sambil memeluk Risa.
Risa pun membalas pelukan dokter Lucky.
Melihat kekasihnya di peluk dokter Lucky,hati Alex memanas. Meskipun dokter Lucky tidak menyukai lawan jenis,tetap saja dokter Lucky itu laki-laki.
"Gak usah peluk-peluk loe. Clara punya gue sekarang,kalau loe mau berurusan sama Clara harus izin dulu sama gue!" Kata Alex sambil menarik tubuh Risa dan memeluk erat Risa.
Risa yang tidak senang dengan kata-kata Alex langsung mencubit perut Alex.
"Auw..sakit Ra." Pekik Alex sambil mengusap perutnya.
"Makanya jangan asal ngomong!!" Jawab Risa sambil menggertakkan giginya.
"Maafin Alex yah mas. Jangan di masukin ke hati kata-katanya." Kata Risa pada dokter Lucky.
"Gak pa-pa Ra,aku paham kok. Kalau aku jadi Alex pasti akan melakukan hal yang sama." Jawab dokter Lucky.
"Tolong jaga Clara. Jangan sakiti hatinya lagi. Aku harap kamu selalu ada disamping Clara dalam keadaan senang maupun susah." Kini dokter Lucky menatap Alex dan memberikan dukungannya untuk hubungan Alex dan Risa.
"Kita bisa berteman kan?" Dokter Lucky menjulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Alex.
__ADS_1
Bersambung...