
Sungguh perlakuan Alex membuat Risa merasa lebih di hargai. Sekalipun Alex menganggap Risa adalah jalang,tapi tak pernah ada perlakuan Alex yang membuat ia seperti jalang. Tidak seperti Bagas,perlakuan Bagas yang kasar dan cuek setelah berhubungan intim,membuat Risa seperti seorang jalang.
Tak terasa hubungan sombiosis mutualisme itu sudah enam bulan berlangsung. Bagaimana tidak simbiosis mutualisme,Alex mendapatkan klien,sedangkan Risa mendapatkan kasih sayang dari Alex,plus barang-barang branded yang di berikan para klien Alex agar mau Risa menjadi wanita simpanan pengusaha-pengusaha itu,tapi sayang tak ada satupun yang Risa respon. Karena yang Risa butuhkan bukan lah barang branded,apartemen mewah atau uang bulanan yang beratus-ratus juta. Yang Risa butuhkan hanyalah kasih sayang dan perlakuan lembut seperti yang Alex berikan padanya,meskipun Risa sadar kalau Alex hanya lah menganggapnya sebagai partner ranjangnya.
Hampir satu bulan setelah kepulangan Nia dari studynya,Alex jarang menemuinya. Mungkin saja karena urusan di perusahaan dalam keadaan baik-baik saja. Alex hanya menemuinya jika saat dirinya ingin bercinta dengan Risa.
Risa tau kalau Nia,wanita yang menjadi obsesi Alex telah kembali ke tanah air,karena memang sebelumnya Alex sudah menceritakan semua rencananya pada Risa,tujuannya agar Risa tak berharap banyak dengan hubungan mutualisme mereka. Tapi sepertinya hubungan mereka malah membuat Risa jatuh cinta pada Alex,dan keinginannya untuk memiliki Alex seutuhnya semakin besar.
Rasa-rasanya Risa tidak rela untuk mengakhiri hubungan mereka,ingin rasanya Risa mengajukan protes pada Alex atau memohon pada Alex untuk tidak mengakhiri hubungan mereka,tapi saat ini Risa tidak punya keberanian. Ia takut Alex akan membencinya jika sampai Risa melakukan itu. Risa pun berpikir keras untuk mencari cara bagaimana bisa memiliki Alex.
Setelah satu bulan Alex tidak meminta Risa untuk bernegosiasi dengan klien Alex,hari ini Alex menghubunginya lagi. Tapi kali ini bukan meminta Risa untuk bernegosiasi dengan investor,melainkan meminta Risa untuk menjebak Irlan,mantan suami dari Nia. Karena sepertinya Irlan sedang berusaha mendapatkan hati Nia kembali,dan itu adalah ancaman terbesar Alex.
Nada dering di hp Risa berbunyi,cepat-cepat Risa mengambil hp nya dan terlihat nama Alex tertera di layar hp nya.
"Halo."
"Ra..gue butuh bantuan."
"Cih..kapan sih loe gak butuh bantuan gue. Loe tengah malem,lagi pengen bercinta sama gue aja gue ladenin Lex.." jawab Risa menyindir Alex,karena memang saat Alex dalam mood yang tidak bagus,Alex pasti menghubungi Risa dan melampiaskan kekesalannya dengan bercinta dengan Risa.
"Gue lagi gak butuh bantuan loe di ranjang. Gue butuh bantuan loe buat ngegoda seseorang."
"Woow..gue dapet apa nih kalau gue berhasil?"
"Tenang aja,apa aja yang loe mau gue kasih. Yang penting loe harus berhasil ngegoda orang itu."
__ADS_1
"No problem..itu mah perkara kecil."
"Oke,gue tunggu hasilnya."
Alex pun mengakhiri panggilannya. Tak lama bunyi notifikasi pesan berbunyi,Risa melihat lagi hp nya dan membuka pesan yang dikirim Alex tentang profil laki-laki yang akan ia goda.
Sesuai petunjuk yang Alex berikan,keesokan harinya Risa mendatangi kafe milik Irlan,sengaja Risa datang ke kafe itu dengan alibi ingin melakukan event di kafe milik Irlan.
"Selamat siang,ada yang bisa dibantu nona?!" Tanya salah seorang karyawan kafe milik Irlan.
"Saya mau ketemu sama pemilik kafe ini." Tanya Risa dengan angkuhnya.
"Maaf,ada perlu apa nona ingin menemui pemilik kafe ini?!"
"Kalau begitu,nona bisa bernegosiasi dengan pak Dimas. Beliau asisten pemilik kafe ini."
Risa menggeleng.
"Saya cuma mau bernegosiasi dengan pemiliknya langsung." Kata Risa dengan nada yang sedikit meninggi.
Karyawan itu pun meninggalkan Risa dan melangkahkan kakinya menuju ruangan Dimas. Dan menceritakan pembicaraannya dengan Risa. Dimas pun memutar otaknya, setelah menemukan ide,Dimas keluar dari ruangannya dan rencananya ia akan berpura-pura sebagai Irlan. Tapi sayangnya,Risa sudah tau bentuk wajah Irlan dari foto yang di kirimkan Alex padanya.
"Selamat siang nona." Sapa Dimas pada Risa yang sedang duduk di salah satu table.
Risa pun mendongakkan wajahnya untuk melihat Dimas.
__ADS_1
"Anda siapa?!" Tanya Risa.
"Kenalkan,saya pemilik kafe ini." Dimas menjulurkan tangannya untuk bersalaman.
"Cih." Bukannya membalas uluran tangan Dimas,Risa malah berdecih. Untung saja Alex mengirimkan foto Irlan padanya,kalau tidak,mungkin sekarang ia salah sasaran.
"Kamu pikir saya tidak tau siapa pemilik kafe ini. Pemilik kafe ini,Irlan Putra Pratama kan? Jangan kan namanya,wajahnya saja saya tau!!! Berani-beraninya kamu mau nipu saya!! Sekarang cepat panggil Irlan kesini,saya hanya mau bernegosiasi dengan dia.!!"
Dimas menghela nafasnya,akhirnya ia mengeluarkan hp nya dan menghubungi Irlan. Setelah menghubungi Irlan,Dimas pun meminta Risa untuk menunggu,namun sayangnya Risa tidak ingin menunggu di table pengunjung. Risa mau menunggu Irlan di ruangannya. Dimas menolak permintaan Risa,karena ruangan Irlan adalah privasi Irlan sebagai pemilik kafe. Tapi karena ancaman Risa yang akan menyebarluaskan ke sosial media kalau pelayanan kafe Irlan sangat buruk,mau tidak mau Dimas mengiyakan permintaan Risa.
Dimas tidak terlalu khawatir,karena ruangan Irlan memang di lengkapi cctv,tapi cctv tersembunyi. Jadi Risa tidak bisa melihat dimana letak cctv itu berada.
"Silahkan masuk nona." Dimas mempersilahkan Risa untuk masuk.
Risa langsung mengedarkan matanya untuk mencari keberadaan cctv diruangan Irlan,namun sayang mata Risa tak menemukan adanya cctv di ruangan itu. Risa yang tak kepikiran bahwa ruangan Irlan memiliki cctv tersembunyi,hatinya bersorak gembira.
"Silahkan duduk nona. Nona mau minum apa?"
"Es jeruk juga aja."
Dimas pun keluar dari dalam ruangan Irlan meninggalkan Risa.
Melihat Dimas yang sudah keluar dan dirasa cukup aman,cepat-cepat Risa mengeluarkan kamera dari dalam tasnya dan meletakkan kamera itu ditempat yang ia rasa tepat untuk merekam dirinya dan Irlan nanti. Kamera sudah tersembunyi dengan baik,Risa pun kembali duduk di sofa.
Bersambung...
__ADS_1