
Alex yang berada agak jauh di belakang Risa langsung berlari ke arah Risa dan dokter Lucky saat melihat dokter Lucky memeluk Risa.
"Minggir loe!!! Apa-apaan sih loe main pelak-peluk!!! Udah gue bilang Clara punya gue.!!" Alex langsung melayangkan protesnya pada dokter Lucky.
"Darl!!!" Geram Risa sambil mencubit roti sobek Alex.
"Aaaauuuw..ampun Ra,sakit Ra.!!" Rengek Alex karena Risa memutar cubitannya. Risa pun langsung melepas cubitannya.
"Udah di bilang kalau ngomong jangan asal jeplak!!!" Kesal Risa.
"Ssshh..auw.." pekik Alex yang masih merasakan perih di roti sobeknya.
"Abisnya dia asal main peluk-peluk kamu.!!" Jawab Alex membela diri.
Risa memutar bola matanya malas. Kini matanya kembali menatap dokter Lucky.
"Gimana keadaan mama mas Lucky?!"
"Udah lumayan membaik Ra. Aku nyesel Ra,udah buat mama jadi kayak gini." Kata dokter Lucky sambil terisak.
Risa pun menuntun dokter Lucky untuk duduk di kursi tunggu yang ada di depan kamar rawat sang mama.
"Memangnya mas Lucky udah bikin apa ke mama?!"
"Kemaren begitu aku tiba disini,aku langsung bawa Billy ke rumah dan aku langsung jujur ke orangtua aku tentang keadaan aku yang sebenarnya. Walaupun mereka kaget,tapi mereka masih baik-baik saja. Dan aku pikir,orangtua aku bisa menerima keadaan aku. Tapi tadi pagi,mama datengin aku dan minta aku untuk mengakhiri hubungan ku dengan Billy,dan orangtua aku sepakat membawa aku untuk therapy ke luar negri. Disitu aku gak terima dan malah membentak mama,mama ku langsung kena serangan jantung waktu aku bentak dia Ra. Aku salah,aku udah buat mama aku jadi begini. Aku gak akan pernah maafin diri aku sendiri kalau mama sampai kenapa-kenapa." Kata dokter Lucky menjelaskan kronologi kejadian sambil terisak.
"Sabar yah mas,mama pasti akan baik-baik aja. Kita berdoa aja yah mas supaya mama lekas pulih." Kata Risa menguatkan dokter Lucky.
Lain Risa,lain lagi Alex.
"Cih...si terong mulai drama!! Udah tau menyimpang,malah dia yang bentak mamanya!!! Terong...terong!!" Cebik Alex dalam hatinya saat mendengar dokter Lucky menceritakan kejadiannya.
Ceklek. Pintu kamar rawat sang mama terbuka. Keluarlah papa dokter Lucky dari dalam.
"Papa mau pulang dulu,papa mau istirahat di rumah,tensi papa juga sudah naik ini. Besok pagi papa datang lagi kesini,jadi malam ini kamu tanggung jawab jaga mama kamu!!" Kata papa dokter Lucky dengan nada sinis.
"Baik pah." Jawab dokter Lucky singkat. Ia cukup tau diri dengan kesalahan yang ia perbuat.
Papa dokter Lucky pun pergi meninggalkan dokter Lucky,Risa,Alex dan Ayu yang ada di dekat dokter Lucky.
"Ayo Ra kita masuk ke dalam" ajak dokter Lucky.
Risa,Alex dan Ayu pun mengikuti dokter Lucky dari belakang dan masuk ke dalam kamar rawat mama dokter Lucky yang berkelas VIP.
Risa,Alex,Ayu dan dokter Lucky pun duduk di sofa. Lima menit keheningan terjadi di dalam kamar rawat mama dokter Lucky.
"Ini siapa Ra?!" Tanya dokter Lucky memecah keheningan saat melihat kehadiran Ayu di tengah-tengah mereka.
"Oh iya sampe lupa ngenalin temen aku. Kenalin mas,ini Ayu temen aku." Jawab Risa.
__ADS_1
Dokter Lucky menjulurkan tangannya untuk berkenalan dengan Ayu. Ayu pun menyambut uluran tangan dokter Lucky.
"Lucky. Ayu." Mereka berdua pun saling memperkenalkan diri mereka. Risa belum memberitahu Ayu tentang penyimpangan dokter Lucky. Bahkan saat Risa dan dokter Lucky berbicara tentang kronologi yang terjadi hari ini saja,Ayu tidak mengerti apa yang sedang mereka bicarakan,ditambah lagi pikiran Ayu yang masih memikirkan kegagalan pernikahannya. Obrolan dokter Lucky dan Risa hanya angin lalu baginya.
Setelah dokter Lucky dan Ayu berkenalan,keheningan pun kembali terjadi di dalam kamar rawat itu.
Tiba-tiba saja nada dering hp Alex memecah keheningan. Sontak tiga pasang mata menatap ke arah Alex. Cepat-cepat Alex mengambil hp nya dari dalam saku celana. Ia pun keluar dari dalam kamar rawat itu untuk menjawab panggilan dari orang yang ia percayai mengurus tiga bengkelnya.
Tak lama Alex kembali masuk ke dalam kamar rawat.
"Ra,ikut aku yuk,ada yang mau aku urus nih." Ajak Alex saat ia sudah berada di dalam kamar rawat.
"Kemana?!"
"Adalah,nanti kamu juga tau."
"Ayo Yu." Ajak Risa pada Ayu.
"Dia disini aja dulu. Nanti kita balik lagi kesini jemput dia." Kata Alex menolak kehadiran Ayu di tengah-tengah mereka. Pasalnya Alex sedang ingin membuat lamaran yang romantis dengan Risa.
Alex pun memberi kode dengan matanya pada Ayu agar Ayu tidak ikut dengan mereka.
Ayu yang mengerti arti kode mata yang Alex berikan hanya bisa menghela nafasnya.
"Kalau tau begitu mending aku dirumah aja tadi!!" Gumam Ayu dalam hati.
"Aku nunggu disini aja deh Ris,dari pada aku jadi tukang tepuk nyamuk." Tolak Ayu terpaksa.
"Iya. Udah sana." Jawab Ayu sambil mengangguk.
"Ya udah,aku pergi yah. Jangan pulang sebelum aku jemput." Kata Risa memberi peringatan pada Ayu.
Ayu menganggukkan kepalanya.
"Mas Lucky,aku titip temen aku yah." Kini Risa berbicara pada dokter Lucky.
"Iya tenang aja,temen kamu aman kok sama aku."
"Ya udah,kami pergi dulu yah Yu,mas." Pamit Risa pada Ayu dan dokter Lucky.
"Iya. Hati-hati." Jawab Ayu dan dokter Lucky bersamaan.
Setelah berpamitan,Risa dan Alex pun keluar dari dalam kamar rawat mama dokter Lucky. Keheningan pun kembali terjadi di dalam kamar rawat itu. Pasalnya,dua orang yang sedang menunggui mama dokter Lucky itu sedang sama-sama di landa rasa galau.
Ayu yang galau karena bingung bagaimana harus memberitahu keluarganya kalau pernikahannya batal,sedangkan dokter Lucky galau memikirkan nasib hubungannya dengan Billy kekasihnya. Kalau diteruskan,bisa-bisa mamanya mati ditempat,tapi jika di akhiri,ia masih sangat mencintai Billy.
🍀🍀🍀🍀🍀
Setelah keluar dari rumah sakit,Alex membawa Risa ke salah satu restoran mewah. Melalui orang kepercayaannya,Alex memesan private room dan meminta pihak restoran mendekor private room itu dengan dekor yang romantis. Tadi malam, Alex juga menyuruh orang kepercayaannya itu untuk memesan cincin untuk melamar Risa.
__ADS_1
Kini mereka sudah tiba di restoran itu,Alex menggandeng tangan Risa untuk masuk ke dalam restoran.
"Kita mau ngapain ke sini darl?!" Tanya Risa.
"Ada urusan penting yang mau aku selesaikan disini sayang." Jawab Alex santai,agar Risa tidak curiga.
Risa pun pasrah ikut masuk kedalam dengan Alex.
"Kamu tunggu di sini dulu." Kata Alex meminta Risa menunggu di salah satu tempat duduk kosong. Sedangkan Alex berjalan menuju resepsionis.
"Selamat siang pak." Sapa resepsionis wanita itu.
"Siang. Saya Alex Johnson. Apa ruangan saya sudah siap?!" Tanya Alex to the point.
"Ah..iya pak. Ruangan bapak sudah siap. Cincinnya juga sudah di letakkan di atas meja." Jawab resepsionis itu.
"Mari pak saya antar." Kata resepsionis itu lagi.
"Ra..sini!" Panggil Alex pada Risa.
Risa pun berjalan mendekati Alex. Kemudian mereka berdua pun mengikuti resepsionis itu dari belakang.
Setelah sampai di depan pintu private room,Alex meminta resepsionis itu pergi dan membiarkan Alex yang membuka pintu ruangan itu.
Sebelum Alex membuka ruangan itu,Alex terlebih dulu menutup mata Risa.
"Mau ngapain sih darl,pake acara tutup mata segala?! Kamu gak lagi ngerjain aku kan?!" Tanya Risa yang sudah ketakutan.
"Nanti kamu juga tau.!" Jawab Alex.
Alex pun menuntun Risa berjalan mendekati pintu.
Ceklek.
Setelah membuka pintu Alex kembali menuntun Risa untuk masuk ke dalam ruangan itu. Tak lupa Alex menutup kembali pintu itu.
Setelah menutup kembali pintu itu,Alex berjalan ke arah meja dan mengambil kotak cincin yang sudah di siapkan orang kepercayaannya. Alex membuka kotak cincin itu terlebih dahulu untuk memeriksa apakah cincin yang ia pesan sesuai dengan keinginannya. Setelah mengecek cincin itu,Alex kembali mendekati Risa.
"Darl..kamu ngapain sih?! Kok ini penutup matanya gak di buka-buka?!" Tanya Risa yang sudah tidak sabaran.
"Sabar dong,ini juga mau di buka. Apa kamu mau aku buka penutup yang lainnya?!" Goda Alex.
"Gak usah yang aneh-aneh deh. Udah cepetan buka.!"
Dengan perlahan Alex membuka penutup mata Risa.
Mata Risa membelalak saat melihat ruangan yang sudah di dekor penuh bunga dan balon yang membentuk kalimat 'Wil You Marry Me'.
"Darl..ini maksudnya apa?!" Tanya Risa yang masih belum percaya dengan kalimat yang terangkai di balon itu.
__ADS_1
Alex berlutut di hadapan Risa dan membuka kotak cincin dan menyodorkan kotak cincin itu ke hadapan Risa.
Bersambung...