
"Kalau kamu Yu,gimana? Mau kan jadi saksi pernikahan kita besok?!" Kini Risa menatap Ayu.
Sebenarnya Ayu ingin menggeleng. Bukan karena ia tidak mau jadi saksi,tapi karena ia tidak mau bertemu lagi dengan dokter Lucky lagi,ia masih sangat malu. Tapi karena wajah Risa yang memelas ditambah lagi tatapan Alex yang mengintimidasi,Ayu pun terpaksa menganggukkan kepalanya.
"Makasih yah Yu. Kalau gitu besok jam delapan kamu siap-siap,biar aku sama Alex jemput kamu." Kata Risa lagi.
"Iya Ris."
"Ya udah,kami pulang yah mas. Salam buat mamanya mas Lucky. Besok kalau semua nya lancar dan urusan kami udah beres,kami dateng lagi buat jenguk mama nya mas Lucky."
"Iya Ra,makasih yah. Kalian hati-hati di jalan. Kita ketemu lagi besok." Jawab dokter Lucky.
Alex,Risa dan Ayu pun berjalan keluar meninggalkan dokter Lucky menuju parkiran tempat mobil Alex terparkir.
Setelah mengantar Ayu ke kontrakannya,Risa dan Alex pun melanjutkan perjalanannya menuju tempat perentalan mobil,dengan tujuan untuk menambah waktu perentalan,jadi besok pagi mereka tinggal berangkat ke catatan sipil.
"Ra..kamu ngerasa ada yang aneh gak sama gelagat si Ayu?!" Tanya Alex. Karena sejak kembali ke rumah sakit,Alex memperhatikan gelagat aneh Ayu yang seperti tidak nyaman satu ruangan dengan dokter Lucky.
Risa menggeleng.
"Emang aneh kenapa?!" Tanya Risa penasaran.
Alex malah menggedikkan bahunya. Ia tidak ingin memberitahu Risa tentang kecurigaannya. Karena menurutnya tidak penting membahas masalah dokter Lucky dengan Ayu. Kalaupun terjadi sesuatu dengan mereka,biarlah mereka yang menyelesaikan sendiri.
"Ntah lah. Mungkin perasaan aku aja kali tadi." Jawab Alex berbohong.
Risa pun tak memperpanjang pembicaraan. Ia lebih memilih untuk mengistirahatkan matanya sampai tiba di tujuan.
__ADS_1
⭐⭐⭐⭐⭐
Meninggalkan Risa dan Alex. Sekarang Ayu sudah berada di dalam kamarnya.
Rasa lelah yang menggerogoti tubuhnya membuat Ayu memilih untuk langsung mengistirahatkan tubuhnya setelah membersihkan tubuhnya.
Tapi tragedi yang terjadi di rumah sakit tadi membuatnya tak bisa tenang memejamkan mata.
"Aarrrrghh..!" Geram Ayu sambil mendudukkan dirinya. Ia kesal karena bayang-bayang dokter Lucky berputar-putar di otaknya.
"Gila...gila..ini benar-benar gila!!!" Umpat Ayu.
Flashback On
Saat Risa dan Alex meninggalkan rumah sakit,tak lama dokter Lucky keluar juga dari dalam kamar rawat sang mama meninggalkan Ayu dan mamanya yang masih tertidur.
Ternyata dokter Lucky menemui Billy yang sudah menunggu dokter Lucky di lobi rumah sakit. Billy datang ke rumah sakit itu untuk berpamitan pada dokter Lucky karena hari ini Billy harus pulang ke Singapore.
Setelah dirasa cukup puas saling mencumbu,mereka pun keluar dari tangga darurat. Dokter Lucky hanya mengantar Billy sampai lobi rumah sakit,karena tidak mungkin dokter Lucky meninggalkan mamanya sendirian di rumah sakit.
Setelah memastikan kekasihnya pergi,dokter Lucky kembali ke kamar rawat sang mama.
Ceklek. Dokter Lucky membuka pintu kamar rawat sang mama.
Terlihat lah Ayu yang sedang tertidur di sofa dan mama yang masih pulas tertidur karena efek obat tidur yang di berikan untuk mamanya.
Dokter Lucky pun masuk ke dalam kamar mandi untuk menuntaskan hasratnya yang tadi tak bisa tersalurkan. Sangking tidak tahannya untuk melepaskan hasrat,dokter Lucky sampai lupa mengunci pintu kamar mandi.
__ADS_1
Dalam keadaan setengah sadar,Ayu pun berjalan ke arah kamar mandi. Hasrat buang air kecilnya juga sudah tak tertahan lagi. Dengan mata yang setengah tertutup,Ayu membuka pintu kamar mandi.
Ceklek.
Dokter Lucky tidak mendengar saat Ayu membuka pintu kamar mandi,karena sekarang ia menggunakan headset sambil menonton video panasnya dengan Billy yang ia rekam untuk memperlancar pelepasannya. Dokter Lucky tidak menyadari kalau sekarang Ayu tengah jongkok tepat di belakangnya. Begitupun dengan Ayu yang tak menyadari keberadaan dokter Lucky di dalam kamar mandi itu,karena Ayu masuk dengan keadaan mata setengah tertutup dan keadaan setengah sadar,persis seperti orang yang sedang mimpi berjalan.
Karena dirumahnya sudah terbiasa jongkok bila buang air kecil,Ayu pun langsung membuka celananya dan jongkok tepat di belakang dokter Lucky,Ayu pikir sekarang ia sedang jongkok di wc.
"Sshh..ah.." desahan pelan keluar dari mulut dokter Lucky saat ia sedang berusaha melepaskan hasratnya.
Ayu yang masih dalam keadaan setengah sadar mengira kalau itu hanyalah mimpi saat mendengar suara desahan itu,namun makin lama suara desahan itu semakin jelas dan semakin sering ia dengar. Ayu pun langsung membuka matanya sempurna.
"Aaaaa..a!!!" Teriak Ayu saat mendongakkan wajahnya karena melihat bokong dokter Lucky.
Mendengar teriakkan Ayu,sontak dokter Lucky pun membalikkan tubuhnya tanpa menaikkan kembali celananya.
"Aaaa....aaa.!!" Keduanya sama-sama berteriak. Dokter Lucky berteriak karena melihat Ayu yang tiba-tiba ada di dalam kamar mandi sedang berjongkok. Sedangkan Ayu berteriak karena melihat penampakan benda kramat milik dokter Lucky yang masih berdiri tegak saat dokter Lucky memutar tubuhnya.
Cepat-cepat Ayu berdiri untuk menaikkan celananya,begitu pun dokter Lucky yang ikut menaikkan celananya. Namun karena celana dokter Lucky terjatuh sampai di mata kakinya membuat dokter Lucky agak kesusahan saat menaikkan celananya,apalagi celana yang dokter Lucky pakai saat ini adalah celana jeans. Dan itu membuat dokter Lucky kehilangan keseimbangannya. Dan...
Bruuuk. Dokter Lucky jatuh dan menimpa tubuh Ayu.
Tiba-tiba saja pintu kamar mandi terbuka.
Mama dokter Lucky sudah mulai sadar saat Ayu masuk ke dalam kamar mandi,ia makin sadar saat mendengar suara teriakkan dari dalam kamar mandi. Dengan perlahan mama dokter Lucky turun dari atas ranjang,ia pun berjalan menuju kamar mandi sambil mendorong tiang infus.
Braaak. Mama dokter Lucky membuka pintu kamar mandi itu.
__ADS_1
"Lucky...!!!" Teriak mama dokter Lucky saat melihat posisi dokter Lucky dan Ayu. Ditambah celana dokter Lucky dan Ayu sama-sama belum naik sempurna. Makin membuat mama dokter Lucky menjadi salah paham dengan adegan yang ada di hadapannya.
Bersambung...