Akhir Penderitaan Clarisa

Akhir Penderitaan Clarisa
Part 66


__ADS_3

Walaupun barang-barang peninggalan orangtua Risa sudah tidak ada lagi di dalam rumah itu,paling tidak cat tembok rumah itu masih sama.


"Sori yah Ra,rumahnya belum aku isi perabotan lengkap. Cuma kamar kita sama barang-barang dapur aja yang aku isi. Itu pun mbak Nunik sama mbak Iin yang belanja perlengkapan dapur. Aku mau rumah ini diisi dengan barang-barang sesuai selera kamu."


"Iya darl gak pa-pa,kamu udah beli rumah ini aja aku udah seneng banget. Nanti kita pelan-pelan isi barang di rumah ini." Jawab Risa bijak.


Alex pun mengajak Risa menuju kamar mereka,lebih tepatnya kamar Risa dulu.


"Loh..ini baju-baju aku kok udah ada di lemari?!" Tanya Risa heran.


"Mbak Nunik sama mbak Iin yang udah pindahin barang-barang kamu."


"Oh..jadi kamu sama mbak Nunik dan mbak Iin udah sekongkol?!"


"Bukan sekongkol Ra,tapi lebih tepatnya bekerja sama untuk memberikan kejutan untuk kamu." Jawab Alex gombal.


Risa memutar bola matanya malas.


"Udah lah males ngomong sama kamu,mending aku mandi dulu. Udah lengket banget ini make-up nya." Risa pun duduk di kursi meja rias dan mulai membersihkan wajahnya sebelum ia melakukan ritual mandinya. Setelah make up yang menempel di wajahnya terhapus,baru lah ia masuk ke dalam kamar mandi.


Sedangkan Alex,ia membuka hp nya dan memeriksa laporan mengenai bengkelnya yang di kirim orang kepercayaannya melalui email.


Setelah setengah jam di dalam kamar mandi,Risa pun keluar dan berganti dengan Alex. Setelah Alex masuk ke dalam kamar mandi,Risa pun memakai pakaiannya kemudian menyiapkan pakaian untuk Alex. Setelah menaruh pakaian Alex di atas ranjang,Risa pun keluar dari dalam kamar menuju dapur untuk melihat kondisi dapurnya,sekaligus mengecek apakah ada bahan makanan yang bisa ia masak.


Setelah sampai di dapur,Risa pun membuka kulkas dan ternyata kulkas sudah penuh dengan bahan makanan.


"Kayaknya enak nih bikin ikan mujair goreng dengan sambal matah,sama tumis kangkung." Gumam Risa saat melihat ikan mujair yang sudah di marinasi dan sayur kangkung yang sudah di potong-potong.

__ADS_1


Risa pun mengeluarkan ikan dan sayur itu serta menyiapkan bumbu-bumbu untuk membuat sambal matah dan tumis kangkung. Setelah semua bahan siap,Risa mulai memasak dengan menggoreng ikan terlebih dahulu,sambil menunggu ikan,Risa pun mulai menumis bawang untuk menumis sayur.


Sangking asiknya memasak,Risa sampai tak menyadari kalau Alex sedang memperhatikan gerak-gerik Risa memasak dari pintu dapur.


Alex yang baru selesai mandi langsung keluar dari dalam kamar saat melihat Risa tak ada di dalam kamar,mendengar bunyi-bunyi dari arah dapur,Alex yakin kalau Risa tengah ada di dapur,Alex pun melangkahkan kakinya menuju dapur. Ia tak langsung menghampiri Risa yang sedang asyik memotong-motong bawang.


"Ternyata dia bisa masak juga." Gumam Alex dalam hati. Ia tak menyangka kalau Risa bisa memasak,terlihat dari gerakan lincah Risa saat memotong bawang. Karena selama mengenal Risa,Alex tak pernah melihat Risa memasak.


Tak puas hanya dengan memperhatikan Risa dari pintu dapur,Alex pun berjalan mendekati Risa dan melingkarkan tangannya di pinggang Risa.


"Astaga darl,bikin kaget aja.!!" Pekik Risa kaget saat merasakan tangan Alex sambil memukul tangan Alex pelan.


"Aku cariin kirain kamu kemana. Gak taunya disini." Kata Alex tepat di telinga Risa.


"Minggir akh..aku mau masak dulu." Usir Risa sambil menggerak-gerakkan tubuhnya agar Alex melepaskan pelukannya.


"Gimana mau masak kalau kamu kayak gini darl. Awas dulu.!"


"Kan yang masak tangan,aku kan gak megang tangan kamu."


"Tapi kamu tuh ganggu pergerakan aku kalau kamu meluk-meluk gini. Jadi lama selesainya darl.!"


Alex tak menggubris kata-kata Risa,malahan ulahnya semakin menjadi-jadi. Sekarang bukan hanya memeluk,tapi Alex juga menciumi tengkuk Risa dan memberikan jejak kepemilikannya disana,tangannya pun juga perlahan merambat masuk ke balik kaos yang Risa kenakan.


"Darl stop.!!" Risa menahan tangan Alex yang hampir saja sampai di perbukitannya.


Alex tetap tak menghiraukan kata-kata Risa,meski tangannya di tahan Risa tapi bibirnya terus bekerja memberikan jejak kepemilikan di leher Risa.

__ADS_1


"Darl..stop!! Aku masak dulu." Rengek Risa karena Alex tak berhenti bermain di leher jenjangnya.


Bukannya berhenti,Alex malah memutar tubuh Risa agar berhadapan dengannya. Ia langsung menghimpit tubuh Risa dan manahan tengkuk Risa,tanpa basa-basi Alex langsung melahap bibir Risa dengan sangat rakus.


"Hemph..." Risa memukul-mukul dada Alex agar melepaskan ciumannya.


Alex pun melepaskan ciumannya.


"Aku lagi masak darl." Kata Risa sambil menyeka sisa ciuman rakus Alex di bibirnya.


"Aku udah gak tahan Ra." Jawab Alex dengan suara serak dan berat di telinga Risa. Hasratnya sudah di ubun-ubun.


"Ini masih sore darl. Nanti malam aja oke." Kata Risa bernegosiasi.


"Aku udah nunggu seminggu lebih Ra,masa sekarang kita udah sah,aku juga harus nunggu sih Ra. Rasain nih udah keras banget." Kata Alex sambil menghimpit bagian bawahnya agar Risa merasakan senjatanya yang sudah siap tempur.


"Tapi darl..."


"Gak ada tapi-tapian Ra,dosa loh ngebiarin suami tersiksa begini." Kata Alex memotong ucapan Risa.


"Oke,tapi tunggu sebentar lagi. Ikannya udah mau mateng ini."


Tak mau mendengar kata-kata Risa,Alex langsung membungkam bibir Risa dengan bibirnya. Tangan Alex pun kembali menjelajah di balik kaos Risa.


"Sshhh..uuh..ahh.." desah Risa karena bibir Alex kini tengah bermain di gunung Risa,lidahnya pun memilin puncak gunung itu,membuat Risa benar-benar tak berdaya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2