Akhir Penderitaan Clarisa

Akhir Penderitaan Clarisa
Part 97


__ADS_3

Melihat sang istri muntah-muntah,Alex yang tadinya berdiri di bawah shower,langsung mendekati Risa dan menepuk-nepuk punggung Risa.


"Kamu sakit? Kita ke dokter yah?"


Risa menggeleng sambil membersihkan mulutnya dari sisa muntahan.


"Gak usah darl,paling cuma masuk angin doang." Tolak Risa.


"Beneran?" Tanya Alex sekali lagi.


Risa mengangguk.


"Ya udah,kalau kamu istirahat aja,gak usah ikut ke kantor." Kata Alex sambil melilitkan handuk ke pinggangnya dan membawa Risa keluar dari dalam kamar mandi.


"Aku suruh mbak bikinin wedang jahe yah,biar badan kamu enakan."


Sekali lagi Risa hanya mengangguk,entah kenapa tubuhnya sangat lemas sekali.


Dengan handuk yang masih melilit di pinggang,Alex keluar dari kamar mereka dan turun ke lantai bawah menuju dapur.


"Mbak,tolong bikinin wedang jahe untuk istri saya yah. Nanti langsung anter aja ke kamar." Kata Alex pada salah satu art di rumah orangtua Alex.


"Iya den."


Setelah meminta dibuatkan wedang jahe,Alex kembali menapaki anak tangga menuju kamarnya dan Risa.


Ceklek. Alex membuka pintu kamar.


Setelah masuk ke dalam kamar,Alex berjalan mendekati Risa yang sedang berbaring di atas ranjang sambil memungut pakaian Risa yang berserakan di atas lantai.


"Pake baju nya dulu Ra."


Alex pun mulai memakaikan Risa pakaian yang tadi malam Alex buka.


"Gimana gak masuk angin coba,orang tiap malam kamu gak pake baju."


"Cih..ulah siapa!!! Taunya cuma buka,gak tau pasang lagi." Jawab Risa ketus.


Mendengar jawaban Risa,Alex hanya terkekeh.


Cup. Alex mengecup bibir Risa sekilas karena melihat Risa yang memanyunkan bibirnya saat Alex memakaikan Risa pakaian.


"Itu bibir manyun-manyun gitu apa maksudnya Ra? Mau lagi? Biar aku tau,mumpung belum ke pake semua ini baju kamu." Goda Alex.


"Ish...apaan sih!! Udah sana mandi,nanti telat loh!!" Risa mendorong tubuh Alex pelan.


"Aku males ngantor Ra,mau nemenin kamu aja dirumah. Nanti di kantor juga jadi gak fokus gara-gara mikirin kamu mulu."

__ADS_1


"Gak bisa gitu dong darl,kamu kan atasan. Atasan harus ngasih contoh buat bawahannya."


"Tapi atasan kan juga manusia biasa yang bisa ngerasain gelisah kalau belahan jiwanya sakit Ra. Lagian aku gak ke kantor bukan berarti aku gak kerja. Nanti aku suruh pak Eka bawa kerjaan aku ke rumah. Biar aku kerja dari rumah aja sampe kamu bener-bener sehat."


"Terserah kamu lah darl."


Tok tok tok. Pintu kamar Alex dan Risa terketuk.


"Itu pasti wedang jahe kamu." Alex pun berdiri dan berjalan menuju pintu kamarnya.


Ceklek. Alex membuka pintu kamar.


"Ini den wedang jahenya." Si mbak art memberikan nampan yang berisi wedang jahe untuk Risa.


"Makasih yah mbak." Kata Alex sambil mengambil nampan itu. Ia menutup kembali pintu kamarnya dan berjalan mendekati Risa.


"Ini minum dulu wedang jahenya. Aku mandi dulu yah."


Risa menganggukkan kepalanya.


Alex pun berjalan ke kamar mandi untuk melanjutkan acara mandinya yang sempat tertunda.


Setelah lima belas menit,Alex pun keluar dari dalam kamar mandi.


"Gimana udah enakan?" Tanya Alex saat melihat Risa sedang berbaring di atas tempat tidur.


"Lumayan lah darl. Tapi masih lemes."


Setelah memakai baju rumahan ala Alex. Alex pun keluar dari dalam ruang ganti.


"Darl.." panggil Risa saat Alex hendak berjalan menuju pintu. Sepertinya Alex akan keluar dari kamar untuk mengambil sarapan untuk Risa.


"Iya sayang." Alex menoleh saat Risa memanggilnya.


"Aku mau nasi goreng."


"Oh..iya,nanti aku suruh mbak masakin buat kamu."


Risa menggeleng.


"Aku maunya kamu yang masak."


Alex menganga mendengar permintaan Risa.


"Ngaco kamu Ra,aku mana bisa masak Ra."


"Pokoknya aku mau nasi goreng buatan kamu. Titik.!!!" Paksa Ica.

__ADS_1


Alex menghela nafasnya.


"Iya in aja deh. Nanti sampe bawah gue suruh aja si mbak yang masak." Gumam Alex dalam hati.


"Ya udah iya. Kamu tunggu disini yah." Alex pun kembali berjalan mendekati pintu.


"Darl tunggu!!" Teriak Risa sambil menurunkan kakinya ke lantai dan berjalan ke arah Alex.


"Apa lagi Ra?"


"Aku ikut."


"Mampus gue!!" Kata Alex dalam hatinya.


"Gak usah kamu tunggu disini aja. Kan kamu lagi lemes."


"Gak mau,aku mau ikut turun,mau liat proses kamu masak."


"Tapi kan kamu lagi lemes Ra,udah istirahat aja yah." Bujuk Alex.


Bukannya termakan bujuk rayu Alex,malahan Risa tiba-tiba menangis.


"Tapi aku mau ikut. Aku gak mau kamu tinggal sendirian di kamar darl."


Melihat istrinya menangis,Alex jadi bingung. Padahal ia tidak memarahi apalagi membentak Risa,tapi kenapa istrinya itu menangis.


"Ya udah ayo. Udah jangan nangis lagi. Nanti aku gak masakin loh nasi gorengnya."


Mendengar ancaman Alex yang tidak mau memasakkan nasi goreng untuknya,tangis Risa malah semakin menjadi-jadi.


"Loh...loh...loh..kok malah makin kenceng nangisnya. Kamu kenapa sih Ra,kok jadi cengeng gini?"


"Huaaaaaaa" tangis Risa semakin kencang.


Cepat-cepat Alex menarik tubuh Risa ke dalam pelukannya.


"Udah dong Ra nangisnya." Alex mencoba menenangkan Risa sambil mengelus punggung Risa.


"Habisnya kamu sih,ngancem gak mau bikin aku nasi goreng,udah gitu bilang aku cengeng lagi!"


"Astaga!!! Aku kan cuma becanda sayang. Masa cuma gitu doang nangis sih Ra."


"Aku gak suka dengernya darl!!"


Alex menghela nafasnya,ia tak tahu faktor apa yang membuat istrinya tiba-tiba manja seperti saat ini,tapi yang jelas yang harus Alex lakukan sekarang hanya lah mengalah.


"Ya udah,aku minta maaf yah sayang. Muah." Alex mencium kening Risa sekilas tanda permintaan maafnya.

__ADS_1


"Kok nyiumnya di jidat? Aku maunya di bibir!!"


Bersambung...


__ADS_2