
Erick mengambil kertas itu dan membaca isi yang tertulis. Mata Erick membelalak saat melihat bahwa kehamilan Sheilla sudah masuk bulan ketiga.
"Berarti tiga bulan terakhir ini aku bercinta dengan ibu hamil." Kaget Erick dalam hati.
"Sekarang kamu percaya kalau aku ini hamil. Dan itu anak kamu Erick.!!"
Mata Erick mendelik sekilas ke arah Sheilla,kemudian ia mengembalikan kertas itu pada Sheilla.
"Ya aku percaya kamu hamil. Tapi aku tetap tidak merasa menghamili mu,itu bukan anak ku.!!" Jawab Erick santai.
Mata Sheilla membelalak,nafasnya sudah sangat memburu. Ini tak seperti yang ia prediksikan.
"Bagaimana ini,apalagi yang harus aku lakukan agar Erick mau bertanggung jawab atas anak yang ku kandung." Gumam Sheilla dalam hati. Tiba-tiba saja ia teringat akan cctv yang ada di dalam apartemennya,ia pun tersenyum licik dan akan menggunakan rekaman cctv itu untuk mengancam Erick.
"Jadi kamu tidak mau bertanggung jawab? Baiklah,kalau gitu jangan salahkan aku jika aku menyebarkan rekaman cctv di apartemen ku saat kita sedang bercinta." Kata Sheilla santai. Tapi sayangnya ancaman Sheilla tak membuat Erick gentar. Ia malah menyerang balik Sheilla.
"Kau mengancam ku? Hei...!!! Apa kamu tidak kenal siapa aku,siapa keluarga ku dan agensi yang menaungi ku?! Aku bukan tandingan mu sayang. Sebarkan saja,biar kita lihat siapa yang mempermalukan siapa." Erick mengancam balik.
Rahang Sheilla mengeras tangannya pun terkepal,seandainya ini bukan tempat umum,sudah ia tampar laki-laki di hadapannya.
"Kamu.!!!" Geram Sheilla. Ia pun menghela nafasnya,sepertinya ia harus memasang wajah memelas agar hati Erick melunak.
"Kenapa kamu seperti ini Erick? Bukan kah kita saling mencintai? Tapi kenapa disaat buah cinta kita tumbuh dirahim ku,kamu seperti ini? Apa karena wanita jalang itu makanya kamu seperti ini?!" Tanya Sheilla dengan raut wajah yang dibuat semenyedihkan mungkin.
"Apa pernah aku mengatakan mencintai mu? Kau saja yang langsung menyerahkan diri mu pada ku!! Dan satu lagi,jangan pernah menyebut Hanna dengan sebutan jalang,karena yang sebenarnya jalang itu adalah kau!!"
PLAAAAK. Tamparan yang sedari tadi ingin Sheilla daratkan di pipi Erick akhirnya mendarat juga.
__ADS_1
Rahang Erick mengeras mendapat tamparan dari Sheilla.
"Aku akan buat perhitungan dengan mu!!! Bukan hanya kamu yang mempunyai keluarga berkuasa,keluarga ku juga berkuasa!!!"
Mendengar kata-kata Sheilla,Erick tertawa terbahak-bahak.
"Keluarga mu berkuasa hanya di negara mu,bukan disini!! Aku tunggu perhitungan dari mu. Setelah kau membuat perhitungan dengan ku,maka bersiaplah dengan perhitungan dari ku.!!" Jawab Erick santai sambil berdiri dari duduknya,ia pun meninggalkan Sheilla yang sedang menggeram.
"Mau kemana kamu? Kita belum selesai bicara!!" Teriak Sheilla.
Erick tidak menghiraukan teriakan Sheilla,ia tetap berjalan keluar dari kafe sambil mengacungkan jari tengah ke arah Sheilla.
"Arrrrgghhh!!!!" Teriak Sheilla saat Erick makin menjauh.
⭐⭐⭐⭐⭐
"Maaf yah,tempat tinggal Bagas kecil. Nanti Bagas cariin rumah kontrakan,biar mama bisa hidup layak."
"Gak pa-pa Gas,asal sama kamu,mama seneng kok." Jawab mama Bagas.
"Gas..." panggil mama Bagas saat Bagas sedang sibuk menyusun pakaian sang mama ke dalam lemari.
Bagas pun menoleh.
"Ia mah,kenapa?"
"Gimana kabar Sheilla?" Tanya mama Bagas. Mama Bagas yakin kepulangan Bagas yang tiba-tiba pasti karena ia sedang bermasalah dengan istrinya itu.
__ADS_1
Bagas hanya menjawab dengan menggedikkan bahunya.
Melihat anaknya seperti itu mama Bagas bertambah yakin dengan feelingnya itu.
"Apa kalian sedang bertengkar?"
Bagas menghela nafasnya,sepertinya sudah saatnya ia menceritakan pada sang mama apa yang sudah ia alami setahun belakangan ini.
Bagas pun mendekati sang mama dan duduk di sebelah mamanya. Ia pun mulai menceritakan tentang peringai Sheilla dan perselingkuhan Sheilla dengan Erick.
Mata mama Bagas membulat mendengar cerita dari Bagas,ia tak menyangka kalau Sheilla yang notabene dari keluarga terpandang dan terhormat bisa melakukan hal serendah itu.
"Maafkan mama Gas,karena telah meminta mu untuk menerima tawaran tuan Anderson untuk menjadikan mu sebagai menantunya. Mama pikir,Sheilla memiliki etitude yang baik karena ia terlahir dari keluarga terhormat." Kata mama Bagas penuh penyesalan.
"Udah lah mah,gak ada yang perlu di sesali. Mungkin ini karma buat Bagas karena sudah menyakiti hati seorang wanita yang sudah sangat tulus mencintai Bagas." Kata Bagas. Ia jadi kembali teringat dengan Risa.
"Siapa wanita itu? Kenapa kamu gak pernah cerita sama mama Gas?" Tanya mama Bagas penasaran.
"Namanya Clarisa mah,dia gadis yang cantik,baik bahkan sangat lugu saat pertama kali Bagas mengenalnya. Dulu dia caddy golf di tempat kita. Bagas berhubungan dengan Risa setelah Bagas bertunangan dengan Sheilla,makanya Bagas gak pernah cerita sama mama. Mungkin secara status,Risa adalah selingkuhan Bagas,tapi di hati Bagas dia lah wanita yang Bagas cintai. Sampai akhirnya papa memaksa untuk mempercepat pernikahan Bagas dengan Sheilla pun,Bagas berniat ingin menjadikan Risa sebagai wanita simpanan Bagas. Tapi ternyata takdir mempunyai alur ceritanya sendiri,apa yang sudah Bagas rancang lenyap begitu saja saat Bagas menjadi tawanan Sheilla di Paris. "
"Sekarang kamu sudah disini,kenapa kamu gak cari dia dan minta maaf sama dia?"
"Bagas udah cari dia mah di rumah yang pernah Bagas belikan untuk dia. Tapi sayangnya dia sudah pergi dari rumah itu,bahkan sudah menjual rumah itu. Mungkin dia sudah tau kebrengsekan Bagas ini dan gak mungkin juga dia mau kembali bersama Bagas."
"Memang benar,mungkin dia tidak mau kembali bersama kamu,tapi sebagai laki-laki sejati kamu harus meminta maaf pada dia dan mengakui kesalahan kamu. Apalagi kamu bilang dia sudah mencintai mu dengan sangat tulus. Cari lah dia Gas,minta maaf lah padanya. Seandainya dia sudah bahagia,jangan pernah rusak kebahagiaannya."
Dukungan dari sang mama benar-benar moodbooster tersendiri untuk Bagas mencari Risa. Dia ingin meminta maaf pada Risa dan kalaupun ada kesempatan untuk Bagas,ia ingin kembali pada Risa.
__ADS_1
Bersambung...