
Alex menggeram,rahangnya sudah mengeras dan tangan pun sudah terkepal. Ingin sekali ia meninju sang papa karena terus merendahkan Risa.
"Apa papa pikir perempuan baik-baik tidak boleh pergi ke klub? Sedangkan perempuan binal saja bisa mengklamufase diri mereka dengan pergi ke tempat beribadah. Penampilan luar,tutur kata atau pun gaya hidup bukan jaminan kalau orang itu orang suci pah,tapi hati mereka lah yang membuat mereka itu bisa di golongkan orang baik."
"Cih..sudah pintar bicara kamu yah sekarang sama papa!! Dengan apa perempuan ini mencuci otak kamu?!" Cebik pak Abram.
"Dengan cinta dan ketulusannya. Cinta yang baru kali ini Alex rasakan,cinta yang tidak pernah papa berikan untuk Alex,tapi Clara bisa memberikannya untuk Alex."
"Alex!!! Makin berani kamu sama papa yah!!" Bentak pak Abram.
"Kenapa,papa tersinggung dengan kata-kata Alex?! Emang benar kan apa yang Alex katakan barusan,papa gak pernah memberikan cinta dan kasih sayang untuk Alex. Yang papa berikan ke Alex hanya lah tekanan-tekanan yang membuat kepercayaan diri Alex semakin kerdil!!"
"Kamu!!!" Pak Abram pun berdiri dan mendekat ke arah Alex.
Plaaak. Pak Abram langsung memberikan tamparan ke pipi Alex.
Mendapat tamparan dari sang papa,Alex malah tersenyum puas. Puas karena akhirnya ia bisa mencurahkan semua isi hatinya pada sang papa. Keberanian dan kekuatan yang tiba-tiba muncul karena sang papa terus merendahkan dan menyudutkan Risa.
"Dan kamu!!!" Kini pak Abram menunjuk ke arah Risa.
"Ternyata selain hebat di ranjang,kamu juga punya keahlian mencuci otak anak saya yah!!! Bisa-bisa nya anak saya yang tadinya penurut dan tidak pernah melawan menjadi anak pembangkang setelah mengenal kamu!!! Saya gak akan pernah memberikan restu untuk kalian berdua!! Jangan harap kamu bisa masuk dalam keluarga Johnson!!!"
Alex yang tak senang sang papa meneriaki Risa,ikut berdiri dan pasang badan untuk Risa.
"Tanpa restu dari papa,Alex tetap akan menikahi Clara!! Alex gak peduli kalau papa mau mengeluarkan Alex dari kartu keluarga!!" Balas Alex dengan suara tak kalah keras.
"Ayo Ra kita pergi dari sini!!" Alex menarik tangan Risa untuk keluar dari dalam rumah papa nya. Namun baru sampai depan pintu Alex masuk kembali ke ruang tamu.
Ia mengeluarkan kunci mobil dan dompetnya dari dalam saku celananya. Ia membuka dompet itu dan mengambil satu blackcard pemberian sang papa dan meletakkannya bersama kunci mobil di atas meja ruang tamu.
"Ini Alex kembalikan sama papa. Mulai sekarang,Alex juga berhenti dari perusahaan!!" Setelah mengatakan pengunduran dirinya dari perusahaan,Alex pun menyusul Risa di depan pintu depan.
"Kamu akan menyesal lebih memilih perempuan itu di banding papa kamu sendiri Lex.!!" Teriak sang papa.
__ADS_1
Namun Alex tak menghiraukan perkataan sang papa,ia dan Risa tetap berjalan keluar dari rumah itu. Dengan berjalan kaki,mereka berdua keluar dari perumahan elite tempat tinggal orangtua Alex menuju jalan besar. Setelah sampai di jalan besar baru lah mereka menyetop taksi untuk pulang ke hotel.
Sedangkan di rumah orangtua Alex,mama Alex yang sedari tadi menguping perdebatan Alex dan papanya dari balik tembok ruang tamu,merasa lega dan puas hati karena akhirnya anak laki-laki satu-satunya itu bisa mengambil keputusan sendiri dalam hidupnya. Sekalipun harus menentang papa nya sendiri,paling tidak Alex tak perlu lagi jadi boneka sang papa.
"Mama merestui hubungan kalian Lex. Berbahagialah nak,hanya doa yang bisa mama panjatkan untuk kebahagiaan kalian." Lirih mama Alex.
Di rumah itu,perempuan tidak berhak ikut campur apalagi ikut mengambil keputusan,sekalipun itu mama Alex. Bahkan saat mama Alex tau kalau Alex akan membawa Risa ke rumah dan mengenalkan sebagai calon istrinya,mama Alex di larang sang suami untuk ikut ke ruang tamu dan harus tetap berada di dalam kamar. Namun karena rasa penasaran yang tinggi,mama Alex pun keluar dan menguping. Tadinya mama Alex akan pasang badan untuk Alex jika sang suami berani memukuli Alex lagi. Sudah cukup selama ini dirinya hanya diam disaat melihat anak-anaknya di pukuli dan di didik terlalu keras oleh sang suami. Namun ternyata prediksinya salah,dengan lantangnya Alex melawan papanya sendiri. Ternyata begitu besar cinta Alex untuk Risa sampai-sampai Alex yang dulu hanya diam jika di maki dan di pukuli,kini berani melawan sang papa saat sang papa merendahkan,menghina bahkan tidak merestui hubungan mereka.
⭐⭐⭐⭐⭐
"Kamu gak pa-pa?!" Tanya Risa yang sejak tadi mengkhawatirkan Alex. Karena sejak di dalam taksi hingga mereka kini sudah sampai di dalam kamar hotel pun,Alex tak pernah membuka suaranya.
"Hah...kamu bilang apa?!" Alex malah bertanya balik.
"Kamu gak pa-pa?! Apa kamu sekarang nyesal? Kalau kamu nyesal,kamu bisa pulang ke rumah dan minta maaf sama papa kamu."
Alex menggelengkan kepalanya.
"Bukan nyesel Ra,cuma lagi mikir aja,habis ini apa yang harus aku lakuin untuk bahagian kamu,untuk nafkahin kamu,untuk memenuhi semua kebutuhan kamu. Hidup kan gak butuh cinta doang Ra,tapi juga butuh materi."
"Kita kan udah sepakat akan berjuang sama-sama. Jadi kamu gak usah terlalu mikirin hal itu."
"Kamu bener Ra mau hidup susah sama aku?! Aku udah gak punya apa-apa lagi loh Ra." Tanya Alex meyakinkan Risa.
Risa mengangguk yakin.
Alex bernafas lega saat Risa mengangguk.
Sebenarnya Alex masih memiliki uang tabungan yang jumlahnya hampir dua miliar dan memiliki usaha tiga bengkel mobil di kota itu. Ia hanya menguji dan meyakinkan Risa saja dengan mengatakan kalau ia sudah tidak memiliki apa-apa lagi.
"Gimana kalau kita balik ke kota M? biar kita mulai hidup yang baru disana." Usul Risa.
"Boleh,tapi setelah aku selesaikan urusan ku disini. Dan setelah kita mendaftarkan pernikahan kita. Jadi nanti di kota M,kita tinggal bikin resepsi kecil-kecilan." Jawab Alex sambil mencapit hidung Risa.
__ADS_1
Risa mengangguk senang,apalagi Alex mengatakan akan mendaftarkan pernikahan mereka secepatnya.
"Tapi kamu gak pa-pa kan Ra kalau resepsi kita kecil-kecilan? Kamu gak ngerasa aku merendahkan kamu kan?!"
"Ya gak lah darl. Buat apa pesta besar-besaran kalau habis itu kita gak makan karena bayar-bayarin hutang."
Cup. Alex mengecup bibir Risa gemas karena mendengar jawaban Risa.
"Ya udah,sekarang kita istirahat,besok pagi kita pergi ke catatan sipil untuk mendaftarkan pernikahan kita."
"Secepat itu?!"
"Kenapa? Kamu mau aku ngulur waktu?!"
Risa menggeleng.
"Bukan gitu darl,aku pikir kamu mau nyelesaikan urusan kamu dulu baru daftarin pernikahan kita."
"Daftarin pernikahan kita lebih penting Ra. Aku gak tahan berlama-lama kalau harus tidur berdua sama kamu tanpa ngapa-ngapain" bisik Alex di telinga Risa.
"Ish...kamu!!" Protes Risa sambil memukul pelan lengan Alex.
"Atau kamu mau kita ngapa-ngapain lagi malam ini?!" Goda Alex.
"Ya gak lah!!! Kamu kan udah janji kemaren yang terakhir sampe kita sah jadi suami istri.!" Jawab Risa sambil memanyunkan bibirnya.
Alex tertawa mendengar jawaban Risa.
"Iya sayang iya. Aku gak akan ngapa-ngapain kamu sampe kita sah jadi suami istri. Makanya aku pengen cepet-cepet daftarin pernikahan kita,biar kita cepat jadi suami istri dan aku bisa sepuasnya ngapa-ngapain kamu." Goda Alex lagi.
"Cih." Cebik Risa sambil memutar bola matanya malas.
"Udah akh malas ngomong sama kamu. Mending aku tidur!!!" Kata Risa,ia pun berdiri dari sofa tempat mereka duduk menuju kopernya dan mengambil baju tidur dari dalam koper.
__ADS_1
Bersambung...