
Setelah belanjaan Risa sudah terkumpul semua di dalam plastik,mereka bertiga pun berdiri. Cepat-cepat Risa berjalan mengekori mbak Nunik yang sudah lebih dulu masuk ke dalam toko.
"Ris." Bagas menarik tangan Risa saat Risa melewati dirinya.
"Lepas mas!! Aku udah bersuami.!" Risa menghempaskan tangan Bagas yang memegang tangannya.
"Aku tau. Bisa kita bicara sebentar?" Tanya Bagas.
"Gak ada yang harus kita bicarakan,urusan kita sudah selesai disaat kamu ninggalin aku.!!" Jawab Risa ketus tanpa melihat wajah Bagas.
"Tolong kasih aku kesempatan untuk meminta maaf dengan benar Ris." Mohon Bagas.
Mata Risa mendelik sesaat melihat wajah Bagas.
"Kita bicara di dalam saja." Risa pun masuk ke dalam toko kue. Begitupun dengan Bagas yang ikut masuk ke dalam toko kue milik Risa itu.
"Mas Bagas duduk disini dulu." Tunjuk Risa pada salah satu meja kosong di toko itu.
Bagas pun menganggukkan kepalanya dan duduk di kursi yang Risa tunjuk.
Sedangkan Risa,ia pergi kelantai dua dan menghubungi Alex suaminya.
Tuut...tuut...tuut.
Lima kali Risa menghubungi Alex,tapi Alex tak kunjung menerima panggilannya. Risa pun memutuskan untuk mengirim pesan saja pada Alex.
Risa : Darl,mantan ku yang pernah aku ceritakan pada mu dulu datang menemui ku di toko. Apa kamu bisa datang ke toko sekarang? Aku tidak mau ada kesalahpahaman antara kita.
Begitulah isi pesan Risa untuk Alex,sayangnya pesan itu juga tak kunjung di baca Alex. Risa pun kembali menghubungi Alex,tapi sampai sepuluh kali Risa menghubungi Alex,tetap saja Alex tak menjawab panggilan telponnya.
__ADS_1
Dan itu membuat Risa kesal. Ia pun terpaksa turun ke bawah menemui Bagas,padahal niatnya ia ingin menunggu sampai Alex datang dan mereka bicara bertiga. Tapi karena Alex tak kunjung menjawab telponnya,mau tak mau Risa turun kebawah dan berbicara dengan Bagas hanya berdua saja. Ya walaupun di toko itu bukan hanya mereka berdua.
"Maaf lama." Kata Risa saat sudah duduk di kursi yang berhadapan dengan Bagas.
"Bagaimana kabar mu?" Tanya Bagas basa-basi,tapi sorot matanya tidak henti menatap wanita yang sangat ia rindukan.
"Seperti yang kamu lihat,aku baik-baik saja."
"Aku senang kamu baik-baik saja."
"Sekarang katakan,apa yang ingin mas Bagas bicarakan."
Bagas menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan sebelum meminta maaf pada Risa.
"Ris,aku minta maaf atas perbuatan ku pada mu dulu. Aku menyesal Ris. Seandainya..." Sebelum Bagas menyelesaikan kalimatnya,Risa langsung memotong kata-kata Bagas.
Bagas menundukkan wajahnya malu dengan kata-kata Risa. Kata-kata Risa bagaikan pedang yang menancap langsung ke jantungnya,membuat dadanya sangat sesak kala ia teringat akan sikap buruknya pada Risa.
"Aku minta maaf,sungguh-sungguh minta maaf." Kata Bagas penuh penyesalan dengan wajah yang masih tertunduk.
"Sebelum mas Bagas minta maaf,aku sudah memaafkan dan mengikhlaskan semuanya. Karena jika aku belum memaafkan mas Bagas,gak mungkin aku bisa hidup tenang dan bahagia seperti sekarang ini. Dan aku harap mas Bagas juga bisa bahagia dan ikhlas dengan jalan hidup yang sudah mas Bagas pilih."
Bagas tak bisa berkata-kata apalagi,ia hanya menangis mendengar kata-kata Risa yang begitu berbesar hati memaafkannya.
"Sayangnya disaat kamu ikhlas memaafkan aku,karma lah yang datang menghampiri aku Ris."
"Maksudnya?"
"Rumah tangga ku hancur,wanita yang ku pilih untuk menjadi istri ku malah mengkhianati ku. Dan saat itu aku sadar,mungkin ini karma untuk ku karena meninggalkan mu dan memilih menikahi wanita pilihan orangtua ku."
__ADS_1
"Sudah lah mas,gak ada gunanya menyesali yang sudah terjadi. Sekalipun wanita itu pilihan orangtua mu,tapi tetap saja kamu lah yang memilih wanita itu untuk menjadi pendamping hidup mu. Jadi kamu harus bisa terima baik buruknya istri mu dan pertahankan apa yang sudah kamu pilih,agar tidak ada karma lain yang datang menghampiri mu."
"Karma lain?!" Gumam Bagas dalam hati. Mendengar kata-kata Risa,Bagas jadi teringat akan Sheilla yang ia yakini tengah mengandung anaknya.
"Mas Bagas kenapa?" Tanya Risa heran karena melihat Bagas yang tiba-tiba termenung.
"Sheilla. Istriku. Aku yakin sekarang dia tengah hamil anak ku. Aku sengaja membuatnya hamil,kemudian aku meninggalkan dia sekarang di Paris untuk menjatuhkan karirnya."
Mata Risa membelalak mendengar pengakuan Bagas.
"Apa? Kenapa mas Bagas melakukan itu? Harusnya mas Bagas bertanggung jawab dong!!" Protes Risa tak suka dengan sifat pecundang Bagas.
"Aku ingin balas dendam Ris,karena selama setahun kami menikah,dia tidak mengakui dan menghargai ku sebagai seorang suami di tambah lagi dia dengan beraninya bercinta dengan selingkuhannya di depan mata ku."
"Tetap saja mas,anak yang ada di kandungan istri mu itu anak mu. Anak itu tidak tau apa-apa,tapi kenapa kamu menghadirkan anak itu hanya untuk balas dendam mas? Apa kamu gak takut dengan karma yang akan datang menghampiri mu lagi? Mungkin aja karma yang datang nanti lebih menyakitkan dari karma yang sudah kamu terima sekarang."
Bagas nampak berpikir dengan kata-kata Risa. Sepertinya perkataan Risa masuk di akal Bagas.
"Jadi aku harus gimana Ris?" Tanya Bagas bingung langkah apa yang harus ia ambil.
"Tanya kata hati mas Bagas,apa yang harus mas Bagas lakukan."
"Baik lah,aku akan introspeksi diri aku dulu dan mencari pencerahan untuk semua masalah yang aku hadapi. Dan untuk mu,semoga kamu bisa terus berbahagia dengan suami mu Ris,dan sekali lagi terimakasih kamu sudah berlapang dada untuk memaafkan aku."
"Makasih mas. Dan sama-sama,semoga kamu juga bisa bahagia dengan keputusan yang akan kamu ambil nanti."
Bagas pun berdiri dari tempat duduknya dan berjalan mendekati Risa,tanpa Risa sangka-sangka Bagas langsung memeluknya.
Bersambung...
__ADS_1