Akhir Penderitaan Clarisa

Akhir Penderitaan Clarisa
Part 84


__ADS_3

"Darl..."


"Em.."


"Maaf yah,aku belum bisa kasih kamu anak." Risa merasa bersalah karena sampai saat ini dirinya belum bisa hamil lagi. Walaupun Alex tidak pernah menuntut dan tidak pernah menyinggung soal anak,tapi Risa tau dari sorot mata Alex setiap Alex melihat anak kecil,sorot mata yang sangat menginginkan seorang anak dalam keluarga kecil mereka.


"Kamu ngomong apa sih Ra. Anak itu kan pemberian yang di Atas,bukan atas dasar kemauan kita." Jawab Alex.


"Kalau seandainya aku gak bisa ngasih kamu anak gimana?"


"Yah gak pa-pa Ra,mungkin itu hukuman dari Tuhan buat aku karena aku udah bunuh anak kita waktu itu."


"Kamu gak akan berpaling dengan wanita lain kan?!"


"Makin ngawur kamu ngomong nya yah. Ya gak lah Ra,masa cuma gara-gara gitu aja aku ninggalin kamu.!!" Jawab Alex sambil mencubit gemas hidung Risa.


"Gak mudah buat aku berpaling dari kamu Ra,karena kamu lah aku bisa keluar dari diri aku yang bukan sebenarnya. Aku gak akan pernah ninggalin kamu hanya karena masalah kayak gini Ra,sekalipun papa aku mencoba berbagai cara untuk misahin kita,tapi hati aku gak akan pernah goyah."


"Makasih yah darl untuk cinta yang luar biasa yang kamu berikan untuk ku." Kata Risa sambil memeluk sang suami.


"Sama-sama Ra,makasih juga buat kesabaran kamu yang begitu luas menghadapi suami mu yang pencemburuan ini." Kata Alex sambil mengelus punggung polos istrinya.


Dan malam itu,masalah kesalahpahaman pun selesai. Sekarang tinggal Alex yang mencari tau siapa dalang di balik foto yang di kirim untuk Alex itu. Bagas kah atau sang papa.


⭐⭐⭐⭐⭐


Pagi ini setelah sarapan,sebelum ke bengkel,Alex mengantar Risa,mbak Nunik dan mbak Iin ke toko kue.


Kini Alex sudah berada dalam ruangannya di bengkel. Ia mengambil hp nya dan melakukan panggilan ke nomor orang kepercayaannya yang ia suruh untuk mencari tau tentang Bagas dan orang yang memotret Bagas dan Risa.


"Halo gimana udah ada hasilnya?"

__ADS_1


"Udah,laki-laki yang namanya Bagas itu pernah ketemuan sama bokap loe. Dan laki-laki yang mencurigakan itu,adalah orang suruhan bokap loe. Si Bagas pernah ketemuan sama bokap loe baru-baru ini. Untuk membicarakan apa,gue juga gak tau dan apa tujuan si Bagas datang ke kota M gue juga gak bisa pastiin." Jawab orang kepercayaan Alex to the point.


"Terus dimana posisi si Bagas sekarang?"


"Kayaknya masih di kota M,tapi hari ini jam dua belas penerbangannya ke kota besar."


Alex melihat jam yang menempel didinding ruangan itu.


"Masih setengah sepuluh,masih ada waktu buat ngejar dia di bandara." Gumam Alex dalam hati.


"Oke. Makasih banyak atas informasinya. Sekarang juga gue transfer bayaran loe."


Alex pun mengakhiri panggilannya. Ia pun mentransfer bayaran untuk orang kepercayaannya itu. Setelah transaksi berhasil,Alex pun keluar dari ruangannya dan berpamitan pada tiga montirnya untuk keluar sebentar. Tujuan Alex sekarang adalah bandara,ia ingin bertemu dengan Bagas dan menanyakan langsung pada Bagas apa maksud dan tujuan yang sebenarnya ia menemui Risa.


Kini Alex telah berada di depan pintu keberangkatan di bandara. Alex menunggu kedatangan Bagas.


Lima belas menit Alex menunggu,akhirnya muncul lah sosok Bagas. Alex yang melihat sosok Bagas dari kejauhan,ia pun berjalan mendekati Bagas.


"Bro." Alex menepuk pundak Bagas dari belakang. Sontak Bagas pun menoleh.


"Kenalin,gue Alex. Suaminya Clarisa." Alex mengulurkan tangannya ke arah Bagas dan memperkenalkan dirinya dengan sangat gantle.


Bagas pun menyambut uluran tangan Alex.


"Bagas."


"Gue udah tau." Jawab Alex tengil sambil melepas jabatan tangan mereka.


"Cih..kalau loe udah tau,ngapain ngajak kenalan!!" Protes Bagas tak suka dengan gaya Alex yang tengil.


"Gue gak ngajak kenalan kok,gue cuma mau memperkenalkan diri gue ke loe." Jawab Alex.

__ADS_1


"Terus loe mau apa sekarang? Gak mungkin kan loe dateng jauh-jauh kesini cuma mau ngenalin diri loe doang?" Tanya Bagas.


"Bagus deh kalau loe tau tujuan gue nyamperin loe kesini. Gue gak mau basa-basi,sekarang bilang sama gue,apa tujuan loe dateng kesini? Apa bokap gue yang nyuruh loe deketin Clara,buat ngancurin rumah tangga gue?"


"Jawabannya GAK!! Gue dateng kesini,karena gue pure mau minta maaf ke Risa karena gue udah nyakitin dia. Gak ada hubungannya sama bokap loe."


"Terus ngapain loe ketemuan sama bokap gue?"


"Bokap loe emang minta gue jadi perusak rumah tangga loe,tapi gue gak minat bro. Bukan karena gue gak punya perasaan apa-apa lagi sama Risa,tapi karena gue tau Risa gak akan pernah bahagia sama gue dan gue juga gak mau Risa benci sama gue. Buat apa gue ngancurin rumah tangga kalian kalau ujung-ujungnya di benci sama orang yang gue cintai.!


"Kurang ajar loe yah cinta sama bini orang!!!" Geram Alex. Seandainya sekarang mereka bukan di tempat umum,sudah di pastikan rahang Bagas akan lepas Alex buat karena dengan beraninya mengatakan mencintai Risa.


"Loh emangnya salah kalau gue cinta sama bini orang? Yang penting kan gue gak ngerusak rumah tangga orang lain. Makanya,loe jaga Risa baik-baik,mumpung otak gue masih lurus."


"Cih.."


"Gue tau,loe dateng kesini karena terprovokasi sama foto gue dan Risa yang lagi pelukan kan?" Tanya Bagas.


"Gak usah terprovokasi bro. Gue meluk Risa cuma sekedar tanda perpisahan aja,karena kita berpisah bukan dengan cara yang baik-baik." Lanjut Bagas.


"Kok loe tau ada yang ngirim foto itu ke gue?" Tanya Alex heran,karena dari tadi ia tidak pernah menyinggung soal foto.


"Sebenarnya dari gue nginjakan kaki di kota ini,gue udah ngerasa ada yang ngikutin gue,dan gue yakin kalau itu adalah orang suruhan bokap loe. Dan ternyata kecurigaan gue itu benar,karena saat gue keluar dari toko Risa,gue pura-pura pergi,padahal gue nungguin orang yang ngebuntutin gue itu pergi dari depan toko Risa dan gue balik ngebuntutin dia. Ternyata orang itu nemuin bokap loe dan nunjukin foto-foto itu ke bokap loe. Bahkan sampe orang itu nyuruh orang lain nganter foto itu ke bengkel loe aja,gue ikutin. Gue gak nyangka,kenapa bokap loe segitu pengennya ngeliat loe pisah sama Risa. Apa bener karena Risa belum hamil-hamil makanya bokap loe kayak gitu?"


Alex menggeleng.


"Bokap gue gak suka sama Clara,karena gara-gara Clara gue gak bisa jadi boneka bokap gue lagi. Clara yang buat gue punya keberanian untuk menentang bokap gue. Selama ini hidup gue selalu di setir sama bokap gue,dan bodohnya gue,gue selalu nurutin apa kata bokap gue walaupun bokap gue gak pernah puas dengan hasil kerja gue. Tapi semenjak gue kenal Clara,gue jadi sadar kalau ternyata selama ini bokap gue gak pernah sayang sama gue dan cuma menjadikan gue sebagai bonekanya aja. Dan dari Clara lah,gue bisa ngerasain kasih sayang yang benar-benar tulus yang gak pernah bokap gue berikan buat gue. Itu yang buat bokap gue gak suka sama Clara,tapi gue gak peduli,gue tetap milih Clara dan ninggalin semua fasilitas yang bokap gue kasih. Karena buat gue,kasih sayang Clara yang tulus itu lebih berarti dari segalanya."


Mendengar kata-kata Alex,Bagas seperti tertampar bolak-balik. Ia merasa tersindir dengan kata-kata Alex. Harusnya waktu dulu ia bisa tegas dalam mengambil keputusan seperti Alex. Ia benar-benar menyesal,hanya karena takut miskin dan takut dianggap anak durhaka,dirinya sampai rela mengorbankan cintanya dan memilih untuk tetap hidup dalam kemewahan yang hanya terlihat oleh mata. Padahal kenyataannya,kemewahan yang sebenarnya,ada dalam diri Risa,kemewahan yang tak kasat mata,namun bisa Bagas rasakan,kemewahan itu adalah kasih sayang tulus yang Risa berikan padanya saat mereka bersama. Apalagi Risa sampai merelakan mahkotanya untuk Bagas.


"Loe hebat bro,bisa tegas ngambil keputusan. Gue harap loe bisa jaga ketegasan loe untuk tetap bersama Risa sekalipun badai besar datang menerpa rumah tangga kalian. Gue doain semoga kalian segera di karuniai anak,biar rumah tangga kalian semakin kokoh." Kata Bagas sambil menepuk pundak Alex. Tanpa berpamitan Bagas langsung meninggalkan Alex.

__ADS_1


Alex pun membalikkan tubuhnya setelah melihat Bagas yang sudah jauh dari jangkauan matanya dan keluar dari bandara menuju bengkelnya.


Bersambung...


__ADS_2