
Setelah Jamal keluar dari ruangannya,Alex pun membuka amplop itu.
Matanya membelalak saat melihat isi dari amplop itu.
"Ini Clara sama siapa. Kenapa dia peluk-pelukan sama laki-laki lain?" Geram Alex saat melihat foto Bagas yang sedang memeluk Risa di dalam toko kue.
Rahang Alex mengeras saat membaca tulisan yang ada di balik foto tersebut.
"Ternyata dia mantannya Clara.!!!" Geram Alex karena tulisan itu berisi tentang latar belakang Bagas.
Nafas Alex memburu,sepertinya ia sedang di selimuti api cemburu karena istri berpelukan dengan laki-laki lain.
Alex pun mengambil hp dan kunci mobil yang ia letakkan di atas meja kerjanya,dengan membawa amplop coklat yang berisi foto Risa dengan Bagas,Alex keluar dari ruang kerjanya.
"Saya pulang duluan. Kalian juga udah bisa tutup bengkel." Perintah Alex pada tiga montirnya.
Setelah memberi perintah,Alex pun buru-buru masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya ke toko kue Risa.
Tak butuh waktu lama untuk Alex tiba di toko kue milik Risa. Setelah memarkirkan mobilnya di depan toko,Alex turun dari dalam mobil dan masuk ke dalam toko dengan buru-buru,ia sudah tidak sabar untuk menyidang Risa.
"Clara mana mbak?" Tanya Alex pada mbak Iin yang sedang membersihkan toko. Karena toko sebentar lagi akan tutup.
"Ada di atas mas." Jawab mbak Iin.
Cepat-cepat Alex menapaki anak tangga.
"Ra...Clara..!!" Teriak Alex saat berada di anak tangga teratas.
Risa yang sedang ada di kamar langsung keluar mendengar suara Alex yang berteriak.
"Apa sih darl,dateng-dateng kok teriak-teriak?!" Protes Risa tak suka dengan teriakan Alex yang memanggil dirinya.
"Bisa kamu jelasin ini?!" Alex melempar amplop coklat itu ke meja ruang tamu.
Risa menoleh ke arah amplop itu.
__ADS_1
"Itu apa?" Tanya Risa santai.
"Liat aja.!" Jawab Alex ketus.
Risa pun berjalan ke arah meja dan mengambil amplop coklat itu,dia pun membuka amplop itu.
Sama seperti Alex saat melihat isi amplop itu,mata Risa juga membelalak saat melihat isi amplop itu.
"Bisa kamu jelasin kenapa kamu peluk-pelukan sama mantan kamu itu?!" Tanya Alex dengan nada yang sedikit meninggi.
"Ini gak seperti kamu pikirin darl."
"Makanya jelasin!!!" Bentak Alex.
Risa yang kaget mendapat bentakan dari Alex,sontak tak bisa berbicara apa-apa. Walaupun ia tidak merasa bersalah dan bisa menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi,tapi karena bentakan Alex,Risa jadi diam seribu bahasa,ia malah menangis karena Alex membentaknya.
Melihat Risa yang menangis,Alex semakin frustasi.
"Gue gak nyuruh loe nangis!!! Gue nyuruh loe jelasin,ini apa maksudnya!!" Alex malah semakin meneriaki Risa sangking frustasinya.
"Shiiiit..!!!" Umpat Alex sambil menendang sofa yang ada disampingnya.
Ia pun duduk di sofa mencoba menenangkan emosinya. Setelah di rasa cukup tenang,Alex kembali berdiri dan menghampiri Risa yang masih terisak. Alex menarik tangan Risa dan langsung memeluk istrinya itu.
"Maaf aku udah bentak kamu. Aku emosi banget Ra liat kamu pelukan sama laki-laki lain,apalagi laki-laki itu mantan kamu." Kata Alex menyesal telah membentak Risa.
Mendengar permintaan Alex,Risa kembali menangis sejadi-jadinya dalam pelukan Alex.
"Udah dong Ra jangan nangis terus,aku kan jadi makin ngerasa bersalah." Bujuk Alex sambil mengelus punggung Risa.
Perlahan Risa pun menyudahi tangisnya. Setelah Risa tenang,Alex menggiring Risa untuk duduk di sofa.
"Maaf yah." Alex meminta maaf sekali lagi,karena permintaan maaf Alex yang pertama belum di jawab Risa.
Risa pun mengangguk.
__ADS_1
"Sekarang kamu jelasin,kenapa laki-laki itu bisa meluk kamu." Tanya Alex kembali ke pokok permasalahan.
"Sebelum aku jelasin,apa kamu baca pesan yang aku kirim ke kamu?" Tanya Risa sebelum menjelaskan duduk perkara.
"Emang kamu ngirim pesan apa ke aku?"
Risa menghela nafasnya,mendengar jawaban Alex,Risa yakin kalau Alex belum membaca pesan yang Risa kirim.
"Baca aja sendiri." Jawab Risa ketus.
Alex pun merogoh saku celananya untuk mengambil hp nya,tapi sayang nya hp nya tertinggal di dalam mobil.
"Hp aku ketinggalan di mobil,nanti aja aku bacanya. Sekarang aku mau denger penjelasan kamu dulu."
"Dia itu mas..."
"Stop!!! Jangan panggil dia mas!! Cukup si terong kamu panggil mas!! Kalau si terong aku gak cemburu kalau kamu panggil begitu tapi kalau laki-laki lain,aku bisa ngamuk tujuh turunan kalau kamu manggil begitu.!!" Protes Alex memotong kata-kata Risa yang menyebut Bagas dengan embel-embel 'mas' di depannya.
"Berarti kalau aku manggil tukang cilok,atau tukang martabak 'mas' kamu juga cemburu,gitu?" Ejek Risa karena Alex yang sangat posesif.
"Ya gak gitu juga Ra...!!" Alex menggeram mendengar pertanyaan Risa.
"Udah gak usah ngalihin pembicaraan,cepetan jelasin!!" Desak Alex.
Risa mengatur pernapasannya dahulu sebelum menceritakan dari awal ia bertemu Bagas di depan toko sampai Bagas yang tiba-tiba memeluknya.
"Kalau kamu gak percaya,kamu cek aja cctv. Kami gak berpelukan seperti yang kamu pikirkan,tapi dia yang tiba-tiba meluk aku."
Alex memicingkan matanya untuk mendeteksi perkataan Risa.
"Bawa sini rekaman cctv nya." Pinta Alex.
Risa langsung berdiri dari tempat duduknya untuk mengambil laptop yang ada di dalam kamar yang sudah tersambung dengan cctv toko nya.
Alex bukan tidak mempercayai perkataan Risa,hanya saja ia berpikir kalau bisa saja Bagas sengaja memeluk Risa dan menyuruh orang untuk memotret pose mereka yang sedang berpelukan kemudian mengirimkannya pada Alex sehingga membuat Alex jadi salah paham dengan Risa.
__ADS_1
Bersambung...