Akhir Penderitaan Clarisa

Akhir Penderitaan Clarisa
Part 94


__ADS_3

Satu tahun kemudian.


Meski pernikahan Risa dan Alex sudah menginjak tahun kedua,namun tanda-tanda akan hadirnya buah hati belum juga ada. Meski Alex dan keluarganya tak pernah menyinggung apalagi menuntut,tapi sebagai seorang istri dan menantu,ia sangat tau kalau suami dan mertuanya sangat menginginkan dirinya segera berbadan dua.


Pagi ini setelah sarapan bersama dengan kedua orangtua Alex,Alex dan Risa pun langsung berangkat ke kantor.


Selama di tangan Alex perusahaan AB Property semakin maju,itu semua karena ada campur tangan Risa di dalamnya. Karena berkat usaha Risa yang tak kenal lelah meyakinkan Irlan dan Nia untuk mau bekerja sama dengan AB Property,akhirnya dua perusahaan raksasa itu mau bekerjasama dengan perusahaan Alex. Hubungan Alex,Nia dan Irlan juga sudah membaik. Meski begitu mereka tetap memberi jarak dengan tujuan untuk saling menghargai pasangan masing-masing.


"Darl,nanti jam makan siang aku pamit ketemuan sama temen aku yah." Risa meminta izin pada suaminya.


"Siapa? Temen cewek atau cowok?" Tanya Alex.


"Cewek lah darl,ada Ayu juga kok. Boleh yah."


Alex pun mengangguk.


Tiba lah jam makan siang.


"Muah. Aku pergi dulu yah darl. Makanannya dihabisin oke." Risa memberi kecupan singkat di bibir Alex sebelum ia keluar dari dalam ruangan suaminya itu. Tapi sebelum ia pergi untuk bertemu temannya,Risa sudah menyiapkan makan siang untuk Alex lebih dulu.


"Hati-hati Ra."

__ADS_1


Risa pun menganggukkan kepalanya kemudian ia keluar dari dalam ruangan Alex.


Setelah Risa keluar dari dalam ruangannya. Alex mengambil hp nya dan melakukan panggilan ke nomor orang suruhannya untuk mengikuti Risa.


Alex yang curiga terhadap Risa karena sudah sebulan ini tiap dua kali seminggu Risa selalu meminta izin pada Alex dengan alasan ingin makan siang dengan teman-temannya dan setiap Alex ingin mengantar atau menjemput,Risa selalu melarangnya alasannya karena merasa tidak enak dengan teman-temannya karena teman-temannya juga tidak ada yang membawa suami mereka. Mau tidak mau Alex pun mengalah.


Awalnya Alex percaya,namun saat ketiga kali Risa meminta izin,Alex mulai curiga. Ia pun menghubungi Ayu untuk menanyakan kebenaran soal pertemuan Risa dengan teman-temannya termasuk dengan Ayu. Namun nyatanya,Ayu dan Risa tidak pernah bertemu sudah tiga bulan lebih dan tidak pernah ada pertemuan seperti yang Risa katakan pada Alex.


Mendapati istrinya membohongi dirinya,Alex tak mau tersulut emosi lebih dulu. Ia menugaskan seseorang untuk membuntuti Risa. Dan dari hasil laporan orang suruhannya,hanya ada satu tempat yang selalu Risa datangi. Tempat itu adalah,rumah sakit.


Alex pun menugaskan orang itu lagi untuk mencari tahu alasan kenapa Risa selalu mendatangi rumah sakit.


"Halo,apa kamu sudah dapat informasi kenapa istri saya selalu datang ke rumah sakit?" Tanya Alex pada orang suruhannya melalui panggilan telepon.


"Therapy kesuburan? Maksudnya?"


"Istri anda sedang melakukan pengobatan agar dirinya bisa hamil. Dari informasi yang saya dapatkan istri anda mengalami penyumbatan di saluran tuba fallopi."


Mendengar informasi yang di katakan orang suruhannya,Alex mengepalkan tangannya. Dan tanpa basa-basi langsung mematikan panggilan telponnya. Walaupun ia tidak tahu apa itu penyumbatan saluran tuba fallopi,tapi dari informasi yang Alex tangkap,Risa sedang berusaha untuk segera hamil. Dan itu membuat dirinya kesal,kesal karena Risa tidak memberitahu dirinya tentang hal ini. Padahal selama ini Alex tidak pernah mempermasalahkan tentang anak. Tapi kenapa Risa harus diam-diam pergi ke dokter kandungan dan mengobati penyakitnya tanpa memberitahu dirinya. Di pikiran Alex sekarang,pasti Risa mengira kalau Alex akan meninggalkan dirinya kalau Alex tau Risa memiliki masalah dengan kandungannya.


Padahal yang di pikiran Risa bukan seperti itu. Setelah tau Risa memiliki masalah penyumbatan saluran tuba fallopi dan disebakan karena dirinya yang pernah keguguran dan pernah mengalami operasi di dinding rahim,Risa memutuskan untuk tidak memberitahu Alex hasil pemeriksaannya itu dan memilih mengobatinya sendiri tanpa sepengetahuan Alex. Sengaja ia melakukan itu karena ia tidak mau sang suami merasa bersalah karena penyebab Risa susah hamil karena ulahnya.

__ADS_1


Alex berdiri dari kursi kebesarannya dan keluar dari dalam ruangannya untuk menyusul Risa ke rumah sakit.


Kini Alex sudah tiba di rumah sakit tempat Risa mengobati masalah kandungannya. Dengan langkah panjang Alex berjalan menuju poli kandungan.


"Apa pasien yang sekarang ada di dalam namanya Clarisa Nadiva?" Tanya Alex pada suster yang ada di depan pintu ruangan dokter.


"Iya pak."


"Saya suaminya,boleh saya masuk?" Tanya Alex pada sang suster.


Suster yang tidak tahu kalau Risa datang ke rumah sakit tanpa sepengetahuan suaminya,mengizinkan Alex untuk masuk ke dalam.


"Silahkan pak." Suster itu pun membuka ruangan sang dokter dan mempersilahkan Alex untuk masuk.


Sontak dokter kandungan dan Risa yang ada di dalam ruangan itu langsung menoleh ke arah pintu.


"Darl."


"Bapak siapa?" Tanya bu dokter.


"Saya suaminya nyonya Clarisa." Jawab Alex santai,ia berusaha sebisa mungkin tidak menunjukkan wajah kesalnya pada Risa.

__ADS_1


Sedangkan Risa sendiri,jantungnya sudah berdegup kencang karena sekarang Alex pasti sudah mengetahui masalah kandungan yang di alaminya.


Bersambung...


__ADS_2