Akhir Penderitaan Clarisa

Akhir Penderitaan Clarisa
Part 36


__ADS_3

Di kantor AB Property.


Alex yang mendapat informasi dari anak buahnya,tentang bagaimana cara Risa bernegosiasi dengan kliennya,menganga tidak percaya,kalau ternyata tak sekalipun Risa menjajakkan tubuhnya pada klien-kliennya,yang Risa lakukan hanya menjebak para kliennya dan mengancam para klien yang nakal dengan rekaman video. Dan menurut informasi yang di dapat oleh informannya,Risa menaruh rekaman-rekaman itu di rumahnya di kawasan xxx.


Saat kaki Alex ingin beranjak ke rumah yang di sebutkan oleh informannya,tiba-tiba saja pak Abram masuk ke dalam ruangan Alex dan melempar beberapa dokumen ke wajah Alex.


"Kamu bisa kerja gak!!! Bisa-bisa nya proposal acak-acakan kayak gini kamu sodorin ke investor asing!!! Itu sama aja kamu lempar kotoran binatang ke wajah saya,tau kamu!!! Dasar anak gak guna!!! Cepat revisi proposal kamu,malam ini proposal itu harus kelar!!!" Bentak pak Abram. Setelah memaki anaknya,pak Abram pun keluar dari ruangan Alex dan membanting pintu ruang kerja anaknya itu.


Alex menghela nafasnya.


"Arrrgghhh..." ia menjambak rambutnya frustasi.

__ADS_1


Bukan karena caci maki sang papa yang membuatnya frustasi,karena mendapat cacian dan makian dari sang papa,sudah makanan sehari-hari baginya. Namun yang membuat ia frustasi,karena niatnya untuk mendatangi rumah Risa dan mencari kebenaran tentang informasi yang di katakan informannya,harus tertunda karena ia harus membuat ulang proposal. Tak ingin membuang waktu lebih lama,Alex pun kembali ke meja kerjanya dan membuka laptopnya. Ia pun mulai mengerjakan proposal yang harus selesai malam ini.


Jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam,setelah selesai merevisi proposal dan menyerahkan ke asisten sang papa. Alex pun keluar dari gedung AB Properti,melangkah menuju parkiran dan masuk ke dalam mobilnya. Ia pun melajukan mobilnya menuju alamat rumah Risa di kawasan xxx.


Satu jam jarak yang harus Alex tempuh untuk tiba di rumah Risa. Alex pun turun dari dalam mobil dan melangkah menuju pintu rumah Risa yang ternyata terkunci,namun berbekal ilmu maling yang Alex kurang banyak tau,Alex bisa membuka pintu rumah Risa tanpa harus mendobraknya.


Mata Alex berkeliling melihat setiap ruangan di rumah itu,rumah yang tidak terlalu memiliki banyak barang di dalamnya,hiasan atau pajangan pun tidak ada. Alex pun membuka salah satu pintu kamar yang ada di rumah itu,dan Alex yakin kalau ini adalah kamar Risa,karena ada foto Risa dengan kedua orangtuanya di atas nakas. Kemudian Alex mulai membuka satu persatu laci nakas. Di situ Alex menemukan surat-surat berharga milik Risa,serta sebuah flashdisk yang Alex yakini menyimpan file-file yang berisi video-video aksi Risa menjebak para kliennya.


Mata Alex kini beralih pada buku harian milik Risa yang tergeletak di samping laptop. Karena penasaran,Alex pun membuka buku harian itu. Kemudian membaca lembar per lembar curhatan hati Risa,yang Risa tulis saat kejadian yang menimpa keluarganya.


"Gue gak nyangka Ra,jalan hidup loe serumit ini.!!" Lirih Alex tanpa ia sadari air mata sudah membasahi pipinya.

__ADS_1


Tangis Alex makin pecah saat Alex membaca halaman terakhir buku harian itu yang Risa tulis sebelum Risa berangkat ke hotel untuk bertemu dengan Alex.


Entah harus merasa bahagia atau sedih dengan keadaan ini,tapi mama sangat berterimakasih karena engkau sudah hadir disaat mama sangat membutuhkan bantuan mu. Mungkin mama egois dan jahat,karena menghadirkan mu hanya untuk memiliki papa mu. Mama sudah terlanjur jatuh cinta dengan sosok papa mu Alex Johnson yang sudah memberikan mama kehangatan dan kasih sayang yang menurut mama kehangatan dan kasih sayang yang papa mu berikan sangat lah tulus. Tapi sayang,sepertinya papa mu sedang terobsesi dengan sesuatu hal sehingga membuat papa mu tidak bisa menyadari perasaan mama yang sesungguhnya. Mari kita berjuang bersama-sama nak untuk mendapatkan hati papa mu.


Tulisan tangan Risa yang di bubuhi foto usg janin yang masih berbentuk gumpalan darah itu.


"Ra...maaf Ra.!!! Loe bener,gue terlalu di butakan obsesi untuk mendapatkan Nia agar gue bisa membanggakan bokap gue. Sampe-sampe gue gak mau tau gimana pengorbanan loe untuk gue,gue gak bisa ngerasain ketulusan di balik itu semua. Bahkan gue udah mikir loe perempuan jalang yang menjual tubuh loe untuk ngebantu gue!!" Alex menangis tersedu-sedu sambil memeluk buku harian Risa.


"Maafin papa,karena obsesi papa,sampe-sampe papa harus kehilangan kamu karena ulah papa. Maafin papa nak,maafin papa.!!" Kini Alex mengelus foto usg yang menempel di buku harian Risa.


Tiba-tiba Alex teringat akan keberadaan Risa yang sudah dua hari ia tak kunjungi. Cepat-cepat Alex keluar dari dalam rumah Risa menuju mobilnya,tak lupa ia membawa buku harian dan flashdisk itu. Alex pun melajukan mobilnya menuju rumah sakit tempat Risa di rawat.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2