Akhir Penderitaan Clarisa

Akhir Penderitaan Clarisa
Part 89


__ADS_3

"Gak pa-pa Ra,itu tandanya kamu menyayangi papa mertua mu dengan tulus. Yah walaupun papa mertua mu masih mengeraskan hatinya untuk menerima kamu. Yang penting kamu sabar yah Ra. Batu aja kalau di tetesin air terus menerus bisa bolong juga." Kata mama Alex memberi semangat untuk menantunya itu.


"Iya mah,makasih."


"Ya udah yuk,mama udah masakin makanan kesukaan kalian berdua. Tapi mama gak tau apa masakan mama sesuai sama selera kamu Ra." Kata mama Alex sambil menarik tangan Risa menuju ruang makan.


Sedangkan Alex berbelok dulu untuk mendorong kursi roda papanya menuju ruang makan.


Kini mereka berempat sudah duduk di ruang makan.


Dengan telaten Risa melayani suaminya. Aksi Risa itu terus diperhatikan oleh papa Alex. Dua minggu papa Alex melihat cara Risa melayani anaknya,papa Alex bisa melihat ketulusan dari dalam diri Risa. Apalagi Risa yang tak jemu-jemu memberikan perhatian padanya,seperti membantu dirinya saat ingin pindah dari kursi roda ke sofa ruang keluarga atau menyiapkan obat yang akan di minum bahkan Risa juga selalu mencium punggung tangannya saat pamitan pulang.


Meski papa Alex ikut merasakan ketulusan itu,tetap saja hatinya belum juga bisa luluh.


Setelah mereka mengisi perut mereka,Risa berdiri dari tempat duduknya untuk menaruh piring kotor ke wastafel. Walaupun ada art yang bisa melakukan itu,tapi Risa tetap melakukannya karena sudah terbiasa.


"Gak usah Ra,biar mbak aja yang beresin." Entah sudah berapa kali mama Alex melarang Risa melakukan itu setiap mereka makan malam bersama.


"Gak pa-pa mah,kan sekalian Clara mau ke dapur bikinin kopi buat Alex."


"Pah,Clara bikinin teh hijau yah." Tanya Risa pada papa Alex.


Walau papa Alex memasang wajah sinis saat Risa bertanya padanya,tapi tetap saja ia menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


Risa pun berjalan ke dapur dengan membawa piring kotor,dan diikuti Alex dari belakang yang ikut membantu Risa membawakan piring kotor. Setelah sampai di dapur,Risa juga mencuci piring kotor mereka sambil menunggu air yang ia masak mendidih. Sebenarnya ada art di dapur,tapi Risa melarang art itu dan meminta art itu mengerjakan pekerjaan yang lainnya. Di dalam dapur,Alex dan Risa pun asik bercanda dan tertawa. Bahkan tawa mereka pun terdengar sampai ruang makan,dimana papa dan mama Alex masih ada disana.


"Alex kayak bahagia banget sekarang yah pah. Mama seneng banget melihat mereka seperti itu,mama harap mereka berdua bisa terus harmonis sampai mau memisahkan mereka." Kata mama Alex saat mendengar tawa Alex dan Risa.


Tak lama Risa dan Alex keluar dari dalam dapur.


"Loh,papa sama mama masih disini?"


"Iya,habisnya seru aja denger kalian ketawa-ketiwi di dapur."


"Ya udah,kita pindah ke ruang keluarga yuk." Ajak Alex. Alex pun membantu papanya untuk pindah duduknya dari kursi meja makan ke kursi roda dan mendorong kursi roda itu menuju ruang keluarga di susul mama Alex dan Risa yang berjalan sambil membawa nampan berisi kopi dan teh hijau untuk mama dan papa Alex.


Setelah sampai di ruang keluarga,Alex kembali membantu papanya untuk duduk di sofa. Risa pun meletakkan cangkir yang berisi kopi dan teh hijau ke atas meja. Dengan sigap,Risa langsung menyiapkan obat yang akan di minum oleh papa Alex.


"Minum obat dulu pah." Kata Risa sambil menyodorkan obat untuk papa Alex. Papa Alex pun mengambil tiga butir obat yang ada di tangan Risa.


Tiba-tiba saja papa Alex meminta kertas dan pena pada istrinya,sepertinya ia ingin menulis sesuatu.


"Kapan kalian pindah ke rumah ini?" Tulis papa Alex kemudian menyodorkan kertas itu ke hadapan Alex dan Risa.


Mama Alex,Alex dan Risa saling berpandangan melihat apa yang ditulis papa Alex.


"Maksud papa?" Tanya Alex.

__ADS_1


"Papa mau kalian pindah ke rumah ini. Papa merestui pernikahan kalian." Tulis papa Alex lagi.


Sontak Alex dan Risa terkejut.


"Pa..papa serius?" Tanya Alex.


Papa Alex menjawab dengan anggukan.


"Clara,maafkan papa sudah membenci mu tanpa alasan." Tulis papa Alex memohon maaf dari menantunya.


Risa menangis haru dan bahagia,ia mendekati papa mertuanya dan bersimpuh di kaki papa Alex.


"Maafin Clara juga pah,karena Clara belum bisa jadi menantu yang baik. Clara belum bisa kasih cucu untuk papa dan mama."


Papa Alex menarik tubuh Risa yang sedang bersimpuh di kakinya dan membawa Risa duduk disampingnya.


"Papa gak akan nuntut cucu lagi. Asal kamu dan Alex bisa terus hidup bahagia,itu sudah cukup bikin papa bahagia. Karena papa sadar,selama ini papa gak bisa memberikan kebahagiaan untuk Alex,justru kamu yang baru hadir dalam hidup Alex,bisa memberikan kebahagiaan itu." Tulis papa Alex diiringi isak tangis.


"Papa.." lirih Alex sambil memeluk papanya.


Melihat pemandangan langka ini,Risa dan mama Alex pun ikut menangis haru dan saling berpelukan.


Dan malam itu,perselisihan Alex dengan papanya telah selesai. Begitupun kebencian papa Alex untuk Risa,berakhir di malam itu.

__ADS_1


Papa Alex merestui pernikahan mereka,bahkan papa Alex meminta Alex dan Risa kembali mengadakan resepsi pernikahan di kota besar. Kerena resepsi mereka dulu hanya di adakan di kota M dan tanpa kehadiran papa Alex.


Bersambung...


__ADS_2