Akhir Penderitaan Clarisa

Akhir Penderitaan Clarisa
Part 98


__ADS_3

"Ya udah,aku minta maaf yah sayang. Muah." Alex mencium kening Risa sekilas tanda permintaan maafnya.


"Kok nyiumnya di jidat? Aku maunya di bibir!!"


"Muaaaah muuuah muuaah." Tiga kali Alex mencium singkat bibir Risa.


"Jangan ngambek lagi yah."


Risa menganggukkan kepalanya di dalam pelukan Alex.


"Ya udah,ayo kita turun." Alex menjauhkan tubuh Risa dari pelukannya.


"Gendong." Risa merentangkan kedua tangannya agar Alex menggendong dirinya.


"Hah!!!" Alex kembali menganga mendengar permintaan Risa.


Tapi tak mungkin ia menolak kemauan istrinya itu,sebelum Risa kembali menangis karena Alex yang tak kunjung menggendongnya. Cepat-cepat Alex menggendong tubuh Risa seperti anak koala dan keluar dari dalam kamar mereka menuju lantai bawah.


Untung saja mama dan papa Alex tidak ada dirumah saat ini,karena mama dan papa Alex sedang berada di Singapore untuk pengobatan papa Alex. Sudah enam bulan orang tua Alex berada disana.


Setelah sampai di dapur,Alex mendudukkan Risa di kursi.


"Tunggu disini yah."


Risa menganggukkan kepalanya. Ia terlihat sangat antusias melihat Alex yang akan memulai memasak.


Sedangkan art yang melihat keromantisan Alex dan Risa hanya bisa senyum-senyum sendiri.


"Mbak. Bantuin aku masak nasi goreng yah."


"Baik den."


"Aku mau kamu yang masak darl!!" Kata Risa tiba-tiba dengan nada yang meninggi karena Alex meminta bantuan art.


"Iya sayang. Aku cuma minta di ajarin doang kok. Aku kan belum pernah masak." Jawab Alex membela diri.


"Kan bisa lihat tutorialnya di internet darl!!" Risa masih tidak terima kalau suaminya memakai jasa art untuk membantunya.


Alex membuang nafasnya kasar.


"Iya iya iya.!!" Alex pun pasrah dan mengikuti kemauan sang istri.


"Udah mbak gak usah di bantu,biar saya sendiri aja. Nanti si bayi gede ngambek lagi. Mbak kerjain kerjaan yang lain aja."


"Iya den,saya permisi dulu den." Si mbak art pun keluar dari dari dapur,meninggalkan pasangan yang terlihat makin romantis walaupun sedang cek cok mulut.


"Aku ambil hp dulu yah." Izin Alex pada bayi besarnya itu. Dengan setengah berlari Alex menaiki tangga menuju kamarnya.

__ADS_1


Tak lama Alex kembali lagi ke dapur dengan hp ditangannya.


Cepat-cepat ia membuka internet dan mencari tutorial membuat nasi goreng.


Hanya dengan bermodal tutorial yang ada di internet,Alex mulai memasak nasi goreng untuk Risa. Sedangkan Risa hanya duduk manis di belakang Alex dengan mata yang tak pernah berpaling memandang sang suami.


Nasi goreng pun selesai. Sebelum Alex menaruh di piring dan disajikan ke sang istri,Alex terlebih dulu mencoba rasanya.


"Uweeek..cuih..cuih.." Alex langsung melepeh satu sendok nasi goreng yang baru mendarat di lidahnya. Karena nasi goreng yang baru saja selesai ia masak,rasanya benar-benar aneh.


"Kok rasanya gini?! Perasaan gue udah ngikutin semua cara-cara yang ditulis." Kata Alex pelan.


"Kenapa darl?" Tanya Risa sambil berjalan mendekati Alex.


"Itu udah jadi?" Tanya Risa lagi sambil menunjuk nasi goreng yang masih ada dalam kuali.


"Produk gagal itu Ra. Mau aku buang. Kamu duduk lagi sana,biar aku bikinin yang baru."


"Enak aja main buang-buang. Ini tuh makanan darl,gak boleh di buang-buang.!" Omel Risa.


"Tapi itu rasanya aneh sayang."


"Masa sih? Sini biar aku coba dulu." Risa mengambil sendok yang ada di tangan Alex dan menyendokkan nasi goreng yang masih ada di kuali.


"Emh...enak kok darl. Enak banget,aku suka." Kata Risa.


Alex tidak percaya dengan apa yang dikatakan Risa,tapi dari ekspresi yang di tunjukkan Risa,Alex yakin kalau Risa tidak sedang berbohong hanya untuk membuat hatinya senang.


"Beneran enak Ra?" Tanya Alex sekali lagi saat melihat Risa yang sangat lahap memakan nasi goreng dengan cita rasa aneh buatannya.


"Iya darl,beneran. Masa aku bohong sih. Kamu emang suami ter the best darl." Risa mengacungkan dua jempolnya ke arah Alex.


"Ada yang gak beres nih!!" Gumam Alex dalam hati.


Sambil menunggu Risa makan,diam-diam Alex membuka internet dan mencari tau tentang tanda-tanda kehamilan.


Dari tanda-tanda kehamilan yang Alex baca,Alex kurang yakin dengan feelingnya yang mengatakan kalau Risa sedang hamil.


Karena semua tanda-tanda kehamilan yang Alex baca itu semua pernah Risa alami,misalnya saja telat datang bulan,Risa pernah dua bulan telat datang bulan tapi begitu di tes ternyata hasilnya negatif. Kemudian perubahan emosi,akh jangan tanya,Risa paling sering mengalami itu,apalagi kalau Alex sibuk bekerja dan menghiraukan dirinya,pasti Risa akan ngomel-ngomel kemudian nangis tapi tiba-tiba minta bermanja-manja lagi.


Dan itu semua membuat Alex benar-benar bingung. Apa iya harus mempercayai kata hatinya atau tidak. Ingin meminta Risa memeriksa dirinya,tapi ia takut kalau hasilnya tidak seperti yang mereka inginkan. Terlebih Alex takut Risa akan semakin rendah diri kalau hasilnya tidak sesuai keinginan mereka. Setelah Alex pikir-pikir,lebih baik untuk saat ini ia menyimpan kecurigaannya itu sendiri dulu.


"Kamu gak sarapan darl?" Tanya Risa yang melihat Alex malah termenung.


"Akh..iya. Ngeliat kamu makan lahap banget aku sampe lupa laper Ra."


Risa memutar bola matanya malas. Kemudian dengan sigap ia mengambilkan makanan untuk sang suami.

__ADS_1


🍀🍀🍀🍀🍀


Setelah drama nasi goreng di pagi hari selesai dan perut juga sudah diisi. Alex pun menghubungi pak Eka yang sekarang menjadi asistennya untuk membawa berkas-berkas yang harus di periksa ke rumahnya.


Dan disini lah Alex sekarang,di ruang kerja nya yang dulu adalah ruang kerja sang papa. Dimana tempat ini adalah tempat papa Alex memukuli Alex jika pekerjaan Alex tak memuaskan papanya. Sedangkan Risa,ia memilih untuk kembali ke dalam kamar,karena setelah selesai sarapan,tiba-tiba saja Risa kembali mengantuk.


Sudah dua jam lebih Alex berada di ruang kerjanya. Sangking seriusnya bekerja,ia sampai lupa dengan istrinya yang sedang tidak enak badan.


Ceklek. Pintu ruang kerja Alex terbuka.


Alex pun menoleh ke arah pintu.


"Darl..." rengek Risa sambil berjalan ke arah Alex yang sedang duduk di kursi kebesarannya dan langsung duduk di atas pangkuan suaminya.


"Kamu habis nangis?" Tanya Alex saat melihat mata Risa yang sembab.


Risa menganggukkan kepalanya.


"Kenapa?"


"Habisnya aku bangun kamu gak ada di kamar.!!" Rengek Risa sambil memukul dada Alex pelan.


"Kan kamu tau aku disini. Aku kan gak kemana-mana."


"Tapi aku maunya kamu ada disamping aku pas aku bangun darl!!"


"Iya maaf sayang. Udah jangan nangis lagi." Alex mengusap sisa air mata yang ada di pipi Risa.


"Sekarang kamu mau apa? Mau makan? atau nonton? Atau shopping?" Tanya Alex agar mood Risa kembali bagus.


Risa menggeleng.


"Aku maunya ini." Tangan Risa langsung meraba benda kramat Alex.


"Sshh.." desah Alex pelan.


"Nakal kamu yah." Ejek Alex sambil menggigit pelan telinga Risa.


Akibat sentuhan tangan Risa di benda kramat Alex,kini benda kramat itu menjadi bangun dan meminta pertanggung jawaban Risa.


Risa yang merasakan benda kramat Alex mengeras langsung turun dari pangkuan Alex.


"Mau kemana kamu,tanggung jawab.!" Alex menarik tangan Risa saat Risa turun dari pangkuannya,Alex pikir Risa akan kabur dan membiarkannya kentang sendirian.


"Bentar darl,aku kunci pintunya dulu."


"Gak akan ada yang berani masuk Ra."

__ADS_1


"Buat jaga-jaga aja darl." Risa pun berjalan ke arah pintu dan mengunci pintu ruang kerja suaminya.


Bersambung...


__ADS_2