Akhir Penderitaan Clarisa

Akhir Penderitaan Clarisa
Part 51


__ADS_3

Melihat Risa yang sepertinya kesal,Alex membawa Risa dalam pelukannya.


"Loe kecewa sama dia?"


Risa menggeleng dalam pelukan Alex.


"Bukan kecewa sama mas Lucky,tapi gue kecewa sama diri gue sendiri. Kenapa sih gue masih aja bego menilai laki-laki.! Padahal udah berkali-kali gue disakitin dan di khianatin,tapi tetep aja mata batin gue gak kebuka untuk melihat mana laki-laki yang beneran tulus sama gue dan mana laki-laki yang hanya mau manfaatin gue." Kata Risa sambil terisak.


Alex menjauhkan tubuh Risa dari pelukannya,ia menatap lekat wajah Risa dan mengusap airmata Risa.


"Tulusnya laki-laki itu gak bisa dinilai cuma dari luar Ra. Kalau loe mau tau mana laki-laki yang beneran tulus sama loe,loe bisa rasain saat dia nyentuh loe gini." Alex pun mulai mengusap wajah Risa.


"Dan loe bisa ngerasain saat dia nyium loe gini." Alex mulai mencium kening,kedua mata dan kedua pipi Risa.


"Dan loe bisa ngerasain saat mata kalian saling natap kayak gini." Alex menangkup wajah Risa agar mata mereka saling menatap.


Alex makin mendekatkan wajahnya dengan wajah Risa,kini mata Alex tertuju pada bibir ranum Risa,begitu pun Risa yang kini malah menatap pada bibir Alex. Bagai kutub positif dan negatif yang saling tarik menarik,bibir mereka pun sekarang sudah saling menempel bagaikan magnet. Dengan lembut bibir Alex bermain-main dengan bibir Risa. Merasakan permainan lembut Alex,Risa malah jadi terbawa suasana dan membalas permainan bibir Alex. Cukup lama bibir mereka saling bertautan,permainan yang awalnya lembut pun lama kelamaan menjadi memanas,lidah mereka pun sudah saling membelit. Alex pun melepaskan ciuman mereka untuk meraup oksigen.


"Mau di lanjutin gak Ra?!" Tanya Alex dengan nafas yang masih terengah-engah.


Risa menggeleng mendengar pertanyaan Alex.


"Kenapa? Kita udah lama loh Ra gak saling memompa." Tanya Alex bingung karena Risa menolaknya.


"Kita gak boleh ngelakuin hubungan yang salah itu lagi Lex.!" Jawab Risa mengingatkan.


"Tapi gue udah sesak banget ini Ra."


"Berarti bener kan loe cuma mau sama tubuh gue doang?!" Tanya Risa menyelidik.


"Ya gak lah,gue serius cinta sama loe. Makanya gue datang kesini untuk jemput loe balik ke kota. Dan gue akan kenalin loe ke orangtua gue. Gue akan nikahin loe Ra." Jawab Alex dengan wajah yang sangat serius.

__ADS_1


"Kalau tujuan loe emang begitu,loe harusnya tahan dong nafsu loe sampe gue bener-bener jadi milik loe."


"Loe kan emang milik gue sih Ra.!" Jawab Alex tak mau kalah.


"Maksud gue,sampe kita nikah.!"


Mata Alex bersinar saat Risa secara tidak langsung menyetujui ajakannya menikah.


"Jadi loe mau nikah sama gue?!" Tanya Alex sekali lagi.


Risa menganggukkan kepalanya. Jujur,ia masih sangat menyayangi Alex. Sampai detik ini,hanya Alex yang bisa membuatnya nyaman dan tenang. Bahkan saat Risa merasakan elusan tangan Alex di wajahnya dan saat Alex mencium kening,mata dan pipinya,kebahagiaan di hati Risa kembali membuncah.


Melihat Risa menganggukkan kepalanya,Alex langsung berlompat kegirangan,ia pun mengangkat tubuh Risa dan memutar-mutar tubuh mereka.


"Lex..stop!! Gue pusing Lex!" Teriak Risa.


Alex pun langsung menghentikan aksinya dan menurunkan tubuh Risa dan kembali memeluk tubuh Risa dengan sangat erat.


Masih dalam pelukan Alex,Risa mendongakkan wajahnya untuk melihat wajah Alex.


"Apa gak terlalu cepat?!" Tanya Risa.


Dan hanya di jawab dengan gelengan oleh Alex.


"Terus kalau orangtua loe gak setuju dengan hubungan kita gimana?!" Tanya Risa lagi.


"Gue gak peduli Ra. Selama ini gue selalu ngukutin apa yang bokap gue mau. Kalau bokap gue gak setuju dengan hubungan kita,gue lebih baik ninggalin bokap gue. Udah cukup selama ini gue hidup di bawah tekanan dia. Dan semenjak gue kenal loe dan setiap gue bersama loe,segala stress dan tekanan yang ada di kepala gue,bisa bisa berkurang. Hanya loe yang bisa bikin gue kayak gini Ra. Gue janji akan lebih milih bersama loe dan memperjuangkan hubungan kita di banding harus terus bersama bokap gue." Jawab Alex penuh keyakinan.


"Emangnya loe udah siap hidup susah sama gue?!" Tanya Risa lagi.


"Harta bisa dicari Ra,tapi kenyamanan dan kententraman hanya bisa di dapatkan dari orang yang kita cintai dan mencintai kita. Sekarang pertanyaan itu gue balikin ke loe. Loe siap gak hidup susah bareng gue?!" Tanya Alex balik.

__ADS_1


"Apapun bersama loe Lex,asal loe jangan pernah khianatin gue,gue gak akan pernah ninggalin loe. Kita mulai semua dari nol berdua." Jawab Risa sambil mengeratkan pelukannya.


"Makasih Ra. Kalau gitu besok loe ikut gue pulang yah." Ajak Alex.


"Bisa gak pulangnya jangan besok. Masih ada urusan yang harus gue urus. Lagian,loe belum gue kenalin kan sama orangtua gue."


Alex belum tau kalau bunda nya Risa juga sudah meninggal. Karena Alex hanya tau tentang ayah Risa yang meninggal dan bunda Risa yang masuk rumah sakit jiwa dari Ayu.


"Ya udah kita ke tempat nyokap loe aja sekarang,biar gue juga bisa liat langsung gimana perkembangan nyokap loe." Kata Alex.


"Loe tau tentang nyokap gue darimana?" Tanya Risa heran karena ia tak pernah menceritakan tentang bundanya pada Alex.


Alex pun menceritakan pada Risa saat dirinya mencari Risa di tempat kerja Risa dulu,dan Alex pun mengatakan kalau ia bertemu Ayu dan dari Ayu lah ia tau tentang yang terjadi pada keluarga Risa. Setelah menceritakan rentetan kejadian saat Alex mencari keberadaan Risa,Alex kembali mengajak Risa untuk segera membawa Alex menemui bunda nya Risa.


"Maaf Lex,tapi bunda..." Airmata Risa menetes kembali saat teringat sang bunda.


"Kenapa? Nyokap loe kenapa?!" Tanya Alex makin penasaran.


"Bunda udah gak ada Lex. Bunda udah meninggal disaat gue lagi terbuai dengan kehidupan di kota besar." Jawab Risa semakin terisak.


"Dan...dan gue makin ngerasa berdosa karena gue gak kasih tau mbak Nunik dan mbak Iin nomor gue yang baru,karena waktu bunda dalam keadaan kritis, mbak Nunik dan mbak Iin berusaha menghubungi gue dan mencari keberadaan gue. Bahkan sampe bunda meninggal dan mau di makamkan pun ,mereka gak bisa menghubungi gue. Jadinya bunda di makamkan tanpa ada keluarga yang menemani dan lebih sakitnya lagi,bunda dikubur bersama dengan gosip-gosip negative tentang dirinya." Kata Risa lagi.


Mendengar cerita Risa,Alex pun ikut merasakan bagaimana pilu dan sedihnya hati seorang Risa.


"Ini udah takdir Ra. Loe jangan nyalahin diri loe sendiri. Anggap aja semua penderitaan yang loe alami sekarang,sebagai kebahagiaan yang tertunda. Jadiin semua kesalahan-kesalahan yang loe lakukan di masa lalu menjadi pelajaran di masa sekarang agar bisa loe jadi manusia yang lebih baik di masa yang akan datang." Kata Alex mencoba menenangkan Risa sambil mengusap punggung wanita yang telah sah menjadi kekasihnya itu.


Risa pun mengangguk dalam pelukan Alex saat Alex memberikan nasehat sekaligus semangat untuk dirinya.


"Udah jangan nangis lagi. Sekarang kita ziarah ke makam orangtua loe yuk." Ajak Alex sambil mengusap air mata Risa.


Risa pun menganggukkan kepalanya tanda setuju. Mereka berdua pun keluar dari dalam unit kamar hotel tempat Alex menginap menuju rumah abadi kedua orangtua Risa yang di jadikan satu.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2