Akhir Penderitaan Clarisa

Akhir Penderitaan Clarisa
Part 64


__ADS_3

Setelah hampir satu jam perjalanan,akhirnya mereka tiba juga di kantor catatan sipil. Sudah ada mama Alex sedang berdiri di depan pintu kantor menunggu kedatangan mereka. Tapi sayangnya dokter Lucky belum datang.


"Maaf mah udah nunggu lama." Kata Risa pada calon mama mertuanya.


"Gak lama kok sayang,baru lima belas menitan." Jawab mama Alex.


"Coba kamu telepon si terong Ra,tanya udah dimana." Pinta Alex pada Risa.


Risa pun mengeluarkan hp nya dari dalam tas dan melakukan panggilan ke nomor dokter Lucky.


"Clara.." panggil dokter Lucky dari parkiran.


Sontak Risa,Alex,Ayu dan mama Alex menoleh ke arah sumber suara.


Melihat dokter Lucky yang sudah ada di hadapan mereka,Risa pun menggeser tombol merah di layar hp nya dan kembali memasukkan hp nya ke dalam tas.


"Sori..lama yah nunggunya?!" Kata dokter Lucky merasa bersalah saat sudah di hadapan keempat orang itu.


"Gak juga kok mas. Oh iya mas,kenalin ini mamanya Alex." Risa memperkenalkan mama Alex pada dokter Lucky.


"Mah kenalin ini temen Clara,namanya mas Lucky."


"Lucky tante." Dokter Lucky dan mama Alex pun saling berjabat tangan.


"Udah yuk masuk." Ajak Alex,sepertinya dirinya sudah tidak sabar untuk mensahkan hubungannya dengan Risa secara negara.


Risa dan Alex pun jalan bergandengan,begitu pun mama Alex dan Ayu dan di susul dari belakang oleh dokter Lucky.


Setelah dua jam lebih berada di kantor catatan sipil dan dengan berbagai proses yang harus di lewati,kini Risa dan Alex telah sah menjadi suami istri di hadapan negara dan agama,karena di dalam tadi Alex dan Risa diminta melakukan janji suci pernikahan dadakan sebelum menandatangani berkas-berkas negara.


Satu langkah sudah mereka lewati,kini tinggal mengadakan resepsi pernikahan di kota M. Setelah urusan di kantor catatan sipil selesai,kini Alex dan Risa pergi ke toko perhiasan untuk membeli cincin pernikahan mereka. Kalau urusan gaun,undangan dan gedung,Alex sudah meminta orang suruhannya untuk datang ke kota M mengurusnya dan pastinya ada campur tangan mbak Nunik dan mbak Iin yang turut membantu.


Sedangkan mama Alex memilih langsung pulang dengan di antar dokter Lucky,dan Ayu juga ikut bersama dokter Lucky. Sebenarnya Ayu ingin pulang sendiri menggunakan taksi,tapi dokter Lucky meminta Ayu untuk ikut bersamanya karena mama dokter Lucky ingin bertemu dengan Ayu. Mama dokter Lucky mengancam akan mogok makan dan minum obat kalau dokter Lucky tidak membawa Ayu kehadapannya. Dan karena alasan itu lah mau tidak mau Ayu ikut dengan dokter Lucky.


⭐⭐⭐⭐⭐


Satu minggu kemudian.


Hari resepsi pun tiba,kini Alex dan Risa sudah berada di kota M. Resepsi yang biasanya di adakan malam hari,namun Alex memilih untuk mengadakan resepsi di siang hari.

__ADS_1


Alex menutup mata Risa saat Risa sudah selesai di make up. Alex pun menuntun Risa untuk keluar dari ruko menuju mobil pengantin. Alex ingin memberikan kejutan pada Risa tentang tempat resepsi mereka,karena Alex mengatakan kalau acara resepsi mereka di adakan di sebuah restoran yang sudah Alex booking dan hanya di hadiri orang-orang terdekat saja.


"Kok pake ditutup segala sih darl?! Rusak nanti make-up nya.!"


"Kan bisa di dempul lagi. Udah akh jangan banyak protes,ikutin aja aturan main aku.!"


Alex pun membantu Risa untuk masuk kedalam mobil,setelah itu Alex pun masuk ke dalam mobil di bagian kemudi. Tak seperti pengantin-pengantin pada umumnya yang memakai supir,Alex lebih memilih untuk menyetir sendiri mobilnya.


Mobil yang Alex kendarai akhirnya tiba di gedung hotel.


Alex membantu Risa untuk keluar dari dalam mobil dan menuntun Risa sampai di tempat resepsi. Begitu sampai di depan pintu tempat resepsi,Alex membuka penutup mata Risa.


Risa pun mengerjapkan matanya saat penutup mata itu terbuka.


"Loh...ini dimana darl?!" Tanya Risa bingung.


"Buka aja pintunya." Jawab Alex sambil mengarahkan dagunya ke arah pintu.


Risa yang penasaran pun membuka pintu itu. Mata Risa membelalak,karena ia pikir pesta pernikahannya sangat sederhana dan hanya di hadiri beberapa orang saja. Tapi yang di hadapannya ini,adalah pesta yang terlihat sangat mewah dengan dekor ruangan berwarna pink-silver dan juga tamu undangan yang sangat banyak. Ternyata,Alex mengundang semua teman-teman SMU dan teman kuliah Risa. Serta beberapa keluarga Alex yang ada di kota besar,tapi sayangnya tak ada papa Alex disana. Tapi buat Alex itu tidak penting,karena kehadiran mamanya dan ketiga kakak perempuannya sudah membuat ia sangat senang.


"Kok bengong? Ayo masuk." Ajak Alex menyadarkan Risa dari keterkejutannya. Alex pun menuntun tangan Risa untuk masuk ke dalam ruangan pesta. Iringan musik All of Me dari John Legend pun mengiri langkah mereka memasukki ruangan itu menuju kursi pelaminan mereka.


"Ini semua gak ada apa-apanya Ra di bandingin sama pengorbanan kamu untuk menyadarkan aku dari ambisi aku,dan sama ketulusan kamu mencintai aku. Seandainya kita bisa resepsi di bulan,aku udah bikin resepsi mewah disana."


Risa terharu mendengar kata-kata Alex,tak terasan airmata bahagia mengalir di pipinya.


"Makasih yah darl,i love you Alex Johnson." Ucap Risa sambil memeluk suaminya.


"I love you too,Clarisa Nadiva." Jawab Alex sambil membalas pelukan Risa.


"Ekhem..." mama Alex berdehem saat melihat Alex dan Risa berpelukan.


"Udah pada gak sabaran yah?!" Goda mama Alex.


"Kok mama tau? Kalau aja kita bisa tinggalin acara ini sekarang,udah Alex tinggalin deh mah."


"Cih." Cebik mama Alex.


"Kalian siap-siap,sebentar lagi tamu undangan mau salam-salam an." Kata mama Alex lagi memperingatkan.

__ADS_1


Tak lama teman-teman Risa SMU pun naik ke pelaminan dan bersalaman dengan Alex dan Risa. Setelah teman-teman Risa dan Alex selesai mengucapkan selamat kepada mereka,muncul lah dokter Lucky dan Ayu.


"Selamat yah Ra,Lex." Dokter Lucky memberi selamat pada pasangan pengantin baru itu.


"Makasih yah mas."


"Oh iya,sekalian aku mau ngasih ini." Dokter Lucky memberikan amplop pada Risa. Risa tak langsung membuka amplop itu.


Setelah dokter Lucky dan Ayu memberikan selamat pada Alex dan Risa,mereka pun turun dari pelaminan dan kembali ke tempat duduk mereka. Setelah mereka turun,berlanjut lah acara salam-salam an. Karena tak ada lagi yang naik ke pelaminan untuk memberikan ucapan selamat pada Alex dan Risa,mereka pun memilih untuk duduk sejenak. Risa kembali teringat akan amplop yang di berikan dokter Lucky.


Mata Risa membelalak sempurna saat melihat isi dari amplop itu,ternyata undangan pernikahan dokter Lucky dan Ayu yang akan di selenggarakan dua minggu lagi.


"Ini beneran?! Ayu sama mas Lucky?!" Kata Risa sambil menutup mulutnya tak percaya.


"Apanya?! Kenapa si terong sama si Ayu?!" Tanya Alex yang belum melihat amplop pemberian dokter Lucky pada Risa.


"Ini darl,Ayu sama mas Lucky mau nikah dua minggu lagi." Kata Risa sambil menyodorkan kartu undangan itu pada Alex.


"Haaaah?!! Masa sih?!" Kaget Alex,ia juga tidak percaya dengan kata-kata istrinya. Alex pun mengambil undangan itu dari tangan Risa.


Mata Alex ikut membelalak saat membaca dengan jelas nama kedua mempelai yang ada di undangan itu.


"Bukannya mas Lucky..." Risa tak sanggup meneruskan kata-katanya.


"Tuh kan bener feeling aku Ra,ada yang gak beres sama mereka berdua waktu kita tinggalin temen kamu di rumah sakit waktu itu. Pasti mereka menikah karena ada sesuatu." Kata Alex menduga-duga.


"Masa sih?! Tapi kok Ayu gak cerita apa-apa ke aku?!"


"Mungkin dia gak enak kali ceritain ke kamu."


"Tapi aku jadi penasaran darl,apa alasan mereka menikah. Apa Ayu tau kalau mas Lucky...?! Kalau sampai Ayu gak tau,itu sama aja mas Lucky ngejebak Ayu."


Alex hanya menggedikkan bahu,ia tidak berani berasumsi terlalu jauh.


"Udah lah Ra,gak usah di pikirin. Mending kita doain aja,semoga pernikahan mereka langgeng dan si terong bisa cepat sadar kalau udah ngerasain nikmatnya mendaki gunung dan melewati lembah."


"Iya darl,mudah-mudahan aja yah."


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2